03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Gus Ipul Apresiasi Parade Seni Budaya Jatim Berjalan Sukses

Surabaya, KabarGress.com -Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusufmengapresiasi dan memberikan penghargaan tinggi atas parade seni budaya Jatim yang pertama kali dilakukan pada malam hari dan sukses memberikan pengenalan sejarah sekaligus mempertunjukkan atraksi kebudayaan yang kreatif kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat memberangkatkan peserta pawai dalam Parade Seni Budaya Jawa Timur 2014 dalam “Jatim Specta Night Carnival” di Alun-Alun Kabupaten Ngawi, Sabtu (13/9) malam.

Ia mengatakan, kesuksesan parade ini yakni terlihat daribanyaknya peserta pawai yang menampilkan berbagai macam kesenian maupun budaya sejarah di setiap Kab/Kota seluruh Jatim yang dikemas dengan cerita pendek namun dapat difahami secara baik oleh masyarakat.

Kesuksesan lainnya, yakni banyaknya antusias masyarakat yang menyaksikan carnaval yang dilaksanakan pada malam hari, karena biasanya parade seperti ini sering dilakukan pada siang hari. “Saya meminta kepada Ngawi agar parade seni dan budaya yang diselenggarakan pada malam hari untuk rutin diselenggarakan. Tujuannya, agar daerah lain bisa mencontohuntuk menyelenggarakan kegiatan serupa seperti di Kab. Ngawi ini,” terangnya.

Gus Ipul sapaan akrabnya menjelaskan, bahwa carnaval yang diselenggarakan di Ngawi ini merupakan kegiatan yang ke-9 kalinya. Sebelumnya, telah dilakukan secara bergilir dari kabupaten satu ke kebupaten lain dan dari kota satu ke kota lain. Kegiatan serupa pernah dilakukan juga di Banyuwangi, Jemberdan Surabaya namun dilaksanakan pada siang hari. “Parade seni dan budaya yang ditampilkan ini dapat menjadi tontonan sekaligus tuntunan kepada masyarakat untuk terus melestarikan budaya asli daerah,” ujarnya.

Secara tegas, Gus Ipul menyatakan, bahwa kegiatan yang diadakan setiap tahun ini penampilan dan pertunjukan yang di pertontonkan sangat menghibur dan bagus. Dari sisi budaya kegiatan pada hari ini sangat atraktif dan mengedukasi masyarakat.

Ia  mencontohkan, Pawai Budaya dari Kab. Ngawi menampilkan banyak budaya seperti tari orek orek. Tari orek-orek ini mengambarkan bahwa orang akan bersukacita setelah bekerja keras. Budaya lain dari Ngawi yakni bentul melikan. Bentul melikan merupakan tari topeng yang menggambarkan karakter dan sifat manusia yang berbeda beda, akan tetapi tetap satu ketetapan menjadi mahluk tuhan. “Ternyata, banyak sekali budaya-budaya asli daerah yang mengandung nilai luhur dan masyarakat harus mengenal dan melestarikannya,” contohnya.

Diharapkan, dengan suksesnya parade seni dan budaya Jatim ini akan menjadi Ikon Baru pagelaran dan pertunjukan seni dan budaya terbesar di Jatim. Ke depan, pertunjukan seni dan budaya bisa menggabungkan nilai etnik dan budaya secara modern agar masyarakat dapat memahami isi dari cerita yang ditampilkan. “Ini adalah modal kita menghadapi pasar bebas. Seni dan budaya adalah salah satu modal dari Indonesia dan Jatim yang tidak dimiliki oleh negara lain,” imbuhnya dihadapan wartawan seusai acara.

Sementara itu, Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengucapkan terima kasih kepada Jatim karena telah ditunjuk sebagai tuan rumah parader Seni dan Budaya Jatim yang digelar pada malam hari untuk pertama kalinya. “Terima kasih, Gus Ipul atas ditunjuknya Ngawi sebagai tuan rumah. Masyarakat kami sangat senang dan antusias untuk menyaksikan setiap pawai dari parade yang akan ditampilkan dari 30 peserta pawai. Kami juga berharap, jika ada kegiatan serupa atau lainnya bisa dilaksanakan di Kab. Ngawi dan kami siap untuk memeriahkannya,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Jatim Dr. H Jarianto dalam laporannya mengatakan,  maksud dari kegiatan ini yakni untuk meningkatkan kreatifitas dan produktifitas seniman dalam berolah seni dengan bercirikan budaya asli Jawa Timuran.

Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap jenis, ragam, bentuk, keunikan dan keindahan kekayaan seni dan budaya Jatim. “Untuk materi kegiatan, kami sajikan seni arak-arakan, fashion, street, kendaraan hias yang menekankan pada keindahan artistik, atraktif dan bersifat kolosal dengan latar belakang sejarah, legenda, cerita rakyat di masing-masing daerah,” pungkasnya. (Eri)