16/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Jatim Siap Bertarung di MEA 2015

Jatim Siap Bertarung di MEA 2015Surabaya, KabarGress.Com – Berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 membuat Jawa Timur terus berbenah. Hal tersebut nampak dari upaya Pemprov Jatim bersama pihak-pihak terkait lainnya yang telah melakukan berbagai hal, mulai dari memperbaiki dan membangun infrastruktur tambahan hingga meningkatkan kualitas barang produksi.

Khusus barang produksi, saat ini sekitar 700 ribu hingga satu juta dari 6,8 juta UMKM telah diinkubasi perguruan tinggi untuk mendapatkan pelatihan menghasilkan barang yang bermutu tinggi.

Penjelasan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr.H.Soekarwo seusai Rapat Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Jatim dalam Menghadapi AEC 2015 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (29/8).

Untuk menjaga kualitas barang, pihaknya melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi dalam hal sertifikasi produk. Ini agar mutu barang yang dihasilkan mampu bersaing dengan barang impor yang beredar di pasaran.

Pria yang lekat dengan sapaan Pakde Karwo ini menyampaikan, sertifikasi terhadap produk pertanian sudah dilakukan, yakni pada Pisang Kirana. “Produk yang mendapat sertifikasi, tidak hanya hasil dari UMKM saja, obat-obatan dan barang produksi lainnya. Termasuk barang-barang yang diimpor nantinya harus mempunyai sertifikat,” ujarnya.

Di bagian lain, Kepala Balai Besar POM (Pengawas Obat dan Makanan) di Surabaya I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, S.Si. Apt. MPPM  menyatakan siap mendukung pogramPakde Karwo. Ia bahkan menyebut pemberian sertifikasi terhadap makanan dan obat-obatan sudah menjadi prioritas khusus BPOM. Secara khusus pihaknya akan menyasar kalangan UMKM.

Menurutnya, BPOM siap melakukan bimbingan teknis implementasi regulasi mutu dan keamanan pangan untuk UMKM. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan UMKM dalam memenuhi standar dan meningkatkan daya saing. “Upaya BPOM menghadapi AEC 2015 diantaranya dengan melakukan penguatan sistem pengawasan obat dan makanan, pemberdayaan UMKM, penguatan Satgas Pemberantasan Produk Ilegal, melakukan MOU Kepala Badan POM RI dengan Gubernur, Kepala Balai Besar POM dengan Bupati/Walikota, dan melakukan perjanjian kerjasama dengan SKPD terkait di Kabupaten/Kota,” katanya.

Pada rapat koordinasi tersebut, sejumlah pimpinan BUMN dan lembaga terkait lainnya memaparkan programnya di hadapan Gubernur Soekarwo. Di antaranya ada dari PT. Pelindo III, Ditjen Bea dan Cukai Jatim I, Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, PT. Terminal Peti Kemas  Surabaya, Himpunan kawasan Industri Jawa Timur, PT. PGN jatim, PT.PLN, Kanwil BPN dan Kanwil Ditjen Pajak  Jatim I.

Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya (BBKPS ) misalnya, saat ini telah menerapkan ISO 9001 : 2008 tentang pelayanan dan ISO 17025 :2005 tentang laboratorium, melakukan pengawasan sertifikat halal bagi produk pangan hewan, dan melindungi kekayaan SDA hayati dari ancaman masuk dan tersebarnya OPTK/HPHK (tusi).

Upaya lain yang juga telah dilakukannya, yakni mengawasi keamanan pangan segar (food safety) dari cemaran kimia/biologi yang dapat membahayakan kesehatan konsumen, mendorong akselerasi ekspor komoditas pertanian, sertifikasi dan standarisasi perlakuan fumigasi untuk memenuhi persyaratan negara tujuan. (Eri)