22/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Gubernur Minta KI Adil dan Konstruktif

pakde karwoSurabaya, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo minta Komisi Informasi (KI) mampu mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang adil dan konstruktif.

Permintaan itu disampaikan Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim saat mengukuhkan anggota Komisi Informasi (KI) Jatim tahun 2014-2019 berlangsung di R. Bhinaloka Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan 110 Surabaya, Senin (18/8).

Para anggota KI yang dikukuhkan adalah Dra. Isrowi Farida, M.Si; Dra. Zulaikha, M.Si; Wahyu Kuncoro, M.Si, MIP; Mahbub Junaidi, SS; dan Ketty Tri Setyorini, M.Si. Pengukuhan kelima anggota KI tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Jatim Nomor: 188/463/KPTS/013/2014 Tentang Komisi Informasi Provinsi Jatim Tahun 2014-2018.

Kelimanya menggantikan pengurus terdahulu, yakni H. Djoko Tetuko, Imadoeddin, Nurul Amalia, dan Daan Rachmad Tanod.

Pakde Karwo mengatakan, di era demokrasi sekarang, hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik yang adil dan konstrukti fmerupakan salah satu upaya untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik.

Oleh sebab itu, KI selaku lembaga yang berwenang membentuk peraturan tentang keterbukaan informasi publik diharap mampu berlaku adil serta konstruktif. Adil artinya, jika ada instansi yang memang belum menerapkan KIP dengan baik, maka harus diberikan peringatan dan ditindak dengan tegas.

Sedangkan konstruktif, artinya peraturan yang dikeluarkan oleh KI harus selaras dengan kultur Jatim, yakni membangun budaya sehat melalui pendekatan persuasif kepada badan publik yang dinilai masih belum bisa menerapkan KIP dengan baik. Tujuannya agar timbul kompetisi KIP yang baik antara badan publik di Jatim.

Pakde Karwo menegaskan, KIP tidak hanya diterapkan pada instansi pemerintah saja, tapi seluruh badan publik. Oleh sebab itu, KI harus berani untuk memberikan kritik dan saran yang membangun kepada mereka tanpa pandang bulu. “Silakan umumkan saja jika ada SKPD yang masih tertutup dan tidak menerapkan KIP dengan baik,” ujarnya.

“Saya berpesan kepada lima pendekar KI, pendekar dalam artian adalah orang yang memberikan penerangan kepada masyarakat. Mari kita rubah mindset keterbukaan informasi adalah hal yang positif, perubahan itu tidak bisa radikal, tetapi harus dilakukan dengan kultur khas Jatim. Mari kita sampaikan informasi dengan baik karena demokrasi memberikan kekuatan untuk keterbukaan,” pesannya.

Pengukuhan pengurus KI dihadiri oleh para pejabat di lingkungan Pemprov Jatim, DPRD Jatim, dan diliput oleh berbagai media dan pers. (Eri)