21/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Empat Kali Jatim Sabet WTN Wiratama

* Pakde Karwo: Ini Bukti Masyarakat Jatim Tertib Berlalu-lintas

Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) kategori Wiratama dari Presiden RI melalui Menteri Perhubungan RI EE Mangindaan kepada Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo.
Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) kategori Wiratama dari Presiden RI melalui Menteri Perhubungan RI EE Mangindaan kepada Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo.

Surabaya, KabarGress.Com – Kemajuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun wilayahnya untuk semakin meningkat terus diakui pemerintah pusat. Jika beberapa saat yang lalu Negara mengapresiasi pemerintahan yang dipimpin Gubernur Jatim Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo dengan memberikan Penghargaan Samkarya Nugraha Parasamya Purnakarya Nugraha, kali ini apresiasi special kembali diberikan pemerintah pusat kepada Pakde Karwo untuk bidang transportasi dan lalu lintas di tahun 2014. Apresiasi itu berupa penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) kategori Wiratama dari Presiden RI melalui Menteri Perhubungan RI EE Mangindaan kepada Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo di Gedung SMESCO Convention Center Jl. Gatot Soebroto Kav. 94 Jakarta Selatan, Rabu (10/9).

Diterimanya penghargaan prestisius bidang transportasi dan lalu lintas di tahun 2014 ini merupakan penerimaan penghargaan yang keempat kalinya. Karena berturut-turutnya penghargaan itu diterima, Pemprov Jatim, apresiasi pemerintah pusat terhadap pemerintahan Pakde Karwo itu mendapatkanperhatian cukup besar. “Kami sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota. Karena ini penting. Bagaimana kepedulian pemerintah dan semua stakeholder di sektor transportasi itu mendapat perhatian khusus,” kata Menteri Perhubungan EE Mangindaan.

Sementara itu, Pakde Karwo saat mewakili para gubernur dan bupati/walikota penerima penghargaan menyampaikan, bahwa dengan diraihnya penghargaan bidang transportasi dan kelalu-lintasan ini membuktikan bahwa masyarakat Jawa Timur tertib berlalu lintas dan pemerintah peduli terhadap transportasi. “Harus diakui bahwa transportasi merupakan pelayanan dasar kepada masyarakat, setelah pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan,” lanjut Pakde Karwo.

Pelayanan dasar bidang transportasi ini menurut Pakde Karwo, kebijakannya langsung dirasakan oleh masyarakat. “Pergerakan masyarakat sangat luar biasa kebutuhan percepatannya, baik untuk barang maupun orang. Maka sarana transportasi harus mendapatkan perhatian serius,” tambah Pakde Karwo yang disambut tepuk tangan.

Dibagian lain Pakde mengungkapkan bahwa tertib berlalu lintas hendaknya menjadi budaya masyarakat, sehingga jika ditambah dengan fasilitas transportasi maka akan menumbuhkan keslamatan dan kenyamanan. “Tahun-tahun terakhir ini sudah tidak lagi terdengar bunyi klakson di jalan raya. Kesadaran tidak sembarangan menggunakan klakson ini membuktikan bahwa masyarakat paham berlalu-lintas,” tambah Pakde Karwo.

Pada kesempatan itu, Menhub EE Mangindaan juga menghimbau kepada seluruh penerima penghargaan WTN 2014 untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam membangun sektor transportasi dan lalu lintas. Ia menitipkan agar transportasi tidak hanya single moda. Ia berharap, konsep itu beralih pada system multi moda. “Kedepan konsep daerah harus merata dan harus multi moda. Bukan saja di darat, tapi juga di laut dan udara,” himbaunya.

Selain itu, Menhub EE Mangindaan juga berharap agar konsep transportasi yang dirancang oleh setiap pemerintah daerah agar memikirkan soal inter wilayahnya. Sehingga, transportasi yang dimunculkan di setiap daerah dapat menyatu dan padu. “Kenapa, agar ini semua menjadi satu esatuan untuk transportasi nasional,” ujarnya.

Sementara itu sesuai Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP.747 Tahun 2014 tentang Penetapan Kota/Kabupaten dan Provinsi sebagai Penerima Penghargaan Wahana Tata Nugraha, pemberian penghargaan tersebut diberikan karena pemerintah pusat menilai pemerintahan ujung timur pulau Jawa itu sangat berkomitmen dalam menata transportasi yang baik di wilayahnya. Itu dibuktikan dengan berhasilnya usaha pembinaan Pemprov Jatim terhadap Pemkab maupun Pemkot dengan indikator jumlah peserta WTN paling sedikit mencapai 45 persen darijumlah daerah yang ada di wilayahnya. Tak hanya itu, banyaknya Pemkab maupun Pemkot di Jatim yang mendapatkan penghargaan WTN yang mencapai jumlah 50 persen juga menjadi salah satu kriteriapenerimaan penghargaan tersebut. Termasuk peningkatan jumlah kabupaten/kota di Jawa Timur yang mendapatkan penghargaan WTN di tahun 2014 ini.

Selain Pemprov Jatim, provinsi lain yang juga mendapatkan penghargaan yang sama diraih Pemprov Jateng, Pemprov Bali, Pemprov Sumatera Barat, Pemprov Sumatera Selatan, Pemprov DI Yogyakarta dan Pemprov Riau.

Diterimanya penghargaan WTN Wiratama keempat kalinya ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Pakde Karwo. Usai menerima penghargaan WTN Wiratama tahun 2014, Pakde Karwo menyampaikan rasa bangga atas diterimanya penghargaan tersebut. Pakde Karwo menyadari bahwa penerimaan penghargaan tersebut berkat kepedulian dan partisipasi masyarakat Jawa Timur dalam keikutsertaannya membangun daerah bersama-sama, khususnya dalam menata transportasi dan lalu lintas menjadi kata kunci sebuah keberhasilan. “Dan itu terjawab dengan diterimanya penghargaan seperti kali ini. Dan kami sangat berterima kasih terhadap pemerintah pusat,” katanya.

Oleh karena itu, dirinya berharap agar pemberian penghargaan WTN ini bisa terus dilanjutkan kendati pemerintahan yang akan datang sudah berganti kepemimpinan. “Saya mengusulkan agar ini bisa diteruskan lagi. Sehingga kompetensi dari pembangunan transportasi dan lalu lintas ini bisa semakin terbangun untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Pakde Karwo.

Sementara untuk tingkat penerimaannya, dibanding tahun 2013, kabupaten/kota di Jawa Timur yang menerima penghargaan WTN kali ini mengalami peningkatan jumlahnya. Jika tahun 2013 hanya 21 kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan, kini,tahun 2014 berjumlah 24 kabupaten/kota. Adapun 24pemkab/kota di Jawa Timur yang mendapatkan penghargaan WTN dengan kategori berbeda itu antara lain Kota Probolinggo dan Kota Madiun (Kota Sedang) menerima Piala WTN Kencana. Untuk penerima WTN kategori lalu lintas terdiri dari Kota Surabaya (Kota Metropolitan), Kota Malang (Kota Besar), Kabupaten Jombang (Kota Sedang), Kota Pasuruan (Kota Sedang), Kota Mojokerto (Kota Sedang), Kabupaten Malang (Kota Sedang), Kabupaten Sidoarjo (Kota Sedang), Kabupaten Pasuruan (Kota Sedang), Kota Blitar (Kota Sedang), Kota Kediri (Kota Sedang) dan Kabupaten Banyuwangi (Kota Sedang). Selain itu, Kabupaten Lumajang (Kota Kecil), Kabupaten Magetan (Kota Kecil), Kabupaten Pacitan (Kota Kecil), Kabupaten Tuban (Kota Kecil), Kabupaten Lamongan (Kota Kecil), Kabupaten Tulungagung (Kota Kecil), Kabupaten Blitar (Kota Kecil), Kabupaten Bojonegoro (Kota Kecil), Kabupaten Trenggalek(Kota Kecil) dan Kabupaten Situbondo (Kota Kecil). Sedang untuk Kabupaten Mojokerto (Kota Kecil) mendapatkan menerima plakat WTN. (Eri)