03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Sebanyak 80 Pendidik dari Sulsel Menimba Ilmu ke Blitar dan Sidoarjo

Peserta kunjungan dari Makassar berdialog dengan guru dan komite sekolah di SMPN 1 Sanan Kulon Blitar.
Peserta kunjungan dari Makassar berdialog dengan guru dan komite sekolah di SMPN 1 Sanan Kulon Blitar.
Kantin sekolah sehat kerjasama SDN Kalipang 1 Blitar dan Puskesmas setempat.
Kantin sekolah sehat kerjasama SDN Kalipang 1 Blitar dan Puskesmas setempat.

Surabaya, KabarGress.Com – Sebanyak 80 peserta kunjungan belajar (study visit) yang terdiri dari guru, kepala, sekolah, pengawas , dan stakeholder pendidikan yang terpilih dari Kabupaten Wajo, Maros dan Bantaeng menimba ilmu ke Jatim. Rombongan juga diikuti Kepala Dinas Pendikan Maros, Kabid Mapenda Kemenag Bantaeng, dan beberapa pejabat lainnya.

Mereka memulai studi visit di beberapa sekolah mitra USAID PRIORITAS di Blitar yaitu di SDN Kalipang 1, SDN Kebonduren 1, MTsN Jambewangi, dan SMPN 1 Sanankulon (10/9). Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Sidoarjo. Di kabupaten ini rombongan mengunjungi SD Hangtuah X, SDN Sedatigede 2, MTs Nurul Huda dan SMPN 5 Sidoarjo.

Nensilianti, dosen dari Universitas Negeri Makassar yang menjadi penanggung jawab program mengatakan, tujuan study visit memperlihatkan para peserta kegiatan praktik yang baik pembelajaran aktif dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SD/MI dan SMP/MTs.

Para peserta diajak untuk merumuskan kunci-kunci keberhasilah yang dicapai sekolah yang mereka kunjungi agar bisa diterapkan di Sulawesi Selatan. Untuk itu, mereka dibekali dengan instrumen-instrumen pengamatan. Provincial Coordinator USAID PRIORITAS Sulsel Jamaruddin menyatakan peserta banyak mempelajari tentang bagaimana proses pembelajaran, perubahan pada gaya mengajar guru, dan penataan ruang kelas.

“Manajemen sekolah, peserta diminta menggali tentang bagaimana cara mengelola sekolah terutama dana sekolah, bagaimana kepala sekolah melakukan pendampingan pembelajaran, dan apa yang dilakukan sekolah dalam meningkatkan sumber dana untuk membiayai sekolahnya,” ujarnya

Para peserta yang mengikuti study visit merasakan manfaat yang luar biasa setelah mereka mengamati sekolah-sekolah di Blitar dan Sidoarjo.

Menurut mereka, semua sekolah yang dikunjungi sudah rata-rata telah menerapkan kurikulum 2013. Di SDN Kalipang 1 Blitar, bahkan, sudah menerapkan kurikulum 2013 jauh sebelum sekolah-sekolah lain.

Namun, yang menarik bagi Bani, salah satu peserta study visit yang merupakan Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Makassar adalah peran serta kepala sekolah dalam menjaga kesehatan anak-anak. Kepala Sekolah SDN Kalipang I menjalin kerjasama dengan Puskesmas setempat untuk meneliti dan memonitoring makanan yang dijual di kantin sekolah. Sekolah tidak membolehkan anak-anak membeli makanan diluar kantin sekolah. Dengan demikian, anak-
anak terhindar dari makanan yang membahayakan kesehatannya.

Sementara itu di MTsN Jambewangi secara mandiri mereka berhasil membangun masjid, pagar, paving, toilet dan lain-lain tanpa menggunakan dana BOS yang sering jadi sumber utama pemasukan sekolah. Mereka menggunakan dana dari masyarakat yang diserahkan secara sukarela. “Kekuatan peran serta masyarakat disini untuk membangun sekolah luar biasa,” kata Aco Karumpa, Kepala Sekolah SMPN I Wajo.

“Strategi kepala sekolah dengan menetapkan pengurus komite, bukan hanya berdasarkan unsur jabatan, tapi juga per wilayah, berhasil menggerakkan masyarakat dari sekitar sekolah untuk merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap sekolah,” sambungnya.

Kepala Bidang Kurikulum Maros, Anshar Salam yang ikut dalam rombongan study visit juga memberikan apresiasi besar terhadap konsep kepemimpinan kolektif yang diterapkan di SD Kebonduren 1. Untuk memberi rasa tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap sekolah, kepala sekolah menerapkan prinsip bahwa semua guru adalah kepala sekolah. “Hal ini agak sulit diterapkan di Makassar, tapi praktik terbaik ini akan kita coba sebagai pengalaman terbaik nantinya di Makassar,” katanya. (ro)