Kemenhub Dukung Walikota Surabaya Terkait Moda Transportasi

Kemenhub Dukung Walikota Surabaya Terkait Moda TransportasiSurabaya, KabarGress.Com – Haparan walikota Surabaya, Tri RTismaharini segera memiliki berbagai moda transportasi mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan. Wakil Menteri Perhubungan (Mawenhub) Bambang Susantono menuturkan, kedatangannya kali ini ke Surabaya untuk mendukung program yang digagas walikota.

Bambang menegaskan, pihaknya sangat mendukung program pemerintah kota dalam membenahi transportasi perkotaan khususnya perkereta apian. Sebab berdasarkan rencana yang dimiliki, Surabaya memiliki program yang cukup lengkap.

Mulai dari monorel, trem, kereta api bandara, doble track (jalur ganda), kereta api logistik dan elektrikfikasi komuter serta kereta api khusus kontainer yang digagas oleh Pelindo III. Namun, sebelum rencana itu direalisasikan dibutuhkan perencanaan yang matang sebelum mewujudkannya.

“Studi yang ada sudah terlalu banyak. Makanya, kita mencari terobosan bersama walikota apa yang bisa dilakukan dalam satu dua tahun. Begitu juga soal trem, nanti juga akan kita kaji bersama,” ujar Bambang Susantono, saat ditemui di Stasiun Tandes, Surabaya, Jumat (3/10/2014).

Ia mengungkapkan, sesuai permintaan dari walikota  Surabaya, paling lama berbagai proyek tersebut harus sudah jadi dalam kurun waktu 2-3 tahun. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk mempermudah proses perizinan yang dibutuhkan. Termasuk untuk pembangunan Short cart ke Pelabuhan Teluk Lamong.

“Kita akan percepat perizinanya. Termasuk seritifikasinya. Tidak hanya kereta api tapi juga kereta api plus,” terangnya.

Sementara terkait rencana  Pemkot Surabaya membangun monorel, nanti akan dimatangkan dengan pemkot. Apalagi, sekarang sudah banyak kajian yang dilakukan. Dengan demikian, kajian yang ada hanya akan dijadikan acuan. Sebab untuk pembangunan monorel, pada prinsipnya itu dilakukan antara pemerintah dengan pihak swasta.

Sedangkan untuk rencana pembangunan jalur kereta api ganda menuju Pelabuhan Tanjung Perak,  Bambang mengaku, akan mulai dibangun pada tahun depan.  Harapannya, proyek itu dapat mengurangi beban jalan kota.

“Kita akan mengadopsi berbagai usulan yang diberikan walikota,” tandas Bambang Susantono.

Sementara walikota Surabaya, tri Rismaharini menjelaskan kenapa dirinya  lebih memilih menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) dari pada investasi murni dalam membangun trem. Salah satunya adalah kemudahan dalam proses perizinan.

“Sekarang sudah masuk di Bapenas. Untuk anggaran yang sudah turun tahun ini dari APBN adalah Rp 100 miliar,” ungkap Tri Rismaharini.

Risma membantah, dipilihnya memakai dana dari APBN lantaran tidak ada investor yang berminat. Menurut dia, opsi tersebut dipilih karena waktu itu kajian yang diminta KPI penjamin terlalu banyak.

“Kalau soal DED bisa dilakukan pendekatan. Sehyingga kita bisa buat desain and built (rancang bangun) yang bisa dikerjakan satu kontraktor,” pungkasnya. (tur)

Leave a Reply


*