03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Jatim Tertarik Program Ketahanan Pangan Australia

Jatim Tertarik Program Ketahanan Pangan AustraliaSurabaya, KabarGress.Com – Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf tertarik dengan program pemerintah Australia melalui oleh Australia-Indonesia Partnership for Promoting Rural Income Through Support for Marketing in Agriculture (AIP-PRISMA) dalam memajukan dan meningkatkan produktifitas ketahanan pangan di Jatim. Hal tersebut disampaikannya saat bertemu Wakil MenteriDepartemen of Foreign affair and Trade (DFAT) Australia Jean Bernard Carrasco di Ruang Kerjanya, Rabu (17/9).

Ia mengatakan, meningkatnya jumlah penduduk dan minimnya keterbatasan lahan untuk pertanian menyebabkan pemerintah harus memiliki formula untuk mengatasinya. Setiap tahun, jumlah lahan pertanian berkurang akibat tambahan kebutuhan untuk pemukiman penduduk dan indutri.

Menurutnya, tak ada pilihan lain bagi pemerintah untuk mencari solusi meningkatkan produktifitas kecuali dengan bantuan teknologi. Teknologi ini bisa disinergikan dengan ketersediaan bibit dan penggunaan pupuk yang ada. “Kami senang, ada program yang dilakukan oleh AIP-PRISMA di Kab. Ponorogo dengan memberikan hormon kepada pohon sehingga hasil panenmangga yang hanya panen pada satu musim bisa dilakukan dua kali dalam setiap musim panen. Terima kasih, karena Jatim dijadikan Pilot Project,” ungkapnya.

Selama ini, meskipun 1.000 ha lahan untuk pertanian berkurang, akan tetapi produktifitas pertanian tetap meningkat.Salah satunya, Jatim surplus beras sebanyak 4 juta ton. “Dengan dilakukannya pemberian hormon kepada tumbuhan, pemeliharanpupuk secara intens dan didukung oleh teknologi yang ada, makapeningkatan produktifitas akan terealisasi. Perlu kerja keras, untuk meningkatkan produktifitas pertanian sekaligus menambah nilai tukar petani. Untuk itu, dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak,” ujarnya.

Gus Ipul menegaskan, keterbatasan lahan pertanian diperparah dengan banyaknya petani beralih menjadi buruh pabrik.Untuk itu, kami menyambut baik program yang ditawarkan oleh AIP PRISMA untuk meningkatkan produktifitas hasil panen di Jatim.

Wakil Menteri Departemen of Foreign affair and Trade (DFAT) Australia Jean Bernard Carrasco menyatakan, sangat terbuka ingin segera melakukan kerjasama dengan Jatim khususnya untuk peningkatan pertanian di Jatim. “Kami sangat berharap, kerjasama di bidang pertanian ini akan ditingkatkan lagi. Kami akan berkeliling di Jatim untuk melihat potensi di bidang pertanian. Semoga kerjasama ini bisa membawa kebaikan bagi masyarakat Jatim,” terangnya.

Sementara itu, Daniel Nugraha Team Leader AIP PRISMA memaparkan, bahwa beberapa saat yang lalu delegasi dari Australia berkunjung ke Kab. Ponorogo. Delegasi pertanian Australia memberikan penyuluhan kepada petani untuk meningkatkan hasil pertanian khususnya produktifitas mangga.

Dijelaskannya, meskipun musim panen mangga pada iklim di Indonesia hanya mampu panen satu kali, namun dengan tambahan suntikan bibit yang ada musim panen dapat dilakukan dua kali.“Kebutuhan akan mangga sangat besar,tidak hanya di dalam melainkan di luar negeri. Kami memiliki formula, untuk menambah jumlah produksi dan terbukti mampu meningkatkan produksi pada musim panen. Meskipun, pada musim panen utama produksinya menurun 20 persen, namun jumlah produksi dari buah mangga meningkat,” tutupnya. (Eri)