Pakde Karwo Minta agar Indonesia Incorporated Diprioritaskan

Manado, KabarGress.Com – Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim dalam Rapat Pengurus Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang gelar usai sidang Paripurna Istimewa DPRD Sulut dalam rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara ke-50 di Convention Center Manado Selasa (23/9), mendesak agar dalam pertemuan seluruh anggota APPSI pada tanggal 6 Oktober 2014 nanti mengagendakan bahasan utama soal Indonesia Incorporated.

Rapat khusus pengurus inti ini dihadiri oleh 8 gubernur, yaitu Sulut selaku tuan rumah, Sulsel, Sulbar, Jawa Timur, Jawa Barat, Gorontalo, Maluku Utara, dan yang diwakili dari Kepulauan Riau dan Sumatera Barat membahas rencana penyampaian konsep rekomendasi untuk Presiden dan Wakil Presiden yang baru nanti.

Menururt Pakde Karwo, Indonesia Incorporated sangat mendesak segera dibahas mengingat tahun 2015 akhir Indonesia harus masuk di Masyarakat Ekonomi asean. “saya kira ini penting kita bentuk konektiviti antar provinsi, sehingga kebutuhan perekonomian dalam negeri kita penuhi dulu sebelum ada serangan dagang dari luar yang tidak bias kita bending,” kata Pakde bersemangat.

Yang tidak kalah penting usulan Pakde Karwo dalam pertemuan itu adalah permasalahan energy dan bahan tambang harus dibenahi karena bagi daerah yang ketempatan tambang tyersebut harus mendapatkan golden share. “disamping itu kita minta agar ada domestic obligation, keperluan gas dalam negeri harus terpenuhi dulu baru sisianya kita jual keluar. Karena kebutuhan industry kedepan memerlukan gas yang banyak,” lanjutnya.

Menanggapi berbagai keluhan provinsi soal sulitnya investasi ke daerah, Pakde Karwo memberikan alternative pemikirannya agar untuk PMA yang provinsi cukup diurus di provinsi tujuan saja. “BKPM supaya menyerahkan kewenangannya ke provinsi, pemerintah pusat terkait investasi cukup memberikan standard an prosedur saja. Jangan semuanya ditarik ke Jakarta, sampai notaris perjanjiannya juka di Jakarta sementara kegiatannya di provinsi,” ujar Pakde yang di amini oleh Gub Sulut, Jabar dan Gorontalo.

Sementara itu dibagian lain Pakde Karwo minta kepada para pengurus APPSI agar bersama-sama mengkritisi bank Indonesia dimana Kredit Lunak Bank Indonesia untuk bias landing ke masyarakat. Negara-negara seperti Malaysia dan Thailand bank centralnya diijinkan untuk melakukan kredit dengan bunga murah untuk mengungkit usaha mikro, kecil dan menengah. “Di kita nggak bias seperti itu karena ada pasal pengikat, bahwa BI tidak boleh memberikan kredit murah seperti jaman dulu,” katanya.

Pakde pun minta agar persoalan pengan bukan saja soal padi, jagung dan kedelai, tapi supaya ditambahkan soal gula dan daging sapi. “Ini penting ditambahkan karena persoalan pangan yang kita hadapi selama ya soal gula  dan daging sapi. Persoalan jadi runyam, kalau sampai persediaan kita kurang untuk masyarakat,” ujar Pakde Karwo yang langsung disetujui oleh Gub Sulsel Sahrul Yasin Limpo.

Rencananya dalam waktu dekat ini, para gubernur se Indonesia akan memberikan penghargaan kepada Presiden SBY atas prestasi dan dedikasinya selama 10 tahun pemerintahannya. “kalau biasanya kita mendapat penghargaan dari presiden, nanti pada saatnya para gubernur menandatangani penghargaan untuk presiden. Gantian kita yang memberi apresiasi kepada presiden,” ujar gub Sulsel Yasin Limpo selaku Ketua APPSI usai rapat pengurus inti di Manado. (Eri)

Leave a Reply


*