03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Dukungan Infrastruktur Menambah Daya Saing Jatim

Surabaya, KabarGress.Com – Januari 2015, Masyakarat Ekonomi ASEAN (MEA) atau pasar bebas ASEAN mulai berlaku. Jika ingin tetap bisa bersaing, Indonesia harus berbenah. Sebab, harus diakui, daya saing beberapa sektor industri utama Indonesia masih kalah dibanding negara-negara ASEAN lainnya.

Bagaimana dengan Jatim? Siapkah provinsi ini, yang sering disebut sebagai salah satu  pusat kekuatan ekonomiIndonesia, untuk menyongsong MEA 2015?. Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, saat dikonfirmasi soal ini secara tegas menyatakan siap. Kamis (28/8), pria yang lekat dengan sapaan Pakde Karwo ini, bersama dengan beberapa lembaga dan BUMN yang ada di Jatim mengungkap berbagai persiapan yang dilakukannya untuk menyongsong MEA 2015. Mulai dari persiapan infrastruktur, regulasi, energi, dan sumber daya manusia (SDM).

Di bidang infrastruktur, ada beberapa tambahan yang sudah siap beroperasi. Bisa disebut pembangunan jalur ganda(double track) kereta api, Surabaya – Jakarta sepanjang 727 km. Saat ini, pekerjaannya hampir selesai, hanya menyisakan 8 km.Jalur ganda KA ini bertujuan  meningkatkan kapasitas lintas jalur kereta api, meningkatkan kapasitas angkut (penumpang dan barang), serta  mengurangi persilangan antar kereta api, yang bermuara pada pengurangan waktu tempuh.

Beroperasinya jalur ganda lintas Utara Jawa akan meningkatkan kapasitas lintas KA angkutan penumpang dari ±64 kereta api per hari menjadi  ±200 kereta api per hari.Sedang untuk KA angkutan barang bisa meningkatkan frekuensi hingga 26 KA/hari. Diperkirakan, jalur ganda ini sanggup menampung volume 25.740.120 ton/tahun dengan asumsi  volume angkutan 85.800 ton/hari.

Selain jalur ganda, beberapa inovasi untuk mempecepat alur distribusi barang juga dilakukan PT. KAI. Diantaranya, pengembangan kereta api menuju pelabuhan dan dry port yakni akses KA menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, danpembangunan trem sepanjang 31,5 km dan monorail sepanjang 22,26 km di Surabaya. Selain itu, pengembangan KA menujuakses pelabuhan Teluk Lamong agar distribusi barang dari pelabuhan bisa lebih cepat, pengembangan  container  yard di Kalimas Surabaya,  dan double track di jalur tengah dan timur lintas Bangil – Kertosono dan Surabaya – Banyuwangi.

​Sama halnya dengan infrastruktur kereta api, pengembangan juga dilakukan di kawasan pelabuhan General Manager PT. Pelindo III (Persero) Cabang Tanjung Perak, Eko Hariyadi Budiyanto mengatakan, potensi kegiatan peti kemas semakin meningkat tiap tahunnya. Pertumbuhan arus peti kemas di Tanjung Perak  Tahun 2009 – 2013 terlihat cukup signifikan. Arus peti kemas untuk tujuan domestik pada tahun 2009  sebesar 1.275.418 teus meningkat pada tahun 2013 menjadi1.722.734 Teus. Sedangkan arus peti kemas tujuan internasional pada tahun 2009 sebesar 1.010.380 teus, meningkat pada tahun 2013  menjadi 1.276.883 Teus. “Penyebarannya peti kemas dari Tj. Perak cukup luas yakni mencakup semua Benua diantaranya  Eropa, Afrika, Amerika, Australia dan beberapa negara di Asia Timur,” ucapnya.

Namun, upaya tersebut tak membuat pihaknya cepat berpuas diri. Ia dan jajarannya terus berupaya melakukan beberapa revitalisasi di sekitar pelabuhan. Diantaranya memperlebar  jalur menjadi 200 m agar bisa digunakan untuk dua jalur, mengeruk kedalaman laut hingga bisa mencapai 14 – 16 M Lws. “Apabila dilakukan akan memperbesar kapasitas pelabuhan  menjadi 67 ribu pertahun, sanggup menampung  kapal dengan ukuran  lebih dari  60 ribu DWS. Dengan begitu, Jatim tidak akan tergantung dengan wilayah lain. Semua kapal akan langsung masuk ke Tanjung Perak tanpa ke pelabuhan-pelabuhan lain. Khususnya bisa bersaing dengan pelabuhan di Singapura “ jelasnya.

Di bagian lain, Yugo Riyatmo, Manajer Perencanaan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jatim tak kalah antusiasnya menyambut berlakunya MEA 2015 melalui kecukupan suplai energi listrik. Saat ini, kata Yugo, PLN Jatimsanggup menyokong tersedianya listrik di Jatim, Pulau Madura dan Bali. Kapasitas pembangkit listrik yang dimiliki Jatim sebesar  8.670 MW,  dan setelah di distribusikan ke beberapa daerah tersebut, terhitung mengalami surplus tenaga listrik sebesar 2.516 MW. “Dengan surplus sebesar itu, bisa dimanfaatkan untuk memajukan beberapa wilayah lain yang kekurangan listrik. Oleh sebab itu, dengan sumber energi khususnya lsitrik yang melimpah, menjadi peluang Jatim bersaing pada MEA 2015, “ ujarnya.

Ia berujar, surplus listrik tersebut bisa digunakan sebagai tenaga utama smelter yang banyak beroperasi di Jatim. Setiap smelter membutuhkan sekitar 60-100 MW. Tentu besarnya beban tersebut juga tergantung pada besarnya kapasitas smelter tersebut. “PLN Distribusi Jatim siap menyokong tenaga listrik untuk smelter. Semua smelter dalam tahap pembangunan ada sektiar tujuh, apabila rampung PLN sanggup memberikan pasokan daya,” jelasnya.

Meski demikian, PLN terus berupaya memperkuat daya kelistrikan di Jatim. Diantaranya  membangun PLTU  Pacitan 2×315 MW dan  PLTU Tanjung  Awar-Awar  2×315 MW pada tahun 2013,  memperkuat sisi transmisi dan gradu induk  dengan membangun  Gardu Induk (GI)  di 17 lokasi dengan asumsi  tenaga tambahan sebesar 1.160 MV dan penambahan trafo GI  sebanyak 59 unit  dengan  tenaga tambahan sebesar  2.840 MW. “Upaya-upaya yang dilakukan tentunya memberikan efek positif bagi Jatim dan Indonesia dalam menyongsong MEA 2015. Akan tetapi saat ini juga ada kendala  yakni  proses pembebasan tanah, perijinan dan ROW, sehingga membutuhkan dukungan dan kerjasama dari semua pihak khususnya Pemprov Jatim,” tambahnya.

Di bidang industri juga tak mau kalah. Saat ini sudahterdapat 11 ribu zona dan kawasan industri (KI) yang tersebar di seluruh Jatim. Dimana semua zona dan kawasan tersebut sudah siap untuk dipergunakan untuk tempat berinvestasi.

“KI adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan Industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri yang telah memiliki Izin Usaha Kawasan Industri. Oleh sebab itu, dengan adanya kawasan indsutri di Jatim yang memadai, para investor yang bakal bertarung di MEA 2015 akan tertarik untuk berinvestasi di Jatim,” dikatakan Sugeng Rahardjo,Direktur Utama PT. Kawasan Industri Gresik.

Selain jaminan government guarantee, dengan berinvestasi di kawasan industri akan memperoleh beberapa keuntungan diantaranya, KI mempunyai fasilitas pendukung yang cukup bagus,  akses jalan dengan lebar 6-20 m,  jaringan air bersih,listrik, telepon, suplai gas, Unit Pengelolahan limbah,perumahan karyawan perusahaan industri, sarana komersil, hiburan, pendidikan, dan rumah sakit .

Selain itu dalam penyediaan gas bumi menyongsong MEA 2015, Kepala Departemen Penjualan dan Layanan PGN SBU Distribusi Wilayah II, Elda Sutarda mengatakan PGN akanmeningkatkan ‘competitiveness’ atau daya saing produk dalam negeri melalui penyediaan energi baik yang ekonomis dan ramah lingkungan  dengan harga yang murah dan berkualitas. “Tujuannya adalah  menciptakan  produk dalam negeri  yang kompetitif dengan produk ASEAN sehingga  meminimalisir impor dan akan memperbesar ekspor. Imbasnya nilai devisa  negara akan meningkat, “lugasnya.

Saat ini, perkembangan  pemanfaatan gas bumi cukup signifikan kenaikannya dari tahun 1996 – 2013. Pada tahun 1996 sebanyak 78 plg menjadi  350 plg pada tahun  2013. “Peningkatan jumlah pelanggan dan pemakaian gas sektor industri antara tahun 1996-2013 meningkat empat kali,” jelasnya (eri)