03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Terkait Pilwali, PKS Lirik Risma

Tri Rismaharini
Tri Rismaharini

Surabaya, KabarGress.Com – Meski PDI-Perjuangan enggan mengusung Tri Rismaharini dalam ajang Pemilihan Wali  (Pilwali) Kota Surabaya 2015, bukan berarti wali kota Surabaya tersebut tidak dilirik partai lain untuk mengusungnya. Partai  Keadilan Sejahtera (PKS) secara tegas bersedia mengusung orang nomor satu di Surabaya itu.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya, Ahmad Suyanto menilai, Risma, panggilan Tri Rismaharini masih sangat layak untuk maju kembali dalam perebutan kursi wali kota tahun depan. Menurut dia, mantan kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu merupakan pemimpin yang gigih dan tegas.

Selain itu, Risma juga dikenal sebagai pribadi yang menentang keras sebuah birokrasi yang bertele-tele. Pelayanan pemerintah diubah menjadi lebih cepat. Pelayanan juga sudah banyak menggunakan koneksi internet. “Kami siap menjadi kendaraan politik Risma ketika dia ingin maju menjadi wali kota untuk periode selanjutnya (2015-2020),” katanya.

Diketahui, Risma masuk dalam 26 kandidat wali kota terbaik dunia 2014 versi World Mayor Prize (WMP). Dalam fase final, alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada ajang penghargaan yang rutin digelar dua tahun sekali ini.

City Mayor merupakan yayasan non-komersial yang didirikan pada 2003 dengan tujuan mendukung, mendorong, serta memfasilitasi pemerintah daerah di seluruh dunia dalam penerapan sistem pemerintahan yang baik. “Risma ini figure pemimpin masa depan. Kami siap menampung jika memang PDI-Perjuangan tidak lagi mengusungnya dalam Pilwali,” Suyanto.

Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih lebih memilih menunggu perkembangan. Ini karena perolehan suara partai di Surabaya tidak begitu signifikan. Dalam Pemilu Legislatif Kota Surabaya  beberapa waktu lalu, partai berbasis massa Nahdlatul Ulama (NU) memperoleh sebanyak lima kursi.

“Perolehan suara kami  dalam pemilu lalu tidak begitu signifikan.Sehingga tidak bisa mengusung calon sendiri. Maka tentunya kami akan koalisi dengan partai lain untuk mengusung calon,” kata anggota Fraksi PKB DPRD Kota Surabaya, Masduki Toha.

Menurut Masduki, dalam mengusung calon wali kota, PKB memiliki kriteria-kriteria khusus. Sehingga, tidak semua calon yang hendak maju bisa diterima PKB. Kriteria itu diantaranya, calon itu harus punya popularitas dan elektabilitas.  Sepanjang kedua kriteria ini dimiliki oleh orang yang bersangkutan, maka partai dengan tangan terbuka akan menerima calon tersebut.

“Tapi, meskipun kami menerima si calon, tapi belum tentu kami akan mengusung. Karena kami akan kaji dan mempertimbangkan lagi untuk mengusungnya,” pungkasnya. (tur)