Wagub Tularkan Ilmu dari Eropa ke Kepala Desa

Wagub Tularkan Ilmu dari Eropa ke Kepala DesaPasuruan, KabarGress.com – Setelah tiba dari kunjungan kerja di eropa, Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf kembali melaksanakan aktivitas pekerjaannya sebagai orang nomor dua di Jatim dengan menghadiri Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Tata Kelola Pemerintahan Desa Menuju Desa Mandiri, Sejahtera, dan Partisipatoris di Bumi Watukosek, Pasuruan, Rabu (1/10).

Pada kesempatan itu, Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim berbagi pengalaman dan menularkan ilmu yang diperolehnya dari kunjungan kerjanya selama berada dibenua biru kepada 150 lebih kepala kepala desa dan camatyang mengikuti Bimtek tersebut.

“Saya mendapat banyak pelajaran ketika mengunjungi beberapa negara eropa, diantaranya Denmark, Norwegia, Swiss dan Jerman. Kepala desa disana mempunyai tanggung jawab dan peran yang besar bagi kemajuan negaranya. Ada tiga hal penting yang menjadi catatan saya,” katanya.

Pertama, kades di negara eropa sangat memperhatikan nasib petani. Sebab mereka benar-benar memahami bahwa petani adalah ujung tombak terwujudnya swasembada pangan. “Di negara maju, petani diberi subsidi dan para kades disana memiliki visi untuk mewujudkan kemandirian pangan, dan mereka benar-benar melindungi dan berusaha menyejahterakan petani karena petani yang menyediakan pangan untuk negara,” katanya.

Hal tersebut patut dicontoh oleh kades Jatim, sebab tantangan bangsa ini kedepan adalah soal ketahanan pangan. ”Food is weapon.. siapa yang menguasai pangan, itulah yang menguasai dunia. Indonesia termasuk negara yang penduduknya besar dan jadi target serbuan produk pertanian asing, mari kita lindungi pertanian kita,” ujarnya.

“Caranya, mari kita bersama mengangkat nasib petani,kades jangan ijinkan jika ada tanah di desanya yang dijual, apalagi tanah subur yang dialihkan jadi lokasi industri. Lindungilah para petani, apalagi kedepan tiap desa mendapat kucuran dana APBN sebesar Rp1 miliar, gunakan itu untuk membangun pertanian,” katanya.

Kedua, kades di eropa benar-benar menjamin pendidikan bagi anak-anak yang miskin. Sebab mereka sadar bahwa salah satu jalan untuk mengurangi kemiskinan dan kriminalitas adalah melalui pendidikan.

“DI eropa, untuk mengurangi kemiskinan, khususnyayang dialami para imigran, adalah dengan pendidikan. Jadi anak-anak dari keluarga yang miskin disekolahkan oleh kades, tujuannya agar di masa depan anak-anak itu bisa mengangkat derajat keluarganya sekaligus menjauhkan mereka dari tindakan kriminal. Langkah ini bisa ditiru oleh kades di Jatim, anggarkanlah dana desa untuk pendidikan anak-anak dari keluarg miskin,” tuturnya.

Ketiga, pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dan kaum remaja. Gus Ipul mengatakan, pemberdayan kaum perempuan sedang menjadi topik hangat di PBB karena kaum perempuan menjadi penentu kesejahteraan keluarga. “Jika perempuan sehat dan sejahtera, maka anaknya juga sehat dan sejahtera. Jadiperempuan harus diberdayakan melalui usaha-usaha kreatif seperti UKM dan home industry,” katanya.

Selain itu, kaum remaja juga dibina dan difasilitasi untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif di desa. Kemudian kades disana juga memfasilitasi para netizen. Yakni orang-orang paham teknologi dan aktif di media sosial, mereka dimanfaatkan untuk membangun dan mempromosikan desanya melalui karya-karya yang inovatif,” katanya.

Masih menurut Gus Ipul, berdasarkan UU RI Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 26, kades memiliki tugas yang berat. “Kades ibaratnya adalah presiden kecil, karena dipilih langsung oleh rakyat dan memiliki anggaran dana sendiri dari APBN. Jadi harus benar-benar mampu mengelolanyadengan berpedoman pada ketentuan perundang-undangan,” himbaunya.

“Sebab bisa jadi, secara tidak sadar kita melakukan sesuatu yang salah dan memerlukan pertanggungan hukum kedepannya. Ikutilah bimbingan teknis ini agar kades mengerti cara pengelolaannya, cara pengeluarannya, cara pertangung jawabannya dan lainnya. Semoga sukses menjalankan peran sebagai kades dan camat,” tutupnya. (eri)

Leave a Reply


*