03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Hadapi AEC, Pemprov dan PGRI Sepakat Restrukturisasi Pendidikan

Surabaya, KabarGress.Com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jatim sepakat untuk melakukan restrukturisasi pendidikan. Hal itu merupakan bagian penting dari persiapan Jatim untuk memenangkan persaingan di bidang pendidikan saat era Asean Economic Community (AEC) 2015 mendatang.

Kesepakatan itu terungkap saat Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo menerima kunjungan pengurus PGRI Jatim bersama rombongan yang dipimpin ketuanya, Drs H Ikhwan Sumadi, MM di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (25/9).

Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim mengatakan saat AEC 2015 resmi diberlakukan, seluruh guru se-Asean dapat mencari pekerjaan di Indonesia, termasuk Jatim. Sehingga kemungkinan serbuan guru asing ke Jatim sangat besar, tentu hal ini perlu diantisipasi melalui strategi yang tepat.

Strategi pertama adalah meningkatkan kualitas guru lokal melalui pendidikan dan pelatihan agar memiliki kualitas bertaraf Asean. Selain itu, memperbanyak SMK mini dengan taraf internasional sehingga lulusan SMK kedepannya akan memiliki sertifikasi tingkat Asean.

“Para pelajar SMK akan diberikan pelatihan dan digodok selama 6 bulan dengan standarisasi Asean. Dalam hal ini kita menggandeng Jerman. Kedepan, mereka tidak hanya bisa mengelas pagar, tetapi juga bisa mengelas kapal. Tahun ini kami juga membangun 70 SMK mini untuk mempersiapkan tenaga kerja berkualitas yang siap pakai” ujarnya.

Strategi kedua adalah membuat Perda yang mengatur standarisasi dan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh guru asing yang ingin mengajar di Jatim. Tujuannya agar keberadaan guru-guru lokal tidak tergerus oleh guru-guru asing yang datang ke Jatim.

“Menghadapi AEC 2015, kita perlu restrukturisasi pendidikan untuk mengantisipasi serbuan guru asing, sebab kita tidak menahan guru asing masuk ke Jatim. Saat ini kita sedang menyusun Perda yang mengaturnya. Jadi kita perlu restrukturisasi dan standarisasi pendidikan” katanya.

“Pada intinya, Jatim ingin membuat standarisasi pendidikan dan meningkatkan standar untuk memenangkan persaingan di AEC 2015. Jadi kita perlu membahas bersama, bagaimana standar yang bagus, Caranya seperti apa, dan lainnya. Dinas Pendidikan dan PGRI perlu mengadakan rapat khusus untuk membahas restrukturisasi pendidikan” tuturnya.

Ajakan Pakde Karwo disambut positif oleh Ketua PGRI Jatim, Drs H Ikhwan Sumadi. Ia mengatakan bahwa restrukturisasi diperlukan agar guru lokal siap menghadapi AEC 2015. “Kami sepakat untuk membantu pemerintah dalam memajukan pendidikan, kami segera membentuk tim khusus yang siap memberikan masukan kepada pemerintah” katanya.

Lebih lanjut Ikhwan Sumadi mengatakan, tujuan menghadap Gubernur untuk melaporkan rencana peringatan HUT PGRI ke-69. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di GOR Jayabaya Kediri pada tanggal 29-30 November 2014.

Kegiatan ini diawali dengan peringatan hari Aksara Internasional dan dihadiri oleh bupati/walikota dan Dinas Pendidikan se-Jatim. Kami mohon kesediaan bapak Gubernur untuk hadir” katanya.

Undangan tersebut disambut positif oleh Pakde Karwo. “Saya siap hadir secara langsung” jawabnya. (Eri)