05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Gus Ipul Usulkan Kades Jadi Peserta BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

Gus Ipul Usulkan Kades Jadi Peserta BPJS Kesehatan dan KetenagakerjaanPasuruan, KabarGress.Com – Wakil Gubernur Jawa Timur H. Saifullah Yusuf mengusulkankepada pemerintah pusat agar Kepala Desa (Kades) bisa mengikutikepersertaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. “Jika Kades mengikuti program BPJS Kesehatan memudahkan mereka dalam menjalankan pekerjaan tanpa takut membayar biaya saat sakit dan kecelakaan kerja. Sedangkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan ada jaminan hari tua, jaminan pensiun dan uang kematian,” tuturnya saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Tata Kelola Pemerintahan Desa Menuju Desa Mandiri, Sejahtera dan Partisipatoris Bagi Kepala Desa dan Camat di Pusdik Brimob, Watukosek Pasuruan, Senin (6/10).

Menurutnya, Kades bukanlah PNS yang secara otomatis mendapat asuransi kesehatan dari pemerintah. Di Amerika, adaasuransi kesehatan yang diberi nama Obama Care. SedangkanIndonesia memiliki BPJS yang kepesertaannya melebihi dariObama Care, karena yang dibiayai cakupannya lebih luas yakniseluruh warga negara Indonesia.

Di Jatim kepesertaan BPJS baru 18 juta jiwa, dari 39 juta jiwa. Jika ini terlaksana, masyarakat yang tidak memiliki asuransi kesehatan secara otomatis akan ditanggung oleh pemerintah.“Kades merupakan pekerjaan mulia yang bersentuhan langsung dengan masyrakat, sehingga pemerintah berhak memikirkan kesehatan maupun jaminan hari tuanya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menghimbau Kades agar tidak mudah memperjual belikan lahan produktifnya untuk tempat usaha, industri maupun untuk hotel dan restoran. “Sayaminta Kades tidak menjual tanah produktif, karena, setiap tahun sebanyak 2000 ha tanah subur beralih menjadi tempat usaha, industri,” terangnya.

Ia menambahkan, Kades boleh menjual lahan non produktif untuk tempat usaha dengan cara tidak diperjualbelikan secara langsung menjadi uang. “Setiap tahun lahan subur kita beralih fungsi. Para Kades lah yang bisa memberikan pemahaman kepada warganya sehingga tanah subur kita untuk pertanian tetap terjaga,” ungkapnya.

Bung Karno menyatakan, bahwa tantangan bangsa ini kedepan adalah soal ketahanan pangan.”Food is weapon”. Siapayang menguasai pangan dialah yang akan menguasai dunia. Indonesia termasuk negara yang penduduknya besar dan jadi targetserbuan produk pertanian asing. Untuk itu, mari kita lindungi pertanian kita.

Ditempat yang sama, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Prov. Jatim Dr. Saiful Rachman dalam laporannya mengatakan, maksud dan tujuan pelatihan untuk meningkatkan profesionalime kinerja kepala desa dan camat untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan  masyarakat.

Mereka diberikan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan yang cukup mendalam tentang pengelolaan keuangan desa bisa efisien sesuai dengan kebutuhan.

Sementara untuk kepesertaan angkatan II ini, berjumlah 960orang terdiri dari 800 kepala desa dan 160 camat se-Jawa Timurdan Kota Batu. (eri)