03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pemerintah Beri Empat Garansi Kemudahan Tarik Investor

Investor Summit and Capital Market Expo 2014Surabaya, KabarGress.com – Para memilik modal atau investor baik dari luar negeri maupun dalam negeri mau dan tertarik menanamkan modalnya di Jawa Timur, maka Pemprov. Jatim mempunyai trik dan jurus jitu yakni dengan memberikan empat garansi kemudahan kepada para investor yang akan menanamkan modalnya di Jawa Timur.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo saat memberikan pengarahan pada acara Investor Summit and Capital Market Expo 2014 di Grand City Mall dan Corner Surabaya, Rabu (20/8).

Menurut Gubernur, keempat Garansi kemudahan yang diberikan pemprov. Jatim tersebut adalah masalah perijinan, ketersediaan lahan, power plant dan tenaga kerja. Untuk perijinan yang tadinya PMA yang tadinya memakan waktu 70 hari lebih, kini menjadi 17 hari langsung jadi kalau surat yang dibutuhkan sudah lengkap dan PMDN pengurusannya dari 45 hari hanya butuh waktu 11 hari langsung jika surat-surat yang dibutuhkan lengkap.

Begitu juga untuk masalah  lahan yang dibutuhkan investor guna mendirikan usaha, pemprov. Jatimpun siap menjebatani dan mencarikan tanah dengan cara mempertemukan pemilik dengan investor yang membutuhkan. Masalah harga, itu tergantung pada pemilik dan sesuai dengan JOP atau harga tanah di daerahnya. Begitu juga dengan power plant, ketersediaan lahan untuk usaha di Jatim masih luas seperti di Mojokerto dekat chil Jidang atau sebelah utara Gempol kerep sudah tersedia lahan seluas 10 Ha sampai 14 Ha, di Gresik seluas 2.500 Ha dan di Madiun lebih dari 400 Ha, begitu juga di Banyuwangi serta Pasuruan. Hanya saja di Pasuruan ada sedikit masalah yaitu masalah air.

Sedang garansi yang terakhir adalah masalah tenaga kerja, di Jatim tidak ada masalah karena disini banyak tersedia tenaga kerja. Untuk memenuhi standard tenaga kerja yang dibutuhkan pasar tenaga kerja, pemprov. Jatim membangun dan mendirikan SMK Mini atau BLK Plus yang didik selama enam bulan dengan ilmu keahlian/skill sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Setelah enam bulan dididik dan mereka keluar dengan membawa sertifikat dengan standard internasional, ijazah atau sertifikat ini bisa digunakan untuk melamar dimana saja dan kapan saja sesuai dengan lowongan yang dibutuhkan.

Dengan adanya kemudahan-kemudahan yang diberikan pemprov. Jatim, maka pertumbuhan ekonomi dan peningkatan atau penambahan investor di jatim sangat signifikan. Sebagai contoh, jumlah UMKM di Jatim saat ini sebanyak 6.825.931 dan menyerap 11.117.439 tenaga kerja. Agar produk barang dan jasa yang dihasilkan UMKM di Jatim bisa laku dan diminati pasar, maka produk dan barang yang dihasilkan harus memenuhi standarisasi produk atau ber-SNI dan memiliki desain produk. Begitu juga untuk barang dan jasa yang akan masuk ke Jawa Timurpun harus memenuhi standarisasi produk barang dan jasa.

Dan untuk strategi perluasan penguasaan pasar dalam negeri, maka pemprov. Jatim membangun penguatan dan pengembangan kantor perwakilan dagang di luar provinsi. Semua ini dilakukan untuk meningkatkan akses dan Panetrasi ke pasar Domistik. Jawa Timur, saat ini menguasai pasar domistik atau dalam negeri  sekitar 40 %.

Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito mengatakan, pelaksanaan Investor Summit and Capital Market Expo 2014 di Jatim ini adalah untuk yang ke lima kalinya. Dengan tujuan untuk dijadikan sebagai sarana atau ukuran dalam menyampaikan perkembangan atau fluktuatif pasar modal di Jatim. Perkembangan pasar modal tahun 2014 ini merupakan rekor baru yakni baru sampai semester I sudah mencapai Rp5.160 trilyun lebih. Sedang perolehan tahun kemarin yakni 2013 sampai dengan bulan Mei hanya Rp5.000 trilyun, hal tersebut dikarenakan badai krisis sehingga nilai rupiah turun hingga mencapai nilai Rp11 ribu.

“Dari jumlah investor yang hadir juga sangat menggembirakan, jika 5 tahun lalu hanya 500 investor, tahun ini mencapai 1.160 investor,” ujar Ito berseri-seri.

Ikut hadir dalam itu antara lain asisten Sekdaprov. Jatim bidang Ekbang Ir. Hadi Prasetya, MM, Dirut Bank Jatim, Direktur Pengawasan Keuangan dan Jasa Bank Indonesia serta Direktur Pengawasan Perputaran Keuangan Pasar Modal Jawa Timur. (Ro/Ery)