M Afghani Wardhana: Seluruh Anggota Dewan Harus Asuransikan Mobdin

M Afghani Wardhana

M Afghani Wardhana

Surabaya, KabarGress.Com – Sekretaris Dewan (Sekwan) M Afghani Wardhana menghimbau, Mobil Dinas (Mobdin) yang dipinjamkan kepada angota DPRD Surabaya diasuransikan. Himbauan ini mengingat status mobdin pinjam pakai, segala kerusakan menjadi tanggung jawab pemakai.

“Memang tidak ada keharusan. Tetapi lebih aman memang diasuransikan, sekwan tidak menanggung bila ada kerusakan, kecuali mobdin pimpinan dewan (ketua dan wakil ketua), biaya operasional dan kerusakan kami yang nanggung,” ucapnya, Jumat (19/9/2014).

Dia menjelaskan, beberapa anggota dewan periode sebelumnya mengasuransikan mobdin. Sebut saja Herlina Harsono Njoto dan Rio Pattisilano. Keduanya saat ini menjadi anggota dewan terpilih periode 2014-2019 mewakili partainya masing-masing. Meski tidak diharuskan, namun langkah keduanya terbilang bagus.

“Gimana-gimana kalau ada kerusakan kan tanggungan mereka, jadi kalau diasuransikan aman,” tambahnya.

Hingga saat ini distribusi mobdin belum dilakukan. Ketua DPRD Surabaya belum menginstruksikan kepada sekwan. Bisa jadi karena 50 mobil yang dipinjamkan belum kembali semua. Menjelang 24 September batas akhir pengembalian, masih ada satu mobil yang belum diserahkan. Mobil itu dipakai mantan anggota Komisi A Erick Reginal Tahalele.

Menurutnya, dari sekian mobil yang dikembalikan, sudah diperbaiki secara bertahap. Saat ini ada 11 yang sudah diperbaiki, 11 lagi masih sedang berada di bengkel. “11 selesai, 11 lagi kita masukkan ke bengkel, jadi dibuat bertahap perbaikannya,” jelas pria asli Pacitan ini.

Erick Reginal Tahalele memastikan akan mengembalikan mobdin sesuai dengan surat yang diedarkan oleh sekwan. Dalam surat tersebut tertuang pengembalian mobdin 24 September. Karena itu, dia mengelak enggan menyerahkan mobil dengan status pinjam pakai tersebut.

“Jadi tolong sekwan tidak membuat opini di media massa,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini mengancam akan mensomasi sekwan jika terus membuat polemik mobdin. Menurutnya, 24 September merupakan tanggal pengembalian. Dia menegaskan akan mengembalikan pada 24 September mendatang.

“Kalau saya mengembalikan lebih dari tanggal itu (24 September) berarti saya harus siaap konsekuensinya,” jelasnya. (tur)

Leave a Reply


*