22/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Mobdin Selesai, Laptop Berpolemik

Surabaya, KabarGress.Com – Fasilitas pinjam pakai Sekertariat DPRD Surabaya kembali menjadi polemik.  Setelah Mobil Dinas, kini giliran Laptop yang kembali jadi persoalan. Meski hari terakhir masa penarikan, Rabu (24/9/2014) ternyata masih ada puluhan unit laptop belum kembali.

Dari pantauan media KabarGress.Com, di ruang inventaris Sekwan, puluhan laptop tersebut tertata didalam lemari, terbungkus didalam tas berwarna hitam. Salah seorang Staff terlihat mencocokkan data inventaris jumlah yang keluar dengan  jumlah barang yang diterima.

Berdasarkan data inventaris laptop di Sekwan DPRD Surabaya tercatat sebanyak 50 unit laptop belum kembali seluruhnya. Itu dari jumlah unit yang telah masuk kedalam inventaris dewan baru sejumlah 31 unit. Sedangkan 19 unit diantaranya belum kembali.

Jumlah ini ada yang janggal. Sebab, dalam data inventaris Sekwan seluruh unit laptop telah dipinjam pakaikan kepada Anggota DPRD Surabaya periode 2009-2014 lalu. Seharusnya jumlah tersebut tidak seluruhnya dipinjampakaikan.

Sebab, pada Tahun 2010 anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa diketahui mengembalikan inventaris milik Negara ini.”Semua anggota Fraksi kita tidak ada yang pinjam. Pasca diberikan (Sekwan, Red) namun kita kompak untuk mengembalikan semua,” kata Wakil Ketua DPRD Surabaya, Masduki Toha.

Mantan Anggota Komisi D ini meyatakan, seluruh anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa periode lalu sudah mengembalikan 5 unit.”Jadi tidak ada anggota kita yang membawa laptop dewan,” kata Masduki.

Terpisah, Sekertaris DPRD Surabaya, Afghani Wardhana mengakui hingga batas akhir penarikan fasilitas dewan, tinggal Laptop saja yang belum sepenuhnya dikembalikan.”Mobdin sudah semua. Laptop yang masih kurang,” kata dia.

Dilain sisi, dikonfirmasi terkait jumlah unit yang keluar dari inventaris dengan jumlah yang telah kembali ada perbedaan, Mantan Camat Asemrowo Surabaya ini mengaku belum mengetahui informasi ini.”Kami akan kroscek lagi. Sementara ini, jumlah yang sudah masuk seperti yang sudah ada didalam data,” terang Afghani. (tur)