03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Wagub Minta Bupati dan Walikota Waspada ISIS

Wagub Minta Bupati dan Walikota Waspada ISISJember, KabarGress.Com – Keberadaan  Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) cukup menyita perhatian masyarakat luas, bukan hanya di Indonesia akan tetapi juga Jatim. Oleh sebab itu, peran Bupati dan Walikota harus lebih peka terhadap persebaran organisasi tersebut karena menyebabkan stabilitas. Demikian disampaikan Wagub Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat Seminar Internasional “Stemming Islamic Radicalism In Indonesia” di STAI Jember, Kab. Jember, Senin (25/8).

Menurutnya, para stakeholder tersebut harus memanfaatkan semua sumber daya yang ada di wilayahnya masing-masing agar ISIS tidak semakin menyebar luas dalam kehidupan masyarakat. “Dengan memaksimalkan peran serta Bupati dan Walikota, pergerakan-pergerakan organisasi yang  mengganggu stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI) bisa terdeteksi lebih dini,” ujar Gus Ipul sapaan akrabnya.

Ia menuturkan, beraneka ragam organisasi yang bisa mengganggu stabilitas NKRI, salah satunya adalah ISIS. Saat ini keberadaan ISIS masih belum begitu besar dibandingkan di Negara-negara Islam lainnya.  Saat ini menurut data Badan Intelejen Nasional (BIN) terdeteksi sebanyak 56 anggota ISIS yang ada di Indonesia, 16 diantaranya berasal dari Jatim.

Dengan kondisi tersebut, Pemprov Jatim menerbitkanPeraturan Gubernur (Pergub) nomor 51 tahun 2014 tentang Larangan Gerakan ISIS di Jatim. Pemprov Jatim merasa bahwa gerakan ISIS membawa kekhawatiran di lingkungan masyarakat yang  bisa menggaggu keamanan, ketentraman dan ketertiban.”Pergub Larangan Gerakan ISIS yang diterbitkan Pemprov Jatim merupakan yang pertama di Indonesia.  Dengan adanya Pergub tersebut, ISIS tidak bisa berkembang di Jatim, “ tuturnya.

Sebenarnya, jelas Gus Ipul, untuk masalah keyakinan dan radikalisme merupakan wewenang pemerintah pusat. Akan tetapi karena timbulnya gejolak yang berkembang di masyarakat Pergub  tersebut dibuat. Ketertiban, keamanan dan kenyamanan merupakan tujuan dari dibuatnya Pergub tersebut.

Ia menjelaskan, apabila ISIS dibiarkan berkembang, kemerdekaan NKRI akan terkoyak. Karena semua hal yang diperjuangkan oleh ISIS menyalahi tujuan dari merdekanya NKRI.  “Founding father Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia adalah bertujuan untuk mempunyai  tanah air sendiri. Setelah merdeka, baru syiar agama disebarkan. Dengan adanya ISIS akan melukai para pendiri bangsa ini, karena apa yang diperjuangkan ISIS bukan untuk NKRI tapi Negara lain dan merupakan gerakan trans nasional,” jelasnya. (Eri)