03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Ubaya dan Edu Prima Digitalisasikan Buku-buku Balai Pustaka

Buku yang sudah didigitalisasi Ubaya dan Edu PrimaSurabaya, KabarGress.Com – Banyak cara untuk mengedukasi masyarakat. Sebagai institusi pendidikan, Universitas Surabaya (Ubaya) yang sejak 25 Juni 2014 berpartner kerjasama dengan Balai Pustaka mendapat hak mendigitalkan buku-buku Balai Pustaka dalam berbagai versi. Ada 3 buku yang sudah di digitalisasi oleh Ubaya dan Edu Prima.

Proses digitalisasi pada buku-buku milik Balai Pustaka ini disahkan melalui Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara Balai Pustaka, Eduprima Tama (Edu Prima) dan Ubaya, di Gedung Perpustakaan Lantai 5 Kampus II Ubaya Tenggilis Jalan Kalirungkut Surabaya, Rabu (27/8/2014).

Hal yang berbeda dari proses digitalisasi buku-buku milik Balai Pustaka ini adalah adanya konsep edutainment yang ditonjolkan oleh pihak Ubaya dan Edu Prima. Konsep edutainment adalah suatu konsep edukasi yang dikemas dengan cara-cara yang menghibur dan menyenangkan (entertainment). Dengan konsep ini, diharapkan dapat semakin meningkatkan daya saing produk ini di masyarakat, sekaligus sebagai salah satu alternatif baru untuk mengedukasi sekaligus menghibur pembaca.

Adapun buku-buku hasil digitalisasi yang ditampilkan saat itu adalah buku-buku milik Balai Pustaka yang berjudul ‘Aku Suka Sayuran’, ‘Tidur Sendiri’, dan ‘Aku Senang Bersih dan Rapi’ untuk anak-anak. “Buku-buku tersebut telah dibuat dalam 2 versi yakni versi inovatif dan versi kreatif. Versi inovatif adalah buku bacaan digital yang mengedepankan interaktivitas dari pembacanya agar dapat membaca keseluruhan cerita sampai tuntas. Versi ini dilengkapi dengan audio yang membacakan narasi dan dialog pada cerita.

Ubaya - Balai Pustaka - Edu PrimaSedangkan versi kreatif adalah buku bacaan digital yang memberikan kesempatan pada pembacanya untuk berkreasi menyusun tokoh-tokoh sendiri dalam ceritanya, sesuai dengan garis cerita yang telah diberikan,” papar Sholeh Hadi Setyawan, S.T., M.Kom., selaku Direktur Riset Edu Surya Teknik Informatika Ubaya.

“Hasil kreasi anak dalam mengulang kembali cerita tersebut dapat diubah dalam bentuk file JPG. Anak atau orangtua bisa juga mencetak file atau sekadar mengirimkannya kepada guru untuk menilai daya tangkap anak sesuai imajinasinya,” imbuh Jimmy Kurniawan, Koordinator Development Edu Surya Teknik Informatika Ubaya.

Selain mendemonstrasikan buku-buku hasil digitalisasi, Ubaya juga turut memperkenalkan produk-produk edutainment-nya yang lain, yakni Tas Elektronik dan permainan Edurace. Tas elektronik adalah hasil karya mahasiswi Ubaya yang dapat digunakan untuk menampung media pembelajaran interaktif, termasuk buku-buku elektronik. Dengan adanya tas elektronik ini, pendistribusian serta pengaksesan buku-buku elektronik diharapkan dapat semakin mudah dan tertata.

Sedangkan permainan Edurace merupakan permainan yang ditujukan untuk menguji pengetahuan anak-anak, yang dikemas dengan konsep lomba balapan (racing). Dengan produk-produk edutainment yang diluncurkan ini, diharapkan dapat semakin menarik minat anak-anak untuk semakin giat belajar dengan cara-cara yang inovatif.

Dalam kesempatan ini, hadir pula Arif Affandi selaku Direktur Utama Wira Jatim dan Satria Dharma selaku Direktur Eureka Akademia sebagai pembicara seminar/talkshow literasi. (Ro)