27/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Ngurah Adnyana Resmikan PLTMG-CNG Bawean

Direktur Operasi Jawa-Bali-Sumatera PT PLN (Persero), Ngurah Adnyana (tengah), menekan tombol sirine ditandainya peremian PLTMG - CNG di Bawean, Jumat (15/8/2014).
Direktur Operasi Jawa-Bali-Sumatera PT PLN (Persero), Ngurah Adnyana (tengah), menekan tombol sirine ditandainya peremian PLTMG – CNG di Bawean, Jumat (15/8/2014).

Bawean, KabarGress.Com – Direktur Operasi Jawa-Bali-Sumatera PT PLN (Persero), Ngurah Adnyana, meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berbahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) berkapasitas 3 x 1 MW di Pulau Bawean, Jumat (15/8/2014). PLN menugaskan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), anak perusahaan PLN yang bergerak di bidang pembangkitan listrik untuk membangun PLTMG-CNG Bawean menggantikan sumber pembangkit listrik yang lama, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbahan bakar solar.

“Ke depan, PLTMG-CNG Bawean ini akan dikembangkan menjadi total 5 MW. Dan pembangkit yang dibangun untuk mengurangi pemakaian BBM dan menurunkan biaya produksi ini, didesain dan dikerjakan sepenuhnya oleh bangsa Indonesia,” terang Adnyana.

Menurut Adnyana, PLTMG-CNG Bawean dibangun dengan merenovasi lokasi PLTD lama Bawean. Pembangkit yang diperkirakan menghemat BBM hingga Rp863 per kWh itu nantinya akan menghemat subsidi BBM di Bawean hingga Rp930 juta per bulan. “PLTMG-CNG Bawean cukup unik, gas sebagai bahan bakarnya disimpan menjadi Compressed Natural Gas dan dikapalkan dari Gresik ke Bawean secara periodik,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PJB, Amir Rosidin, mengharapkan agar PLTMG-CNG Bawean bisa dijadikan pilot project bagi pulau lain yang kondisinya sejenis. “Keberhasilan pembangunan PLTMG Bawean membuka peluang bagi pulau-pulau kecil yang dekat dengan sumber gas untuk di’Bawean’kan. Ini akan membantu PLN untuk menghemat BBM,” tandasnya.

Kebutuhan gas untuk PLTMG-CNG Bawean sekitar 0,6 MMSCF per hari. Pada jangka panjang, kebutuhan gas tersebut akan dipenuhi dengan memanfaatkan kelebihan pasokan gas PLTGU Gresik di luar beban puncak. Kontrak jangka panjang selama 15 tahun dengan Konsorsium Dharma Pratama Sejati (DPS) telah ditandatangani meliputi pembangunan mother station di Gresik, daughter station dan dermaga di Bawean serta transportasi CNG dari Gresik ke Bawean.

Penyerapan dan pemampatan gas untuk CNG di mother station Gresik dilakukan sepuluh jam per hari dari pukul 22.00 – 08.00 WIB dengan kapasitas 0,2 MMSCF per jam. “CNG yang dihasilkan disimpan dalam tabung skid dan setiap empat hari akan dikapalkan menuju ke Bawean dengan kapasitas pengapalan sebesar 2 MMSCF. Sesampai di Bawean CNG akan disimpan dalam Storage CNG Plant di daughter station yang berkapasitas sebesar 2×2 MMSCF,” kata Amir.

Sebelum fasilitas dalam kontrak jangka panjang dapat beroperasi, lanjutnya, penyediaan gas dilakukan melalui kontrak jangka pendek selama 6-12 bulan dengan Konsorsium Dharma Pratama Sejati (DPS) meliputi penyediaan gas hingga titik serah di Bawean Gas.

“Keberhasilan pembangunan PLTMG-CNG Bawean merupakan langkah lanjutan PJB setelah berhasil membangun CNG Storage Plant di Muara Tawar. Pada masa mendatang PJB siap untuk membangun dan melistriki pulau-pulau kecil lain yang sejenis dengan menerapkan pola seperti di Bawean,” imbuhnya.

Perlu diketahui, PLTMG-CNG Bawean dilengkapi dengan lampu ramah lingkungan menuju Go Green. Ada enam lampu berbasis solar cell menerangi lokasi pembangkit. Lampu LED berkapasitas 50 Watt per lampu tersebut dirakit memanfaatkan Reused aki dari Unit Pembangkitan Gresik. (ro)