18/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Jatim Dilirik New Zealand, Jadi Transit Reekspor Pasar ASEAN

Jatim Dilirik New Zealand, Jadi Transit Reekspor Pasar ASEANSurabaya, KabarGress.com – Jawa Timur dilirik Dubes New Zealand (Selandia Baru) untuk menjadi transit reekspor (ekspor kembali) New Zealand untuk pasar Asia Tenggara atau ASEAN.Untuk pengolahan produk-produk New Zealand dilakukan di Jatim dengan menggunakan bahan baku (raw material) dari Jatim yang selanjutnya diperdagangkan untuk pasar ASEAN.

“Ini tadi ada titik temu dari tim delegasi. Menurut mereka daripada perdagangan dari New Zealand masuk langsung pasar ASEAN, lebih baik kolaborasi denganJatim sebagai transit untuk produksi dan market di ASEAN. Untuk perdagangan New Zealand tidak lagi melalui direct trading atau perdagangan langsung dengan negara-negara, tetapi melirik Jatim sebagai tempat transit reekspor,” ujar Gubernur Jatim sesuai menerima Duta Besar New Zealand, David Tylor beserta Delegasi dari New Zealand di Gedung Negara Grahadi, Selasa (2/9).

Ia menyampaikan, delegasi  New Zealand merupakan delegasi yang sangat tertarik untuk berinvestasi di Jatim karena merupakan kawasan perdagangan Indonesia Timur, serta mempunyai pelabuhan yang dapat menampung kapal besar.

Dijelaskannya, yang menarik dari tim delegasi New Zealand, setelah menghitung efisiensi untuk pasar ASEAN, lebih baik produk-produk New Zealand diproduksi di Jatim dari pada dari New Zealand. “Produksinya di Jatim, dipasarkannya di ASEAN. Kalau bahan bakunya dari Jatim menjadi keuntungan bagi Jatim,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan, jika Jatim menjadi transit reekspor, produksi dan market di ASEAN lebih murah dan efisien dibandingkan jika diproduk dari New Zealand, pasar di ASEAN lebih mahal. Selain ke pasar ASEAN,New Zealand juga ingin melakukan perdagangan dari Jatim ke Sulawesi dan Kalimantan.

“Kalau kolaborasi di Indonesia, akan lebih murah dan efisien daripada langsung. Semua ongkos jadi mahal untuk satu produk. Jatim dipilih karena efisiensi untuk pasar. Peluangnya New Zealand channeling dengan perusahaan-perusahaan AS,” kata Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

Pakde Karwo menjelaskan, Dubes New Zealandsangat setuju terhadap sektor agro, dari pasca panenakan di produksi setengah jadi. Ini satu keputusan yangbagus untuk investor, sehingga nilai tambahnya petanitentu ada.

Dalam kesempatan itu, Pakde Karwo juga memaparkan peluang investasi di Jatim antara lain adanya jaminan pemerintah (government guarantee) yang diberikan kepada investor, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, lokasi yang strategis, wilayah yang aman dan nyaman, potensial pasar yang besar, peluang dan kesempatan untuk berinvestasi, sumber daya manusia yang memiliki skill, infrastruktur yang baik.

Selain itu, Jatim menjadi logistik dan connectivityuntuk Kawasan Timur Indonesia yang tidak hanya melayani perdagangan pada masyarakat Jatim, tetapi juga masyarakat Indonesia Timur yang jumlahnya sekitar 120 juta orang dari 19 provinsi, serta Kalimantan dan Sumatera.

Pada kesempatan yang sama, Dubes New Zealand David Tylor mengatakan, delegasi ini merupakan delegasi kedua yang mampir ke Jatim. Sektor yang mewakili New Zealand antara lain engineering, infrastruktur, pendidikan, perkembangan perumahan, energi terbarukan.

Statistik perdagangan antara kedua negara hampir seimbang jumlahnya. Kedua negara tidak saling bersaing tetapi saling melengkapi dan cocok untuk dijadikan peluang kerjasama kedua pihak dan terbuka.

Di sektor pariwisata, jumlah wisatawan dari New Zealand ke Indonesia mencapai 66 ribu orang. Sedangkan wisatawan Indonesia ke New Zealand mencapai 17 ribu orang. Dari jumlah wisatawan New Zealand yang datang ke Indonesia, banyak yang berkunjung ke Bali dan Jawa.

Dikatakannya, pemerintah New Zealand mengirim bantuan sebanyak 20 juta dollar New Zealand untuk membantu pihak-pihak di Indonesia terutama sektor-sektor i pertanian dan peternakan, energi terbarukan geothermal (panas bumi), dan fokus pada kawasan Indonesia Timur. (Eri)