05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

800 Siswa Sekolah Islam Al-Azhar Belajar Manasik Haji

* Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika la syarika laka labbaika. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka. laa syarika laka.

800 Siswa Sekolah Islam Al-Azhar Belajar Manasik HajiSurabaya, KabarGress.Com – Dengan penuh semangat murid-murid Sekolah Islam Al-Azhar mengumandangkan kalimat talbiyah setiap pagi sebelum masuk kelas. Tak mau kalah dengan para jamaah haji yang saat ini sedang melakukan serangkaian ibadah haji di Makkah, murid-murid sekolah Islam Al-azhar pun antusias untuk belajar ‘berhaji’. Meskipun tidak mungkin kiranya pembelajaran tersebut dilakukan di tempat aslinya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pembelajaran manasik haji tahun ini dilaksanakan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pada Selasa 23 September 2014 mulai pukul 08.00-11.00. Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 800 siswa Al-Azhar terdiri dari KB/TK 15, KB/TK 35, SDIA11, SDIA35 dan SMPIA 13 termasuk guru dan karyawan.

Settingnya pun dibuat semirip mungkin dengan masjidil haram yang berada di Makkah. Segala rangkaian kegiatan pelatihan mulai persiapan pembuatan miniatur ka’bah, kiswah, hijir Ismail, maqom Ibrahim, melontar jumroh, muthowwif (pembimbing haji) hingga khotib khutbatul wada’ dilakukan melibatkan siswa. Suasana kegiatan juga diupayakan sesuai aslinya termasuk pakaian ihram yang akan digunakan seluruh siswa Al-Azhar, termasuk asykar, petugas haji dan petugas kesehatan. Anak-anak pun akan belajar tentang kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi oleh jamaah haji seperti cek paspor, visa dan lain-lain.

Dalam manasik haji yang akan dilaksanakan serempak oleh guru dan murid Al-Azhar mulai jenjang pendidikan KB-TK, SD dan SMP akan dilakukan serangkaian yang sama persis dengan para jamaah haji di tanah suci. Mulai Tawaf, membaca Talbiyah, Wukuf, mabit di muzdalifah, melontar jumroh, tahalul dan tawaf wada’.

“Kegiatan ini tidak hanya sekadar pembelajaraan tentang tata cara ibadah haji dan pengurusan administrasi seperti paspor dan lain-lain, akan tetapi kegiatan ini merupakan sebuah bentuk penanaman keyakinan yang lebih mendalam akan kebenaran ajaran islam. Kami ingin anak-anak sejak dini punya tekad dan keingin yang kuat untuk menunaikan perintah Allah berhaji di Tanah Suci,” ujar Baharuddin Staff khusus YPIAJT. (ro)