25/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Hadapi MEA 2015, Jatim Perkuat Pasar dalam Negeri

Pakde Karwo Gubernur JatimSurabaya, KabarGress.com – ​Untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Tahun 2015, Jatim akan memperkuat pasar dalam negeri dengan menggunakan standar ASEAN. Pasar dalam negeri yang dibangun harus terstandarisasi, dengan kualitas standar pasar ASEAN.

“Pasar dalam negeri yang kita bangun harus sekualitas dengan pasar ASEAN. Kalau tidak barang dari negara anggota ASEAN bisa masuk. Ekspor kita di pasar ASEAN, harus dengan standar ASEAN,” ujar Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo usai Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 yang bertema “Hari Jadi ke-69 Provinsi Jawa Timur sebagai Pintu Gerbang Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, Menuju Jawa Timur Lebih Berdaya Saing, Mandiri dan Sejahtera” di Halaman Gedung Negara Grahadi, Minggu (12/10).

​Ia mengatakan, pasar dalam negeri yang sesuai dengan standar ASEAN menjadi penentu daya saing dalam menghadapi MEA Tahun 2015. Pemprov Jatim akan meningkatkan standarisasi produk barang/jasa sehingga bisa diterima dan memiliki nilai jual yang lebih kompetitif di pasar global. Untuk mempercepat proses standarisasi, Pemprov Jatim akan melakukan kerjasama dengan Jerman dan Jepang.

​“Ini merupakan masalah serius, pekerjaan kita tidak mau mengorbankan ekonomi Jatim menjadi pasar dari luar negeri. Sebab itu, kita persiapkan untuk menjagapasar dalam negeri,” kata Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

​Selain melakukan standarisasi, Pemprov Jatim juga akan melakukan pembenahan dari segi sumber daya manusia (SDM). Berbagai upaya dilakukan gunameningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan formal, non formal (skill) dan akses kesehatan, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, meningkatkan kualitas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta mengembangkan jejaring kerjasama kemitraan dalam efisiensi skala ekonomi atau regionalisasi dengan provinsi lain.

​Lebih lanjut disampaikannya, produk dan jasa dari Jatim dituntut memiliki daya saing yang kuat. Sehingga diperlukan adanya SDM yang berkualitas sesuai tuntutan pasar global. Untuk itu, Pemprov Jatim memprioritaskan pendidikan yang mampu mencetak tenaga kerja terampi sesuai kebutuhan pasar melalui SMK.

Upaya lainnya yakni dengan mengembangkan SMK mini melalui balai latihan kerja plus yang memiliki 9 bidang keahlian seperti teknologi dan rekayasa, agrobisinis dan agroteknologi, kesehatan, serta perikanan dan kelautan. “Dengan didirikannya SMK mini, diharapkan tercipta tenaga kerja yang siap berdaya saing, mandiri, dan memiliki sertifikat standar memasuki pasar MEA 2015,” harapnya.

Dalam sektor perdagangan, Jatim terus berupaya menguasai 50 persen pangsa pasar perdagangan domestik melalui jalinan kerjasama perdagangan antarprovinsi. Hingga tahun 2014, telah terbentuk 26 kantor perwakilan dagang (KPD) antar provinsi untuk meningkatkan daya saing produk barang/jasa Jatim, sehingga bisa mencapai skala ekonomi yang lebih efisien dengan pangsa pasar yang lebih murah dan harga yang lebih kompetitif.

Upaya lainnya dalam sektor perdagangan yakni mengoptimalkan konektivitas antarpulau dengan lebih mengefisienkan muatan kapal. Melalui kerjasama hubungan dagang ini, kedua provinsi akan diuntungkan sehingga jika barang/jasa hasil kerjasama kemitraan ini diekspor, maka akan memiliki daya saing. (eri)