03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo: Gotong Royong Sebagai Working Ideology Bangsa

Pakde Karwo dalam upacara bendera Hari Proklamasi RI ke 69Surabaya, KabarGress.com – Gotong royong sebagai bentuk working ideology bangsa. Hal itu penting karena wujud kongkrit penerapan dalam keseharian kita sebagai bangsa yang merdeka. Karenanya,working ideology menjadi aktualisasi nasionalisme baru Bangsa Indonesia.

“Kegotongroyongan sebagai bentuk working ideologydalam menghadapi tantangan kedepan bangsa ini, melalui hal-hal kecil seperti membantu masyarakat kita mewujudkan cita-cita bangsa. Sebenarnya tantangannya bukan hanya kesepakatannya, tapi penerapannya yang tertuang dalam nilai-nilai Pancasila dalam keseharian,” ujar Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo seusai Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaanke-69 Republik Indonesia Tahun 2014 di Halaman Gedung Negara Grahadi, Minggu (17/8).

Ia mengatakan, banyak hal dalam masalah keseharian kita hanya selesai di hilir atau dalam bentuk regulasi saja. Bukan hanya itu saja yang patut diselesaikan, tetapi working ideologyharus benar-benar diterapkan dengan baik.

Selain gotong royong, lanjutnya, working ideology harus didukung dengan rasa cinta terhadap produk Indonesia. Karena dalam menghadapi Asean Economic Community (AEC) 2015 hanya dengan memperkuat produk dalam negri. “Semangat Aku Cinta Indonesia (ACI), harus tertanam di seluruh masyarakt untuk menghadapi globalisasi,” imbuhnya.

Dicontohkan, bentuk nasionalime baru, dapat tercipta dengan terus mencintai dan menggalakkan produk dalam negeri dengan Aku Cinta Indonesia (ACI). Gerakan ACI ini di era perdagangan bebas AEC 2015 menjadi sangat penting agar produk-produk lokal tidak tergilas dengan produk dari luar negeri.

Ke depan, menurut Pakde Karwo, Jatim akan menghadapi tantangan semakin berat mengingat Indonesia akan masukASEAN Economic Community (AEC) 2015. Jatim tidak hanya siap dalam menghadapi AEC, tetapi juga harus mampu menjadikannya sebagai peluang.

Untuk berperan dalam AEC, terdapat empat kunci pokok yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal dan akses kesehatan, peningkatan produktivitas tenaga kerja, peningkatan kualitas usaha mikro kecil dan menengah, dan peningkatan kemitraan produktivitas dengan provinsi lain.

“Dalam kompetisi Pasar Bebas 2015, masyarakat dituntut untuk mencintai produk dalam negeri. Tantangan kita di tahun ini dan kedepan adalah terus meningkatkan kualitas dan melakukan efisiensi terhadap produksi. Jangan pernah menjadi mahal proses produksi, tapi untuk produk kelas bawah pemerintah harus diberikan rasa aman dan keadilan,” tegasnya.

Ia menuturkan, keadilan dan efisiensi menjadi kata kunci dalam menggalakkan Aku Cinta Indonesia. Efisiensi dan keadilan tidak pernah selesai dalam setiap permasalahan kehidupan manusia. Ada yang menyebut bahwa dalam keadilan, makna efisiensi tidak berlaku. Namun jika ingin berkompetisi maka produk yang dihasilkan harus efisien.

Pakde Karwo memastikan, masyarakat kelas bawah untuk diberikan rasa keadilan. Mereka tidak boleh dibiarkan tergilas oleh pasar.  Pemerintah harus memberikan perlindungan kepada masyarakat yang kalah dalam persaingan.

Implementasi working ideology, menurutnya, untuk masyarakat paternalistis harus dicontohkan oleh pemerintah. Dalam menghadapi demokrasi seperti saat ini, maka menggerakkan nilai horizontal sangat diperlukan. “Jika dalam agama sebagai pemerintah kita harus bisa menjadi uswatun khasanah/contoh yang baik bagi masyarakat, saling menghargai dan mengembangkan nilai kebersamaan antar sesama. Sehingga masalah bangsa bisa diselesaikan bersama bukan hanya urusan pemerintah,”jelasnya.

Untuk itu, Pakde Karwo mengajak kepada seluruh komponen masyarakat Jawa Timur untuk senantiasamempererat rasa gotong-royong, memupuk rasa kebersamaan, kesetiakawanan sosial, sekaligus selalu berupaya mengembangkan sikap-sikap yang memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, termasuk meneladani sikap-sikap yang dijiwai nilai luhur untuk selalu membela kebenaran dan keadilan yang diimplementasikan dalam berbagai bidang pembangunan.

Menurutnya, berbagai macam pasang surut dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara mengingiri Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Pengalaman yang diperoleh selama ini, jangan sampai dinodai oleh kepentingan-kepentingan golongan apalagi sampai mengubah ideologi bangsa dan dapat merusak NKRI oleh kelompok tertentu seperti kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Untuk itu, Pakde Karwo berharap kepada seluruh masyarakat Jatim untuk terus waspada dan melaporkan kegiatan-kegiatan kelompok atau sectarian yang membahayakan NKRI. “Sudah menjadi kewajiban kita dan seluruh masyarakat Indonesia untuk memelihara dan menjaga kehidupan politik, ekonomi, sosial, agama, pertahanan keamanan, hukum di wilayah kita utamanya menegakkan empat pilar bangsa yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

Upacara memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang diikuti KORPRI, Pelajar, Mahasiswa, TNI/Polri dipimpin Komandan Upacara Letnan Kolonel Inf. Rudi Andriono yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Kodim 0832/Surabaya Selatan dengan Perwira Upacara Mayor Inf. Siswanto yang sehari-hari menjabat sebagai Kassugar 0832/Surabaya Selatan, berjalan dengan tertib dan khidmad. Sebagai Inspektur Upacara (Irup) yakni Gubernur Jawa Timur.

Begitu pula dengan pengibaran bendera, dengan Paskibraka yang dikomandani Lettu Mar Amiruddin (Kompi Aligator Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi 1 Marinir Pasmar-1) terbagi dalam formasi 17, 8, 45 berjalan dengan lancar. Pembawa baki (duplikat bendera pusaka) Audia Maknolia (SMA Negeri 1 Kab. Malang). Petugas pengibar bendera yakni Mohammad Febrianto (SMA Negeri 1 Kab. Mojokerto), Ivana Marelda (SMA Negeri Ambulu Kab. Jember), Octavian Radjuaji (SMA Negeri 4 Kab. Sidoarjo).Sedangkan sebagai serpihan antara lain Yunita Findari (SMK Negeri Buduran Kab. Sidoarjo), Firman Andi Pratama (SMA Negeri 1 Singosari Malang), Nur Muhammad H. (SMA Negeri 2 Kab. Situbondo), dan Delvya Intan K. (SMA Negeri 1 Karas Kab. Magetan).

Paskibraka di bawah binaan Dinas Pendidikan dan Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Jawa Timur. Sedangkan yang menjadi Paskibraka Nasional yang mewakili Provinsi Jatim Tahun 2014 yakni M. Afif Ma’ruf (SMA Negeri 1 Lawang Kab. Malang) dan Putri Kurnia Agustin (SMK Negeri 3 Pamekasan Kab. Pamekasan).

Di mimbar kehormatan, nampak hadir Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf beserta Istri Ny. Hj. Ummu Fatma Saifullah Yusuf, jajaran Forpimda Jatim beserta isteri, pejabat, dan mantan pejabat di lingkungan Pemprov Jatim. Para undangan dan seluruh peserta  mendengarkan dengan khidmad pembacaan naskah proklamasi oleh Pimpinan DPRD Dr. H. M. Sunaryo, MSi, setelah dentuman meriam sebanyak 17 kali yang disertai dengan bunyi sirine dari PMK Pemkot Surabaya. Dentuman meriam yang dilaksanakan oleh Batalyon Howitzer-1 Marinir dipimpin Lettu Mar Yanuar (Wakil Komandan Batre Alfa Batalyon Howitzer-1 Marinir.

Peringatan HUT Ke-69 Proklamasi Kemerdekaan RI ini juga dimeriahkan oleh 1.000 siswa paduan suara yang merupakan gabungan pelajar dari SMA Surabaya dan Gresik yang diiringi Amadeus Light Orcestra Surabaya yang membawakan lagu-lagu perjuangan seperti Bagimu Negeri, Indonesia Pusaka, Dirgahayu Indonesia Symponi Raya Indonesia, Hari Merdeka, dan Kopral Jono. Paduan suara di bawah binaan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim dan sebagai dirigent Moch. Reza Zulfikar. Untuk lagu Symponi Raya Indonesia dinyanyikan oleh Rosi Try Istanfa dari Kab. Mojokerto dan Devy Maulana Akbar dari Kab. Sidoarjo. Keduanya pernah mewakili Prov. Jatim untuk bernyanyi di Gita Bahana Nusantara tahun 2012 dan 2013. Suasana semakin meriah ketika Gubernur dan Wagub Jatim mendatangi dan menyalami para pelajar yang menjadi anggota paduan suara.

Pasukan upacara telah berjajar dengan rapi terdiri dari 1 unit Korsik Pol. PP Prov. Jatim, 1 kompi Korp. Wanita TNI dan Polwan, 1 kompi Taruna AAL, 1 pleton TNI AD, 1 pleton TNI AL, 1 pleton TNI AU, 1 kompi Polri, 1 pleton DLLAJ, 1 pleton Bakesbangpol Linmas Kota Surabaya, 1 pleton Dispenda Prov. Jatim, 1 pleton Dispora Prov. Jatim, 1 kompi Ormas Kepemudaan, 1 kompi Mahasiswa (Akpel, ATKP, Hang Tuah), 1 kompi Pelajar SMU, dan 1 kompi Pramuka.

Tema Peringatan HUT Ke-69 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2014 adalah “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Dukung Suksesi Kepemimpinan Nasional Hasil Pemilu 2014 Demi Kelanjutan Pembangunan Menuju Indonesia yang Makin Maju dan Sejahtera.” (Eri)