05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Tolak Pembangunan Sekolah, Warga Balas Klumprik Datangi Dewan

Tolak Pembangunan Sekolah, Warga Balas Klumprik Datangi DewanSurabaya, KabarGress.Com – Warga RW 2, Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung Surabaya, mendatangi gedung dewan DPRD kota Surabaya, guna menyampaikan penolakan terhadap rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang akan membangun SMKN, SMPN, dan Depo Arsip di Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) atau tanah ganjaran milik warga.

Penolakan warga tersebut didasari karena tidak adanya musyawarah terlebih dahulu yang dilakukan oleh pemkot kepada warga dan dianggap tidak memperhatikan aspiratif warga. Sehingga, pembangunan yang rencananya akan dilakukan oleh PT.Kumala Wandira, rabu besok, (24/9/2014) akan ditolak warga.

Salah satu perwakilan warga dari Tim 11 balas klumprik, Dadang Madsyariana mengatakan,
Sebenarnya warga meminta untuk BTKD tersebut, dibangun pasar, lapangan olahraga, masjid dan gedung pertemuan serta PAUD. Namun, Hingga pembahasan terakhir sampai saat ini belum ada kejelasan.

“”Sebelum ada kesepakatan yang dilakukan pemkot serta PT Kumala Wandira kepada warga. Kami akan tetap menolak pembangunan ini sampai kapan pun. Kami juga berharap keinginan kami ini, nantinya bisa dikabulkan oleh Walikota,” jelasnya, Selasa (23/9/2014), saat di temui oleh F-PDIP Baktiono, (mantan ketua komisi D).

Memang ada pembangunan, masjid, dan gedung olahraga, lanjutnya, tetapi hanya didalam gedung sekolah. “Percuma pembangunan itu ada, tetapi warga nantinya tidak bisa menikmati tempat itu, karena kan gedung itu berada di dalam sekolah itu,” tegasnya.

Sekertaris RW 2 Balas Klumprik, Sholeh menuturkan, penolakan warga ini juga disebabkan janji pemkot yang belum terselesaikan kepada warga pada beberapa tahun lalu saat pemkot membangun hutan kota. Pemkot berjanji akan memberikan kompensasi kepada warga. Namun, sampai saat ini tidak ada desas desusnya.

“Kami meminta pemkot memenuhi janji-janjinya yang dulu. Saat membangun hutan kota. Katanya kami diberikan kompensasi tapi apa nyatanya, sampai sekarang, tidak ada kabarnya, malah ingin membangun sebuah proyek baru, tapi permintaan kami belum dipenuhi,” sesalnya. (tur)