03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

BI-Unair Resmikan Grand Launching Kampanye GNNT

BI-Unair Resmikan Grand Launching Kampanye GNNTSurabaya, KabarGress.Com – Kepala Perwakilan BI Wilayah IV Dwi Pranoto bersama dengan Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. H. Fasich, Apt pada Sabtu, 30 Agustus 2014 bersama-sama meresmikan Grand Launching Kampanye Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di lingkungan kampus Universitas Airlangga Surabaya. Bertempat di Kampus C Unair, acara ini didukung oleh 7 (tujuh) bank umum yang siap memfasilitasi penggunaan instrumen pembayaran non tunai di lingkungan kampus Universitas Airlangga.

Rangkaian Kampanye GNNT di universitas Airlangga telah dilaksanakan sejak tanggal 26 Agustus hingga akhir Oktober 2014, dengan meliputi kegiatan sosialisasi mengenai instrumen pembayaran non tunai kepada 7.100 mahasiswa baru Universitas Airlangga, Pameran produk perbankan, kuliah umum, seminar serta lomba – lomba kreatif yang ditujukan untuk memperluas pengenalan GNNT kepada masyarakat melalui lingkungan civitas akademika Unair.

Pencanangan GNNT di kawasan kampus ditujukan untuk mengakselerasi perilaku penggunaan non tunai di masyarakat, mengingat kawasan kampus adalah lingkungan terdidik yang mudah diedukasi dan dapat menularkan pengetahuannya pada lingkungan sekitar termasuk keluarga. Mahasiswa dan segenap civitas akademika Universitas diharapkan menjadi Agent of Change untuk mendorong perubahan perilaku dalam bertransaksi, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi system pembayaran yang saat ini terus berkembang. Selain dengan Univ. Airlangga, program percontohan yang sama juga dilaksanakan di Universitas Surabaya (Ubaya) dengan didiukung oleh 7 bank umum nasional yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, Bank Jatim, CIMB Niaga dan Bank Permata1. Demikian disampaikan Dwi Pranoto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV dalam sambutannya.

Program GNNT di lingkungan kampus awalnya dimulai oleh Bank Indonesia dengan pencanangan Kampanye Less Cash Society (LCS) pada Universitas Indonesia di Jakarta tahun 2013. Pada tahun 2014, Kampanye LCS berubah menjadi GNNT dan dilaksanakan di beberapa universitas pada 10 wilayah di Indonesia yaitu Makassar, Banjarmasin, Denpasar, Yogyakarta, Bandung, Palembang, Padang, Medan, Bogor, dan Surabaya.

Di Jawa Timur, kampanye GNNT dilakukan melalui beberapa pendekatan. Disamping melakukan edukasi mengenai produk layanan untuk transaksi non tunai, dan percontohan dua kampus sebagai kawasan non tunai (Univ. Ailangga & Univ. Surabaya), saat ini juga sedang dilaksanakan pilot project penyaluran dana bantuan sosial untuk Program Keluarga Harapan (PKH) melalui uang elektronik.

Dalam GNNT, kampanye difokuskan tidak hanya pada uang elektronik namun juga pada transaksi non tunai lainnya seperti menggunakan kartu kredit, kartu ATM, kartu ATM/debet, melalui kliring dan RTGS. Dengan uang elektronik, masyarakat atau pun mahasiswa dapat bertransaksi non tunai tanpa perlu memiliki rekening di bank, tanpa biaya administrasi, tanpa minimum transaksi, dan tanpa minimum saldo. Bahkan uang elektronik dapat digunakan bertransaksi pada wilayah-wilayah yang belum terjangkau jaringan perbankan karena memungkinkan dapat bertransaksi (top up, membayar tagihan, dan tarik tunai) pada agen-agen individu. Demikan ditambahkan Dwi Pranoto.

Grand lunching GNNT di Univ. Airlangga dan pencanangan Kampus uniar sebagai kawasan non tunai ini juga dilaksanakan bersamaan dengan Dies Natalis ke-60 Universitas Airlangga. Pada kesempatan yang sama juga diselenggarakan atraksi musik 1000 Galon Specta dan pemecahan rekor MURI penanaman 6.060 tanaman produktif dengan media galon oleh mahasiswa baru angkatan 2014. (ro)

1. Produk alat pembayaran non tunai yang disediakan oleh 7 bank yaitu : e-money Bank Mandiri, Brizzi BRI, Flazz BCA, Flazz Bank Jatim, Tap cash BNI, rekening ponsel CIMB Niaga dan BBM Money Bank Permata.