29/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Pramuka Perlu Sentuhan Teknologi

Pramuka Perlu Sentuhan TeknologiBlitar, KabarGress.com – Di era modern, Gerakan Pramuka perlu mendapatsentuhan teknologi dan standarisasi yang baik. Tujuannyaagar pramuka semakin berkualitas, dikenal, dan dicintaimasyarakat, khususnya generasi muda yang akan menjadi calon pemimpin bangsa di masa mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul sapaan lekatWakil Gubernur ini saat menjadi irup Apel Besar Hari Pramuka Ke-53 dan Upacara Pembukaan Jambore Daerah Jawa Timur 2014 di Bumi Perkemahan Serut, Kabupaten Blitar, Kamis (14/8/2014).

Pria yang juga Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Prov. Jatim itu mengatakan, pramuka masih dianggap kuno dan ketinggalan jaman oleh sebagian masyarakat. Oleh sebab itu, pramuka harus dibangkitkan kembali agar menjadi kegiatan yang dicintai dan dikenal masyarakat. Salah satu caranya dengan melalui sentuhan teknologi.

“Kita harus jadikan momentum HUT Pramuka ke-53 ini sebagai momentum untuk menjadikan pramuka sebagai kegiatan yang dicintai, dimiliki, dan dibutuhkan masyarakat. Caranya, Pramuka harus up to date atau mengikuti perkembangan zaman,” katanya.

Salah satu bentuk aplikasinya, menggunakan Global Positioning System (GPS) dalam mencari jejak maupun menentukan posisi ketika sedang outbond atau melakukan penjelajahan di hutan. “Jika dulu hanya dengan media anak-anak panah, sekarang bisa menggunakan GPS” ujarnya.

Selain itu, untuk lebih mensosialisasikan gerakan pramuka kepada masyarakat, juga bisa menggunakan media online, antara lain website, jejaring sosial sepertifacebook, twitter, serta bekerjasama dengan pers, baik cetak, elektronik, maupun online untuk menyebarluaskan kegiatan pramuka.

Lebih lanjut Gus Ipul mengatakan, selain sentuhan teknologi, gerakan pramuka juga perlu menerapkan standarisasi.Tujuannya agar gerakan pramuka dapat lebih berkualitas, memiliki standar yang jelas, baik kepengurusannya, tata kelolanya, ukuran keberhasilan kinerjanya, dan lainnya.

“Ke depan, seluruh gugus-gugus depan di Indonesia, khususnya di Jatim harus terakreditasi, jadi tidak hanya pemerintah semata yang menerapkan standarisasi. Tapi Pramuka juga harus ada standarisasinya” tuturnya.

Gus Ipul optimistis, jika sentuhan teknologi dan standarisasi gerakan pramuka berhasil dilakukan, maka pramuka akan menjadi andalan bangsa Indonesia untuk mencetak generasi unggul dan pemenang, yakni generasi yang terampil, kreatif, cerdas, berkarakter, berjiwa petarung, serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan mencintai alam.

“Melalui gerakan pramuka, saya optimis akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang handal di masa mendatang. Bukan tidak mungkin, salah satu diantara para peserta yang hadir di sini akan menjadi bupati, gubernur, bahkan Presiden Indonesia” katanya.

Pada kesempatan itu, dilaksanakan pula penganugerahan Tanda Penghargaan Lencana Melati, Lencana Dharma Bhakti, Lencana Satya Wira Madya danWira Tama, Brivet Pendukung Brigade Penolong dan penyerahan Tunggul Kwartir Ranting Terbaik, implementasiKrida Saka Bhakti Husada, penandatanganan MoU PHBS,serta penyematan tanda peserta Jambore daerah Tahun 2014.

Jambore yang mengambil tema “Cintai alam, sejahtera negeriku” dengan motto “Kubangun karakter dan peduliku, sejahtera bangsaku” tersebut diikuti oleh 1.760 orang dari 38 perwakilan Kwarcab di Jatim. Dengan rincian, peserta putra 686 orang, putri 744 orang, pimpinan kontingen 38 orang, pembina dan pendamping 181 orang, dan CST sebanyak 111 orang. (Eri)