23/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Kemenpora Dukung Kegiatan Positif Bagi Pemuda Indonesia

Roy Suryo membuka workshop lukisan di rangkaian PSLI Surabaya Jawa Timur IndonesiaSurabaya, KabarGress.Com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sangat mendukung kegiatan-kegiatan di masyarakat yang dapat mengarahkan pemuda-pemudi Indonesia kepada hal-hal positif. “Sebab, pada 2020 nanti Indonesia akan mengalami bonus demografi. Jumlah usia produktif mulai 18-30 tahun sangat banyak. Ini harus dimanfaatkan dengan memberdayakan para pemuda dan pemudi kita,” ungkap Menteri Pemuda dan Olahraga, KMRT Roy Suryo Notodiprojo, di sela-sela acara pembukaan Workshop melukis, sebagai rangkaian Pasar Seni Lukis Indonesia 2014, di JX Internasional, Selasa (7/10/2014).

“Seperti workshop seni lukis untuk pemuda yang digelar 7-9 Oktober 2014 di JX Internasional Surabaya ini bagus untuk mengarahkan pemuda agar tidak melakukan hal-hal negatif. Kami di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendukung hal-hal seperti ini,” ujarnya.

Di Jakarta, lanjut Roy, Kemenpora banyak bekerjasama dengan komunitas atau organisasi yang melibatkan kepemudaan. Ia menuturkan, di dekat kantor kemenpora sering dipakai kebut-kebutan. Kemudian ia mendatangi mereka yang menanyakan apa yang mereka inginkan. “Akhirnya kami bekerjasama dengan sirkuit di Pondok Cabe sebagai tempat mereka kebut-kebutan. Kami memberikan peluang, kanal, dan kesempatan kepada pemuda agar kreatifitasnya tersalurkan,” terangnya.

Ia berharap, pemerintah yang baru nanti bersama kabinetnya bisa menampung kepemudaan karena penangannya tak bisa satu departemen saja. Ia mengaku khawatir apabila kemenristek digabung dengan pendidikan tinggi, atau kemenpora digabung dengan pendidikan dasar maka ilmu humaniora akan terkesampingkan.

Ia setuju, kegiatan-kegiatan yang bisa membina pemuda dimasukkan dalam kurikulum meskipun sifatnya lokal. Ia menyebut seni beladiri di Sumatera yang telah masuk dalam kurikulum lokal. “Jangan hanya bahasa daerah, kesenian lokal bisa dimasukkan dalam kurikulum. Demikian juga dengan olahraga. Jangan hanya mengejar ilmu eksak,” tukas Roy.

Sementara itu, Ketua Pasar Seni Lukis Indonesia 2014, M. Anis mengatakan workshop seni lukis untuk pemuda ini akan memberikan tentang seni lukis yang belum diajarkan di sekolah maupun perkuliahan. “Jika peserta serius, maka ilmu yang diperoleh lebih banyak dibandingkan belajar seni lukis selama satu semester,” tandas Anis. (ro)

Teks foto: Menteri Pemuda dan Olahraga, KMRT Roy Suryo Notodiprojo, melukiskan logo Kemenpora, sebagai tanda dibukanya workshop Seni Lukis untuk Pemuda.