03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Hadapi AEC 2015, Jatim Perkuat Kerjasama dengan Singapura

Hadapi AEC 2015, Jatim Perkuat Kerjasama dengan SingapuraSurabaya, KabarGress.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf mengatakan, dalam menghadapi Asean Economic Community (AEC) 2015, Jatim terus memperkuat kerjasama dengan berbagai negara salah satunya Singapura. Kerjasama ini, telah lama dilakukan baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga perdagangan. Hal tersebut disampaikannya, saat menerima Wakil Menteri Luar Negeri Singapura Mr. Masagos Zulkifli di ruang kerjanya Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Rabu (20/8).

Ia menjelaskan, Singapura merupakan salah dari satu lima besar tujuan utama perdagangan dari Jatim selain Korea, Jepang, USA dan China. “Semoga dengan perkuatan kerjasama ini, berdampak positif bagi AEC 2015 antara Jatim dengan Singapura,” harapnya.

Gus Ipul sapaan akrabnya menjelaskan, bentuk kerjasama yang telah dilakukan diantaranya meliputi penandatanganan MoU Singapura International Foundation (SIF) sejak 15 Juni  2005. Implementasi program tersebut antara lain Occupational Dermatology atau penanganan penyakit kulit dalam kecelakaan kerja yang telah dilakukan di RS. Saiful Anwar Malang.

Selain itu, kerjasama kesehatan tersebut juga dilakukan di RSUD dr. Soedono Madiun yang menangani kesehatan bayi baru lahir atau Neo-Natal Care serta Micro surgery dan bedah plastik mikro di RSUD dr. Soetomo Surabaya.

​Bentuk kerjasama lain yakni penyediaan air bersih untuk kehidupan sehari-hari untuk masyarakat (Water for life) melalui penyediaan filter air yang telah dilakukan di Kab. Lamongan.

​Ia menambahkan, komoditi utama ekspor non migas dari Jatim ke Singapura adalah besi baja, pengolahan emas, logam mulia, mesin-mesin otomotif, pengolahan kayu, kimia dasar, tekstil dan pengolahan karet. Sedangkan komoditi impor dari Singapura ke Jatim meliputi bahan kimia dasar, makanan dan minuman, elektronik, pengolahan alumunium, tembaga, timah, alat-alat listrik dan pengolahan kelapa sawit hingga produk farmasi.

​Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Singapura Mr. Masagos Zulkifli mengaku, bahwa selama ini hubungankerjasama antara Singapura dan Indonesia telah berjalan baik. Namun, dalam hubungan kerjasama perlu dilakukan secara intens bersama pemerintah daerah setempat salah satunya dengan Jatim.

Ia mengatakan, tujuan dari kunjungannya ke Jatim selainmempererat kerjasama menjelang AEC 2015, juga menawarkan kerjasama dalam bentuk pertukaran birokrat maupun mahasiswa yang ingin belajar lebih jauh tentang kemajuan Singapura. “Singapura, menawarkan proposal kepada Jatim dan pemerintah daerah lainnya untuk berbagi pengalaman tentang kemajuan kota beserta kendalanya yang terjadi dalam pembangunan Singapura,” ungkapnya.

Hubungan perdagangan antara Singapura dan Indonesiakhususnya Jatim merupakan salah satu hubungan dagang terbesar karena wilayah geografis yang strategis. Hubungan dagang ini meliputi penyediaan bahan bahan fisik industri dan bahan kimia. Bahan kimia dari Indonesia, diolah menjadi barang jadi seperti tekstil dan produk lainnya. “Kami merasa perlu memperkuat hubungan kerjasama dengan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati/Walikota sebagai perwakilan pemerintah pusat yang ada di daerah,” terangnya. (Eri)