26/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Malaysia, Timur Tengah dan Jepang Tujuan Utama Ekspor Rokok GG

Direktur PT Gudang Garam Tbk (GGRM), Heru Budiman.
Direktur PT Gudang Garam Tbk (GGRM), Heru Budiman.

Surabaya, KabarGress.Com – Malaysia dan negara-negara Timur Tengah ternyata berkontribusi paling besar terhadap PT Gudang Garam. “Salah satu faktornya karena disana banyak bekerja para tenaga kerja Indonesia. Selain itu juga banyaknya warga Indonesia yang menjalankan ibadah haji maupun umroh ke tanah suci,” demikian ungkap Direktur PT Gudang Garam Tbk (GGRM), Heru Budiman, Rabu (20/8/2014).

Menurut Heru, meski ekspor rokok yang diproduksi PT Gudang Garam Tbk (GGRM) porsinya relatif kecil yakni 4 hingga 6 persen, Malaysia, negara-negara Timur Tengah dan Jepang merupakan negara tujuan utama ekspor. Sedangkan pasar di Tiongkok tidak mampu menyerap rokok yang diproduksi Gudang Garam karena selera rasanya berbeda. ”Rokok kami seluruhnya rokok kretek (campuran tembakau dan cengkih). Sementara konsumen di Tiongkok lebih menyukai rokok putih,” tuturnya.

Untuk pasar dalam negeri, Heru mengutip data AC Nielsen Juni 2014, market share Gudang Garam sebesar 21,7 persen. Hingga akhir Semester I/2014, Gudang Garam mencatat penjualan 41,1 miliar batang rokok, meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 3,1 miliar batang. ”Padahal total volume penjualan industri rokok alami penurunan sebesar 9,7 persen, Gudang Garam malah naik,” ujarnya.

Di kategori SKM full flavour yang merupakan 75 persen dari total volume penjualan perseroan, volume penjualan merek Gudang Garam naik 10 persen sedangkan volume penjualan industri rokok mengalami penurunan sebesar 2 persen.

Pada kategori SKM ligh/mild, yang merupakan 15 persen dari total volume penjualan perseroan, volume penjualan produk Gudang Garam meningkat 37 persen dibandingkan dengan penurunan volume penjualan industri sebesar 6 persen. ”Volume penjualan produk SKT perseroan turun 27 persen seiring dengan penurunan volume industri untuk kategori SKT sebesar 21 persen. Secara persentase dari seluruh volume penjualan, segmen SKT turun dari kisaran 12 persen di akhir 2013 menjadi 10 persen untuk periode 6 bulan 2014,” tukasnya.

Pendapatan perseroan tercatat mencapai Rp32,7 triliun pada akhir Semester I/2014, meningkat 22,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Heru menambahkan sales omzet Gudang Garam di 2013 mencapai Rp55,4 triliun dan besaran cukai yang dibayarkan plus PPn sebesar Rp29 triliun. (ro)