03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Awasi Kinerja Perhubungan, Pakde Karwo Minta Perhubungan Buat Timeline

Awasi Kinerja Perhubungan, Pakde Karwo Minta Perhubungan Buat TimelineSurabaya, KabarGress.Com – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo akanmelakukan pengawasan terhadap kinerja perhubungan,karena dalam transportasi melibatkan arus barang dan orang. Hal itu membuktikan perhubungan memiliki peransangat penting dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir tahun 2015.

“MEA adalah pertempuran canggih dari pada pertempuran lainnya. Karenanya saya harus melakukan kontrol secara langsung terhadap kinerja perhubungan,apakah sudah ada kesesuaian antara “Lima Citra ManusiaPerhubungan” dengan implementasi tugas di lapangan,” ujar Pakde Karwo sapaan lekat Gubernur saat menjadiIrup memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2014 di Politeknik Pelayaran Surabaya(Poltekpel), Rabu(17/9).

Pengawasan yang dilakukan adalah wujud komitmen pimpinan untuk  mensukseskan pembangunan perhubungan. Kegiatan yang dilakukan juga harus diterangkan dalam timeline dan target yang jelas. “Dengan kontrol yang baik serta kerjasama yang baik antara pimpinan dan semua insan perhubungan, saya yakinmampu membawa Jatim makin maju dan sejahtera dan siap menghadapi MEA,” terangnya.

Dijelaskannya, aktifitas lalulintas barang dan jasa di Jatim mencapai sekitar Rp. 1.110 triliun, dari ekspor dan impor. Sedangkan transaksi perdagangan antara Jatim dengan 26 propinsi baik lewat darat, laut dan udara jumlahnya mencapai 31,9% dari total market dalam negri. Ini berarti selama lima tahun ada kenaikan transaksi perdagangan dari 23% menjadi 31,9%. “Melihat kemajuan transaksi perdagangan, maka Jatim harus mempu menjadihub (penyambung) pelaksanaan MEA 2015. Dan jika terjadi gangguan distribusi barang dan jasa di Jatim akan mengganggu inflasi Indonesia timur,” tuturnya

Untuk mendukung kontrol terhadap kinerja perhubungan, akan dibangun infrastruktur baru agar bisadilakukan tracking system terhadap semua sektor perhubungan. Selain itu, satuan administrasi pangkal jugaperlu dibangun untuk mengontrol tracking system yang sudah berjalan. Di sisi frontline juga harus disiapkanstandarisasi barang misalnya karantina pertanian, standarisai obat dan karantina perikanan. “Semua infrastruktur, baik dari sisi Teknologi Informasi (TI) maupun sarana prasarana, merupakan bentuk Market Intelegence Business agar dunia perhubungan tidak tergerus oleh produk aplikasi asing,” tegasnya.

Salah satu bentuk kemajuan di bidang transportasi Jatim diantaranya  diresmikannya Terminal MultipurposeTeluk Lamong. Terminal Teluk Lamong dibangun dengankonsep green port untuk meningkatkan kapasitas Pelabuhan Tanjung Perak. Green Port artinya adalah truk-truk yang berada terminal ini menggunakan bahan bakargas yang ramah lingkungan. Selain itu ada beberapa proyek Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)  diantaranyaPembangunan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto, TolGempol-Pandaan serta Pengembangan Pelabuhan BrantaKabupaten. Pamekasan.

Saat membacakan sambutan Menteri Perhubungan E.E Mangindaan Pakde Karwo mengatakah,pembangunan perhubungan mempercepat kemajuanbangsa, dan menjadi sarana yang tepat untukmenyejahterkan masyarakat. Karenanya seluruh insanperhubungan harus terus memantapkankomitemenmennya dan  bekerja keras, cerdas, dalammelaksanakan program pembangunan.

“Agar cita-cita para pendahulu kita dapat tercapai yaitu kemajuan dan kesejahteraan rakyat, maka seluruh insan perhubungan harus mampu bekerja keras dan cerdas,” pintanya

Ia menjelaskan, permasalahan yang dihadapi sektor transportasi dari waktu ke waktu semakin kompleks. Permasalahan itu diantaranya tentang aksesibilitas dan keterjangkauan, permasalahan transportasi massal, kelanjutan reformasi di bidang transportasi, dan kepastian regulasi dalam penyelenggaraan transportasi. “Semua hal yang saya sebutkan tersebut telah menjadi isu yang harus segera diselesaikan,” imbuhnya.

Selain itu, tuntutan masyarakat akan perubahan layanan jasa transportasi terus meningkat sejalan dengan perkembangan teknologi. Apalagi menghadapi adanya arus globalisasi yang semakin masif dan komprehensif, maka diperlukan kesiapan transportasi. “Dalam menghadapi pasar tunggal ASEAN tahun 2015, bidang transportasi harus bersiap dengan matang dan mampu menyesuaikan kemajuan teknologi,” terangnya.

Ia menambahkan, program pembangunan dan pengembangan transportasi yang terintegrasi dalamMP3EI belum dapat diwujudkan sepenuhnya. Melalui program MP3EI kita akan memperkuat aspek konektivitas,keselamatan, aksesibilitas, keterjangkauan domestik sekaligus untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.

“Kesinambungan MP3EI diharapkan mampu memperkuat sistem logistik nasional dalam menghadapi persaingan bebas, karenanya rencana kerja Kementrian Perhubungan tahun 2015 harus dapat mengakomodasi penuntasan masalah tersebut,” jelasnya.

Seluruh insan perhubungan dituntut untuk terus melakukan perubahan sikap dan pola pikir dalam menghadapi tantangan ke depan. Di samping itu, dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada diperlukan kepekaan dan kemampuan untuk melakukan inovasi untuk kepentingan peningkatan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat

Peringatan Harhubnas Tahun 2014 bertema “Melalui Peringatan Hari Perhubungan Nasional Tahun 2014 Kita Tingkatkan Pembangunan Sektor Transportasi Untuk Menuju Indonesia Semakin Maju dan Sejahtera”.

Usai acara pokok Gubernur menyerahkan penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) kepadaKepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Wahid Wahyudi. Gubernur juga menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba pelajar pelopor Provinsi Jatim. Selain itujuga penyerahan penghargaan tanda kehormatan Styalencana Karya Satya 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun di lingkup kementrian perhubungan. (Eri)