27/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Pentas Seni Wujud Ketahanan Budaya dan Pasar UMKM

Pentas Seni Wujud Ketahanan Budaya dan Pasar UMKMSurabaya, KabarGress.com – Seni budaya daerah adalah salah satu wujud kegiatan ketahanan budaya dan memperluas pasar produk UMKM. Pemprov Jatim mewujudkannya melalui Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur melalui Gelar seni budaya daerah di Taman Budaya Surabaya yang dibuka Sekdaprov Jatim, Jumat malam (22/8).

“Gelar budaya seni daerah adalah salah satu mode kegiatan ketahanan budaya untuk mendorong dan  memperluas pasar produk UMKM,” kata Sukardi dalam sambutannya.

Menurutnya, untuk menggenjot tingkat kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik, pemprov terus melakukan strategi promosi dan perbaikan infrastruktur tempat wisata. “Pak gubernur sangat perhatian terhadap perkembangan wisata dan budaya di Jatim. Hal tersebut ditunjukkan dengan digarapnya Mojopahit Center,” katanya.

Termasuk gelar seni budaya ini, kata Sukardi, sebagai salah satu bentuk promosi budaya Jatim. Taman budaya sebagai tempat yang diharapkan mampu menjadi ruang publik dan art centre Jatim, terutama sebagai fasilitator berkesenian, baik untuk berolah seni, pameran maupun pertunjukan.

Dia mengingatkan, pengunjung wisatawan asing maupun domestik akan datang akan bila kalender event yang digelar menarik. Oleh karenanya Taman Budaya sebagai ruang publik promosi diharapkan mempunyai agenda acara yang menarik seperti halnya gelar seni budaya kabupaten gresik yang mengambil tema Kharisma Bumi Wali ini.

Event ini, kata dia, sebagai sarana education bagi wisatawan untuk datang ke daerah tersebut. Seperti kabupaten Gresik yang mempunyai tempat wisata alam seperti Pulau Bawean, Pantai Delegan dan muara Bengawan Solo.

Wisata ziarah makam Maulana Malik Ibrahim, makam Sunan Giri, makam Sunan Prapen, makam Fatimah Binti Maiun, makam Kanjeng Sepuh dan petilasan Sunan Kalijoga. “Event ini sebagai sarana promosi budaya dan education bagi wisatawan yang harapannya akan mengunjungi tempat wisata tersebut. Kalender event seperti ini harus terus dilakukan,” katanya.

Selain bertujuan memacu tingkat kunjungan wisatawan, menurutnya, turis asing maupun domestik dapat berbelanja di UMKM sebagai oleh-oleh ke tempat asalnya. Saat ini pelaku UMKM di Provinsi Jatim, sejumlah 6,5 juta telah menyumbang sebanyak 58.8% atau Rp548.9 triliun terhadap PDRB Jatim yang jumlahnya Rp1,135 triliun.

“Oleh karenanya event ini sangat bermanfaat sebagai sarana media promosi bagi UMKM dan diharapkan terus ditingkatkan,” ujarnya. (Eri)