Setelah Syawal, Wanita Harus Hadapi Suami Dengan Full Dress & Full Make-up

Setelah Syawal, Wanita Harus Hadapi Suami Dengan Full Dress & Full Make-upSurabaya, KabarGress.com – Setelah syawal ini para wanita harus kembali menghadapi suami dengan Full Dress dan Full make-up. Karena kewajiban wanita sebagai isteri, ibu dan sebagai anggota masyarakat. Bersyukurlah para karyawati yang diberi peluang yang luas oleh suami untuk berkarya dan berbakti pada negara. Tapi jangan berangkat kerja sebelum diridhoi oleh suami.

Hal itu diutarakan Dr Hj Hasniah Hasan, MSi (Kabag Pembinaan Keluarga dan Kewanitaan pada Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya), pada acara Halal Bihalal Dharma Wanita Persatuan (DWP) Biro Humas dan Protokol Setda Prov Jatim, di Ruang Rapat Biro Humas & Protokol, Kantor Gubernur Jl Pahlawan no 110 Surabaya, Kamis (14/8).

Menurutnya, wanita mempunyai kewajiban melayani suami. Sebenarnya makna Halal Bihalal ada didalam kehidupan rumah tangga,  yang paling utama adalh saling memaafkanantara suami-isteri dan anak-anak karena tulang punggung negara adalah keluarga. Jika keluarga ingin bahagia dengan dilandasi iman, maka keluarga harus diberdayakan guna mengantarkan keluarga sakinah mawadah warohmah.

Idul Fitri itu bukan baju baru, tapi maknanya karena yakin betul bahwa keiman dan ketaatan pada Allah akan bertambah. Biasanya sebagai isteri bisa senyum pada suami tanggal 1 sampai 5 saja, tapi kalau tanggal 6 dan seterusnya tiada senyum bagi suami.

Ada sebagian masyarakat yang berpendapat, keluarga karyawati akan amburadul. Padahal tidak semua benar, asalkan ada skala prioritas, semua tugas di rumah sebagai isteri, sebagai ibu maupun di masyarakat, serta karier di kantor pasti akan berhasil. Semua itu karena melaksanakan kewajiban ikhlas dan ridho sehingga bisa menikmati dengan enjoy and happy.

Kalau Halal Bihalal itu berhasil pasti diiringi dengan silaturahmi ( memperkuat tali kasih sayang). Kalau keluar dari acara silaturahmi pasti akan nampak inner dan outer beauty(kecantikan dari dalam dan luar) karena tidak ada lagi uneg-uneg dalam hati. Tapi silaturahmi itu tidak gampang, kecuali iman. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW “Tidak sempurna imanmu sebelum engkau mencintai orang lain seperti mencintai dirimu sendiri”.

Halal bihalal tidak bermakna Kalau sekedar bersalaman dan berpelukan tidak ada getaran di hati untuk menghilangkan kesalahan dan membalas dengan kebaikan.

Ketua DWP Biro Humas dan Protokol Setda Prov Jatim drg. Kristin Anom Surahno mengatakan, senang dengan adanya kebersamaan dalam suasana Idul Fitri, memperkuat tali kasih sayang. Dalam Halal Bihalal jika semua senang memberikan dampak kesehatan bagi jiwa. “Setelah merayakan Idul Fitri marilah memulai kegiatan DWP kedepan dengan semangat dan hati yang bersih”.

Acara Halal Bihalal yang wakil Ketua Sri Hartini Mustakim, Ny Aris Agung Paeway (isteri Kabag Protokol), dan seluruh pengurus dan anggota berlangsung dengan akab. Seusai bersalaman saling bermaaf-maafan  dilanjutkan dengan pertemuan rutin, serta diwarnai dengan pemberian hadiah dari Ketua DWP, diakhiri dengan makan siang bersama. (Eri)

Leave a Reply


*