17/01/2021

Jadikan yang Terdepan

P2BJ Tingkatkan Pelayanan Lelang Secara Cepat dan Akurat

sekda prop jatim membuka rakor evaluasi pengadaan barang dan jasa di hotel ibis sbySurabaya, KabarGress.Com – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. H. Akhmad Sukardi MM meminta agar Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa (P2BJ) mampu meningkatkan kinerja khususnya kapasitas pelayanan lelang secara cepat dan akurat

“P2BJ harus terus meningkatkan kapasitas pelayanan secara cepat dan akurat. Ketepatan, menjamin persamaan kesempatan, akses dan hak yang sama bagi para pelaku Pengadaan Barang/Jasa, PPK, UPT P2BJ dan pokja dapat berkomunikasi dengan baik,” jelasnya saat membuka Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa (P2BJ) Tahun anggaran 2014 di Hotel Ibis Surabaya, Rabu (8/10).

Ditambahkan, keberadaan P2BJ harus mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan pengadaan barang/jasa pemerintah. Proses ini bertujuan untuk memudahkan peserta lelang dalam menelusuri proses lelang dilakukan.

“P2BJ menyiapkan ketersedian data dan informasi tentang proses pengadaan barang/jasa secara realtime sekaligus menjamin proses berjalan cepat dan akurat. P2BJ juga menjamin persamaan kesempatan terutama akses dan hak yang sama bagi para pelaku pengadaan barang/jasa PPK, UPT P2BJ dan pokja dapat berkomunikasi dengan baik,” ujarnya.

Saat ini, aplikasi pelayanan pengadaan barang/jasa telah dilakukan secara on-line. Tujuannya untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD di lingkungan Pemprov Jatim sehingga tidak ada kendala jarak antara SKPD dengan UPT P2BJ.

Proses pengadaan barang/jasa merupakan bagian dari siklus manajemen pengelolaan keuangan daerah, sehingga pengadaan barang jasa sangat penting peranananya karena menyangkut pelaksanaan tugas dari masing-masing SKPD. “Selama 8 bulan dibentuk, UPT P2BJ sudah menerima pengajuan sebanyak 1.234 paket untuk di lelang, 339 paket dalam proses lelang dan 895 paket sudah diumumkan pemenangnya,” imbuhnya.

Kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk berdiskusi secara arif dan bijaksana serta saling melengkapi. Melalui rapat peserta dapat berdiskusi dalam mengatasi permasalahan dan penyelesaian terkait persoalan-persoalan pengadaan barang/jasa sehingga tercipta pengadaan yang efektif, efisien, transparan, terbuka, bersaing, kredibel serta berkeadilan sesuai perundang-undangan yang berlaku. “Mudah-mudahan dalam pelaksanaan rapat dapat menambah ilmu dan bermanfaat bagi semua dalam mengemban tugas pelaksanaan pengelolaan pengadaan barang/jasa di Jatim,” ungkapnya.

Diharapkan, SKPD agar mendukung keberadaan P2BJ karena UPT ini merupakan kebijakan Gubernur dalam mewujudkan pengadaan yang kredibel. “Pengadaan yang kredibel turut menyejahterakan masyarakat. Pengadaan barang/jasa yang kredibel secara elektronik dapat mengurangi intenstitas pertemuan antar pelaku dalam proses pemilihan penyedia barang/jasa, sehingga mendukung pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme,” ujarnya.

Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Layanan Pengadaan Barang/Jasa BPM Prov. Jatim Ir. Yuswanto MSi mengatakan, maksud dari kegiatan untuk menyamakan persepsi dalam menginventarisir permasalahan yang dihadapi SKPD khususnya di Pejabat Pembuat Komitmen.

Sedangkan tujuan dari evaluasi ini yakni, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah. Hingga tersedianya data terkait proses pengadaan barang/jasa yang real time. Rapat ini juga bertujuan untuk menjamin proses pengadaan barang/jasa dapat berjalan cepat dan akurat secara elektronik untuk mengurangi intensitas pelaku dengan proses pemilihan barang/jasa. (eri)