03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Gubernur Serahkan Bintang Gerilya dari Presiden kepada Tiga Orang Pejuang

Hari Kemerdekaan RISurabaya, KabarGress.com – Kemerdekaan Repubik Indonesia yang sudah dinikmati selama 69 tahun tidak lepas dari para pahlwawan yang telah berjuang dan berkorban demi mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Untuk itu, seusai menerima ucapan selamat HUT ke – 69Proklamasi Kemerdekaan RI dari para Kepala Perwakilan Negara-negara sahabat di Surabaya, yang diwakili Konsul Jepang Noboru Nomura, Gubernur Pakde Karwo bersilaturrahmi dengan para kepala perwakilan negara sahabat, perintis kemerdekaan, purnawirawan, veteran, wredhatama dan warakawuri, di gedung negara Grahadi, Minggu (17/8),

Dalam rangkaian acara itu Gubernur menyerahkan Tanda Kehormatan Bintang Gerilya dari Presiden RI kepada tiga orang pejuang, sebagai penghargaan karena telah berjuang mempertahankan kedaulatan NKRI dari agresi negara asing  dengan cara bergerilya.

Tiga orang pejuang yang mendapat enghargaan itu adalah, prajurit (purn) Moestadjab (ex anggota PS Srijono Batalyon Drajot/ Mayangkara Surabaya), Pratu (purn) Misri(tenaga kesehatan sekaligus telik sandi Bataliyon 41 Soenaryadi Divisi Jatim), dan Asiyah (BPRI/ anggota dewan harian ranting 45, Kec Tambaksari Surabaya)

Dalam Sambutannya Pakde Karwo mengatakan, “Para pejuang kita luar biasa, yang diperlukan dalam perang/pertempuran itu bukan senjata yang sangat mutakhir tetapi bambu runcing. Seandainya di Timur Tengah ada bambu runcing pasti menang, tapi sayang disana tidak ada bambu,” ujarnya sambil tersenyum

Pakde Karwo mengajak yang hadir dalam acara silaturahmi itu memanjatkan syukur kehadairan Allah SWT, karena 69 tahun diberikan kemerdekaan dan saksinya/ para pejuang bisa hadir. “Saksi hidup hadir dalam resepsi kemerdekaan Bangsa Indonesia yang sudah dinikmati selama69 tahun.  Mereka memberikan tontonan yang harus menjadi tuntunan kita seterusnya, yaitu dengan semangat yang luar biasa, diikuti oleh do’a. Ada perang kemerdekaan tapi juga ada jihad yang dilakukan oleh para Kyai dan santri bahwa mempertahankan kemerdekaan adalah bentuk jihad yang benar. Maka kemerdekaan terus kita pertahankan. ApalagiSurabaya sejak 10 Nopember dikenal sebagai Kota Pahlawan karena kebersamaan para tentara, masyarakat dan para ulama untuk memperjuangkan tanah air.

Syukur yang kedua, kata Pakde Karwo, tahun-tahunterakhir ini diberi nikmat karena negara-negara lain rusuh, tapi di Indonesia khususnya Jatim aman dan nyaman, ini nikmat yang luar biasa tiada taranya.

Nikmat ketiga, peristiwa penting 2014 yaitu pelaksanaan Pileg dan Pilpres juga berlangsung aman. “Saya kira hal ini selain ikhtiar kita, Allah memberikan hidayah kepada kita sekalian, tidak ada gunanya eker-ekeran ( bhs Jawa, artinya bertengkar), yang penting berkumpul kembali membangun Indonesia dan membangun Jawa Timur”.

Nikmat Keempat, lanjutnya, “Para pejuang, pendiriRepublik ini merumuskan jelas pandangan hidup idelogi kitaadalah Pancasila, tidak ada seindah dan sebagus Pancasla dalam ideologi, yaitu merangkul semuanya, ditampung dalam suasana toleransi yang luar biasa. Hal ini merupakan kerja keras dari para pejuang. Pekerjaan berikutnya  kami semua sebagai penerus ingin meneruskan ideologi  Pancasila dalam keseharian. Ada working ideologi yang harus dijabarkan secara konkrit dalam kehidupan, yaitu gotong royong terusdigalakkan. Sebentar lagi musim hujan, tidak perlu digerakkanatau didorong-dorong, tapi kesadaran untuk mengurus jentik nyamuk supaya tidak timbul demam berdarah.

Sekarang sudah musim kemarau, yang punya truk kosong bisa membantu berbagi air bersih  ke daerah yang kekurangan air. Yang kelebihan uang supaya sedekah lebih banyak agar mudah masuk sorga. Karena kegiatan sosialseperti ini tidak akan memiskinkan tapi justru kekayaan akan berlimpah, dan bagi siapa saja yang membantu masyarakatkecil menjadi lebih terhormat. “Perang kemerdekaan yang baru kita adalah mengisi yang masih kosong yaitu membantu yang masih miskin. Itu  perang kemerdekaan yang sekarang harus dilakukan supaya pembangunan lebih merata,” tegasnya.

“Pancasila itu ideologi kita, dalam keseharian harus menjadi pegangan kita. Working ideologi seperti itu yang harus dikembangkan/ diuri-uri. Saya bisa pidato juga harus bisa menjalankan. Jangan sampai Jarkoni (bisa ngajari tapigak bisa ngelakoni)” tambahnya.

Memperingati hari Ulang Tahun kemerdekaan RI,menurut Pakde Karwo, adalah hari-hari refleksi, untuk melakukan introspeksi apakah yang sudah diperjuangkan oleh para pejuang, sudah dilakukan oleh generasi penerus meskidengan suasana yang lain. Sebagai generasi penerus harus bisa melanjutkan cita-cita para pejuang, terus mengikuti nilai-nilai ideologi Pancasila dan loyal terhadap NKRI, UUD 1945, saling menghargai terhadap kebhinekaan.

Di akhir sambutan Pakde mengajak mencintai produk dalam negeri. “Kita harus mencintai produk-produk Indonesia,karena ini penting dalam rangka mengahadapi AFTA 2015.Jelas, kualitas produk dalam negeri harus ditingkatkan, standarisasi harus lebih bagus daripada sekarang. Tapi yang penting di era globalisasi ini adalah cintailah produk-produkIndonesia. Itu menjadi nasionalisme baru. Kita mencintai produk dalam negeri tapi kualitasnya bagus dan harganya murah” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyerahkan tali asihkepada 114 perintis kemerdakaan dan janda  perintis dari 11 Kab/ kota di Jatim. Selain itu Pakde didampingi Wagub Gus Ipul menyerahkan piagam penghargaan dan trophy kepada para pemenang berbagai lomba, antara lain setifikat  lulus akreditasi rumah  sakit paripurna yaitu kepada RSUD  dr Soetomo Surabaya, dan pemenang lomba desa dan kelurahan tahun 2014, dan pemenang  evaluasi unit pengelola keuangan dan usaha berhasil, dan lain-lain.

Sebagai simbol puncak peringatan HUT ke-69 Proklamasi Kemerdekaan RI, Pakde Karwo memotong tumpeng, setelah dilengkapi dengan lauk pauk diserahkan kepada salah seorang pejuang Gerilya yang mendapat Tanda Kehormatan Bintang Gerilya dari Presiden RI    yaitu prajurit (purn) Moestadjab (ex anggota PS Srijono Batalyon Drajot/ Mayangkara Surabaya).

Ketika menerima potongan tumpeng, Moestadjab dipeluk oleh Gubernur dan Wakil Gubernur. Dalam kesempatan itu Moestadjab dengan semangat memekikkan kata Merdeka …. Merdeka ….. Merdeka ….. yang disambut tepuk tangan meriah oleh para undangan yang hadir.

“Saya orang gerilya tidak pernah nguri tunjangan uang pensiun, sampai sekarang, baru sekarang setelah mendapat anugerah Bintang Gerilya dari SBY menurut rencana akan mendapat tunjangan pensiun. Tapi saya bangga lulus  mengabdi pada negara tanpa pamrih. Waktu  perang teman-teman seperjuangan tidak pernah memikirkan apapun, lillahi ta’’ala kecuali berjuang dan berjuang, dengan loyalitas tinggi melawan NICA belanda,” ujarnya

‘Saya betul-betul bersyukur diakui Presiden RI SBY, dan saya bangga karena berhasil menunjukkan bukti-bukti bahwa saya pejuang tanpa pamrih,” ujar kakek kelahiran Gresik 7 Agustus 1930, tapi waktu itu  berjuang di daerah Bojoneoro.

Yang terkenang sampai sekarang,”Terkadang bangsa sendiri yang tidak mau memihak kita, ada yang menjadi mata-mata dan antek belanda. Mudah-mudahan generasi muda sekarang betul-betul setia pada Pancasila karena sekarang sudah benar-benar merdeka. Keihlasan untuk membangun, jangan sampai ada korupsi-korupsi lagi. Saya tidak senang,”    ujar lelaki yang berdomisili di Jl Karangrejo sawah no 35 Surabaya ini.

Kakek yang berusia 85 tahun ini juga berpesan kepada generasi muda, “Kalau loyal ya loyal, kalau mengabdi pada negara jangan mengharap cepat sugih (kaya),”.

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Gubernur Jatim beserta Ny. Hj Fatma SaifullahYusuf, Ketua DPRD Prov. Jatim beserta Ny. Elok Imam Sunardhi, Sekda Prov. Jatim beserta Ibu Yuliati Chaerani Akhmad Sukardi, Forpimda Prov. Jatim Beserta Istri, mantan Gubernur dan mantan Wakil Gubernur, Konsulat Jendral Perwakilan negara sahabat,  Asisten I, II,III, dan IV Sekda Prov. Jatim Beserta Istri, Kepala SKPD , Kepala. Biro di Lingkungan Setda Prov. Jatim, Dirut RSUD Dr.Sutomo, RSJ Menur dan RS. Haji Surabaya, dan undangan lainnya. (eri)