Pakde Karwo dan Gus Ipul Minta Kiai Terus Doakan Jatim

Pakde Karwo dan Gus Ipul Minta Kiai Terus Doakan JatimSurabaya, KabarGress.com – Pemprov Jatim selalu minta saran kepada ulama dalam menentukan kebijakan, khususnya yang terkait dengan SARA, norma dan etika untuk kebaikan ummat. Pemerintah selalu berdiskusi dengan seluruh unsur pimpinan pemerintahan mulai dari TNI-Polri, tokoh masyarakat terutama petunjuk dan arahan dari kiai dan ulama. “Saya dan Gus Ipul berharap agar Kiai beserta ulama terus mendoakan Jatim agar di jauhkan dari segala bahaya sehingga suasana kondusif provinsi ini terus terjaga,” ujar Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwodihadapan ribuan jamaah yang hadir saat menghadiri 100 hari wafatnya KH. Idris Marzuki, di Pondok Pesantren (Ponpes)Lirboyo, Kediri Senin (15/9) malam.

Pakde Karwo mencontohkan, saat memutuskan untuk melarang gerakan ISIS di Jatim, ia terlebih dahulu minta saran para kiai. Masyarakat Jatim hidup secara rukun, tentram dan aman karena adanya berkah dari banyaknya Ponpes dan juga doa yang dilakukan oleh kiai untuk kemaslahatan ummat. Saat ini, Ponpes Lirboyo telah menjadi rujukan dari banyak pejabat di pemerintah pusat untuk berdiskusi membangun Bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

Menurutnya, sosok KH Idris Marzuki adalah ulama yang sangat santun, bijak dan ikhlas. Sosok yang memberikan pemikiran positif bagi kemajuan bangsa khususnya masyarakat Jatim sekaligus tokoh yang meneduhkan. “Mbah Idris selalu menekankan kebersamaan dan persatuan. Beliau selalu menjadi rujukan para pemimpin negara,” terangnya.

Sependapat dengan Pakde Karwo, Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim ini menegaskan, bahwa Jatim selalu mengharapkan doa dan berkah dari kiai, ulama dan orang-orang yang alim.

Jatim suasanya terus kondusif karena dijaga oleh Kiai yang terus mendoakan masyarakat. “Kita semua disini mengharapkanberkah dari wafatnya orang-orang alim yang secara nyata telahmembuat santri-santri lebih mulia. KH. Idris meskipun wafat masih tetap dicari orang karena amal dan kebaikan semasa hidupnya,” tegasnya.

Gus Ipul mencontohkan, doa dari Kiai dapat menyejukkan karena selama hidupnya terus beriktiar dan berjuang tanpa mengharap imbalan dari masyarakat. “Kiai selama hidupnya terus tirakat. Karena dengan tirakat hidup manusia akan menjadi sejahtera selamat dari dunia dan akhirat. Sama halnya, dengan Ponpes Lirboyo yang dibangun dengan tirakat dan doa dari kiai,sehingga saat ini menjadi pondok terbesar di Indonesia dan Jatimsekaligus menjadi pondok rujukan dari warga Nahdliyin,” ungkapnya

Sementara itu, KH. H. Aziz Manshur menyampaikan, rasa terima kasih yang besar kepada pemerintah dan masyarakat dengan ikhlas yang telah mendoakan Alm. KH Idris Marzuki.

Ia mengatakan, bahwa pengajian ini dimaksudkan untuk mencari berkah dan meneladani sikap baik yang ditinggalkan oleh Alm KH. Idris Marzuki semasa hidupnya. “Kita disini mendoakan Kiai Idris yang telah meninggal sekaligus medoakankemajuan Ponpes Lirboyo. Ia berharap, pengasuh Ponpes Lirboyo yang meneruskan perjuangan Kiai Idris bisa terusmemberikan pengetahuan, ilmu, agama serta mendidik santri menjadi manusia berahlaq dan sukses,” tutupnya. (Eri)

Leave a Reply


*