15/01/2021

Jadikan yang Terdepan

USAID PRIORITAS Bantu Analisis Kebutuhan Guru di Daerah

Peserta Workshop menganalisis data hasil UN, PKG, UKG sebagai dasar kebijakan pengembangan profesi guru.
Peserta Workshop menganalisis data hasil UN, PKG, UKG sebagai dasar kebijakan pengembangan profesi guru.

Semarang-Surabaya, KabarGress.Com – USAID PRIORITAS mendukung implementasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). USAID PRIORITAS memperkuat kapasitas pemerintah di tingkat kabupaten/kota agar mampu merumuskan program peningkatan sumber daya manusia (SDM) bidang pendidikan yang tepat dan relevan. Pemerintah kabupaten dan kota sering kesulitan untuk mendesain program peningkatan mutu guru dan tenaga pendidik yang sesuai dengan tingkat SDM yang ada dan sesuai kebutuhan daerah.

USAID PRIORITAS akan membantu pemerintah daerah agar mampu menganalisis kebutuhan guru berbasis pada data yang tersedia, seperti hasil UKG (Uji Kompetensi Guru), hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG), dan hasil Analisis Daya Serap Ujian Nasional (UN). Dari hasil analisis tersebut akan dirumuskan bagaimana perencanaan peningkatan mutu guru secara berkelanjutan, sesuai dengan kerangka pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) yang dikembangkan oleh Kemdikbud dan Kemenag.

Menurut Advisor Tata Kelola dan Manajemen Pendidikan USAID PRIORITAS Mark Heyward, Ph.D, guru harus dilatih secara berkualitas agar menjadi tenaga profesional. Guru profesional diharapkan mampu meningkatkan prestasi siswa secara signifikan. Agar kualitas guru terjamin maka penting dilakukan penilaian kinerja dan pengembangan profesionalisme guru secara terus-menerus. ”Kualitas pendidikan sangat tergantung pada kualitas guru,” ungkapnya.

Perwakilan LPMP Sudaryanto, Dosen UNY Dr Wiwik, dan Dosen UPGRIS Dr Yovita berdiskusi dan menganalisis kebutuhan pelatihan guru.
Perwakilan LPMP Sudaryanto, Dosen UNY Dr Wiwik, dan Dosen UPGRIS Dr Yovita berdiskusi dan menganalisis kebutuhan pelatihan guru.

Lebih lanjut Mark Heyward mengatakan, agar PKB didesain secara utuh, maka diperlukan sejumlah analisis kebutuhan pelatihan (training need analysis). Pelatihan akan menjadi efisien dan efektif, jika sebelumnya dilakukan analisis biaya dan kebutuhan pelatihan (cost and benefit analysis). Setelah jenis dan manfaat pelatihan diketahui, maka dibutuhkan anggaran untuk melaksanakannya. Maka agar pelatihan dapat dibiayai maka harus dilakukan analisis keuangan pendidikan kabupaten. ”Itu semua dalam rangka mengembangkan profesionalisme guru secara terus-menerus,” terang doktor asal Australia yang fasih berbahasa Indonesia tersebut.

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Pendidik Dikdas BPSDMP-PMP Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Dian Wahyuni mengapresiasi dukungan USAID PRIORITAS untuk mengimplementasikan PKB. Dian Wahyuni mengatakan, saat ini kompetensi guru pendidikan dasar masih rendah. Nilai uji kompetensi guru pada 2013 rata-rata hanya mencapai 47,86 persen. ”Melihat kenyataan tersebut, pemerintah melalui Kemendikbud telah memprogramkan upaya pengembangan profesionalisme guru. Bila saat ini USAID PRIORITAS membantu dalam pendampingan kabupaten/kota, hal tersebut sangat membantu Kemdikbud,” terangnya.

Dian Wahyuni mengatakan Kemdikbud menargetkan semua guru harus sudah profesional pada tahun 2015. Sekitar 3 juta guru di Indonesia diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan berkualitas. “Namun, kenyataannya, walaupun banyak guru yang tersertifikasi, banyak pula yang profesionalitasnya belum meningkat. Karena itu, sangat penting guru diberi bimbingan dalam pengembangan profesionalisme secara berkelanjutan,” tuturnya.

 

USAID PRIORITAS Jatim Tambah 4 Kabupaten/Kota

Salah satu fasilitator USAID PRIORITAS memberikan materi analisis hasil UN untuk kebutuhan pelatihan guru.
Salah satu fasilitator USAID PRIORITAS memberikan materi analisis hasil UN untuk kebutuhan pelatihan guru.

Pada 2014 tahun ketiga, ini USAID PRIORITAS Jatim menambah 4 kabupaten/kota baru. Keempat kabupaten/kota tersebut adalah Kab Banyuwangi, Kab Jombang, Kab Lamongan dan Kota Batu. Penambahan wilayah baru ini untuk memenuhi kuota kabupaten/kota binaan USAID PRIORITAS. Sedangkan pemilihan kabupaten/kota didasarkan pada komitmen pemerintah daerah untuk memajukan pendidikan di wilayahnya, Indeks Mutu Pendidikan, dan Indeks Prestasi Manusia (IPM) dalam bidang pendidikan untuk memenuhi kuota nasional.

Menurut Silvana Erlina Koordinator USAID PRIORITAS Jatim, keempat kabupaten/kota telah menyatakan kesediaannya untuk menjadi mitra USAID PRIORITAS hingga 2017. “Mereka juga telah menyediakan dana diseminasi khusus untuk mengembangkan program USAID PRIORITAS di wilayahnya masing-masing,” terangnya.

Nantinya keempat kabupaten/kota baru ini, juga akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan kabupaten/kota mitra sebelumnya. Yakni pelatihan untuk pendidik dan pendampingan. (ro)

TENTANG USAID PRIORITAS

USAID – PRIORITAS (United State Agency for International Development – Prioritizing Reform Innovation and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teachers, Administrators and Students) adalah sebuah program yang mengutamakan pembaharuan, inovasi, dan kesempatan bagi guru, tenaga kependidikan, dan siswa. USAID PRIORITAS adalah program 5 tahun yang dikembangkan USAID dan Pemerintah Indonesia dari program DBE (Decentralized Basic Education) untuk meningkatkan akses pendidikan dasar berkualitas. Tiga komponen USAID PRIORITAS:

• Komponen 1. Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah melalui Pelatihan Guru Pra dan Dalam Jabatan.
• Komponen 2. Meningkatkan Tata Kelola dan Manajemen Pendidikan.
• Komponen 3. Meningkatkan Koordinasi antar Institusi Pendidikan di tingkat Nasional, Propinsi, Kabupaten, dan Sekolah.