03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Gubernur Apresiasi UINSA Kembangkan Konsep Spiritualisasi Sains dan Teknologi

UINSASurabaya, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo mengapresiasi Universitas Islam Negri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) yang mengembangkan konsep spritualisasi sains dan teknologi. Konsep itu nantinya akan memasukkan tiga substansi dasar sebagai acuan bagi pengembangan sains dalam perspektif Islam. Yakni memasukkan iman dan nilai sebagai landasan pembelajaran sains, memanusiawikan dalam pembelajaran sains, serta mengintegrasikan sains dan agama.

“Banyak mahasiswa yang tidak paham secara utuh substansi dasar mengapa mereka belajar di universitas Islam. Padahal berangkat dari konsep dasar itulah mereka akan bisa menyeleraskan ilmu yang diperoleh,” kata Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur saat menerima rektor UINSA, di Ruang Kerja Gubernur, Surabaya, Senin (18/8).

Ia mengatakan, negara yang memiliki nilai kultur lokal yang kuat serta berbasis agama akan berkembang menjadi negara maju. Dicontohkan orang Malaysia dan Australia banyak yang memilih program belajar D3, karena lebih memilih penerapan praktis dari pada sains murni. “Ketika orang begitu pragmatis di bidangnya, sebetulnya karena nilai spiritual tidak dipahami secara utuh. Dan jika dikembangkan sains akan menang mutlak dan menguat, itulah mengapa tantangan besar kita adalah untuk mengawinkan sains dan spritual,” imbuhnya.

Menurutnya, Jatim adalah basis pesantren dan kyai. Karenanya dengan menjadikan mahasiswa terdidik sekaligus seorang santri, akan mampu mengimbangi masuknya sains dan teknologi baru.

Kaitannya dengan pengembangan kampus II UINSA, lanjutnya, Pemprov Jatim akan membantu megkoordinasikan dengan pihak terkait. Misalnya dengan Pemkot Surabaya terkait dengan Penetapan Lokasi (Penlok) seluas 39 Ha di Gununganyar. Selain itu juga dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk pengurusan program perijinan lahan.

Selain itu, untuk keperluan asrama mahasiswa UINSA Pemprov mau menyediakan rumah susun sewa (rusunawa). Dengan syarat skema kerjasama yang akan dibuat harus jelas sejak awal. “Saat ini rusunawa Pemprov banyak diisi korban Syiah Sampang, juga para imigran gelap. Karenanya saya harapkan segera dibuat kesepakatan karena implementasinya membutuhkan perencanaan matang,” jelasnya.

Rektor UINSA Prof. Dr. H. Abd. A’la, M. Ag mengatakan, perubahan dari IAIN menjadi UIN membawa perubahan besar. Hal itu bisa dilihat dari meningkatnya jumlah peminat, tahun 2013 sebanyak 18.067 sedangkan tahun 2014 sebanyak 52.888. Selain itu juga penambahan fakultas yang seblumnya hanya 5 menjadi 9.

Ia menambahkan, masyarakat beranggapan bahwa UINSA hanya diminati oleh golongan menengah ke bawah. Padahal berdasarkan data yang ada kategori golongan ekonomi sedang mencapai 30%, dan golongan mampu mencapai 57%.

Dalam rangka mendukung program spiritualisasi sains dan teknologi, UINSA memiliki strategi salah satunya mengasramakan mahasiswa baru semua jurusan selama 2 semester. Selain itu juga penguatan spiritualisasi keilmuan sosial-humaniora serta sains dan teknologi. (eri)