03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Sekda Minta Performance Protokol Ditingkatkan

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. H. Akhmad Sukardi, saat membuka Rapat Koordinasi Keprotokolan Kab/Kota se Jawa Timur di Hotel Bisanta Bidakara Jl. Tegalsari 77-85 Surabaya, Jumat (19/9) malam.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. H. Akhmad Sukardi, saat membuka Rapat Koordinasi Keprotokolan Kab/Kota se Jawa Timur di Hotel Bisanta Bidakara Jl. Tegalsari 77-85 Surabaya, Jumat (19/9) malam.

Surabaya, KabarGress.com – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. H. Akhmad Sukardi MM meminta, kepada petugas protokol untuk meningkatkan performance atau tampilan diri untuk membawa nama baik instansi dalam melayani setiap kegiatan Gubernur maupun Bupati/Walikota beserta pejabat tinggi lainnya. Hal tersebut disampaikannya pada saat membuka Rapat Koordinasi Keprotokolan Kab/Kota se Jawa Timur di Hotel Bisanta Bidakara Jl. Tegalsari 77-85 Surabaya, Jumat (19/9) malam.

Ia menegaskan, bahwa tugas protokol sangat strategis karena dapat mengubah dan membentuk citra sebuah organisasi atau institusi. Dengan peran tersebut, protokol pada akhirnya diidentikkan dengan performa suatu institusi. “Performance, dapat menentukan kesuksesan dalam setiap tugas yang diembannya protokol. Karena performance dapat membawa situasi dan suasana bekerja menjadi lebih semangat dan bergairah,” tegasnya.

Rakor ini, bertujuan untuk saling bertukar pikiran, pengalaman serta koordinasi yang baik dengan protokol se-Jatim. Dalam rakor ini, juga diajarkan cara berbahasa tubuh atau Body Language yang baik termasuk kemampuan tata cara berkomunikasi, berbicara mengatur acara agar tertib dan rapi.

Dicontohkan, dalam berbagai kesempatan protokol harus menyinergikan performance atau penampilan dengan kegiatan yang ada. Salah satunya, jika memakai baju dengan warna yang mencolok, maka celana yang digunakan harus disesuaikan.

Selain meningkatkan performance, tugas lain dari protokol yakni sering melatih diri olah vocal dan intonasi sebagai pembawa acara. Intonasi suara dari pembawa acara harus terlatih, setiap bacaan suara yang dihasilkan harus diatur dengan seimbang baik panjang pendeknya juga harus diperhatikan.

Menjadi petugas protokol, tidak hanya sekadar tahu tentang cara mengatur tamu atau menyambut tamu kenegaraan yang ada. Tidak jarang ditemui, jika acara yang dilaksanakan berjalan sukses, melupakan peran dari petugas protokol. “Biasanya, jika suatu acara gagal, maka protokol yang lebih dahulu jadi sasaran kemarahan karena dianggap gagal mengatur acara. Namun, itulah resiko pekerjaan selaku petugas protokol,” ujarnya.

Sukardi memahami, menjadi petugas humas dan protokol yang memiliki waktu selama 24 jam penuh dalam melayani tugas pimpinan dinilai sangat berat. Namun, dengan diiringi oleh niat dan pengabdian yang tinggi, kendala yang sulit bisa terselesaikan. “Saya mengapresiasi Rakor ini sebagai bentuk kepedulian dari Pemprov Jatim untuk dapat berkoordinasi dengan sesama protokol kabupaten/kota untuk membahas tugas-tugas yang diemban dalam memberikan pelayanan kepada Gubernur, Bupati dan Walikota beserta jajarannya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov. Jatim Drs. Supratomo M. Si dalam laporannya mengatakan, bahwa rakor ini bertujuan untuk bersama-sama protokol di daerah meningkatkan kualitas kinerja. Selain itu, rakor ini akan dimanfaatkan untuk membangun dan membentuk forum protokol. Forum protokol ini, mempunyai tujuan untuk memudahkan koordinasi antara protokol tingkat provinsi dan kab/kota. “Dalam kegiatan ini, kami juga ingin membahas permasalahan yang sering dihadapi petugas protokol di lapangan beserta solusinya. Kita akan sharing dan bertukar pengalaman dengan protokol daerah demi mencapai kesuksesan dari setiap acara yang dilakukan oleh Kepala Daerah yang ada,” tutupnya. (Eri)