Kristiawan dan Ricky Ciptakan Helm Anti Kantuk

Ubaya - helm untuk pengendara ngantuk lagiSurabaya, KabarGress.Com – Dua mahasiswa Program Kekhususan Teknik Manufaktur Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya), Kristiawan Manik dan Ricky Nathaniel Joevan berhasil menciptakan helm anti kantuk yang diberi nama Anti-Drowsing System (Androsys). Produk hasil kreasinya ditunjukkan kepada awak media Surabaya, bertempat di Gedung Internatuonal Village Kampus  II Ubaya Tenggilis Jalan Kalirungkut Surabaya, Senin (25/8/2015).

“Idenya dilatar belakangi oleh fenomena 3.675 kecelakaan yang diakibatkan pengendara mengantuk pada mudik Lebaran 2013. Dari sana kami berpikir bahwa diperlukan alat pencegah rasa kantuk bagi pengemudi sepeda motor yang efektif, efisien dan ekonomis agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” terang Kristiawan.

Androsys memanfaatkan denyut nadi sebagai sensor kantuk seseorang ketika mengemudi. “Denyut nadi seseorang itu normalnya 80 denyut/menit. Cara kerja Androsys adalah ketika sensor menangkap denyut nadi pengemudi tidak sampai 80 denyut/menit, maka alat ini akan menghasilkan output getaran secara berkala yang dapat mencegah pengemudi tersebut mengantuk,” imbuh Ricky.

Androsys memang dirancang sebagai perangkat modular dalam sebuah helm. Pengemudi yang hendak memasang Androsys pada helmnya cukup melekatkan vibrator pada bagian dalam helm (di atas kepala/ubun-ubun) melalui pelubangan kecil tanpa mengurangi fungsi keamanan helm standar. Pada vibrator, terhubung sensor denyut nadi yang dapat diletakkan pada bagian tubuh yang berdenyut. Produk ini merupakan temuan baru dan sukses dinobatkan menjadi peraih medali emas kategori Invention.

Ubaya - helm untuk pengendara ngantukInovasi karya Kristiawan Manik dan Ricky Nathaniel Joevan telah berhasil merebut medali emas dalam International Invention Inovation & Design (IIID) di Universiti Teknologi Mara (UiTM) Segamat, Johor, Malaysia, 20 Agustus silam.

Harga pemasangan alat anti kantuk ini pun lumayan terjangkau untuk kalangan pengendara yang rata-rata kelas menengah ke bawah, yakni Rp500 ribu.

“Hasil produk para mahasiswa dan prestasi yang telah ditorehkan jauh melebihi target saya. Harapannya adalah kami bisa segera mematenkan hak cipta produk-produk tersebut, melakukan penyempurnaan dari prototype-nya, dan semoga terus ada generasi-generasi baru yang berinvensi dan berinovasi,” kata Sunardi Tjandra, S.T., M.T., selaku Dosen Pembimbing inovasi helm anti kantuk yang hanya dikerjakan dalam waktu satu semester. (ro)

Leave a Reply


*