Pakde Karwo: Bandara Trunojoyo Naikkan Pertumbuhan Ekonomi Madura

Pakde Karwo - Bandara Trunojoyo Naikkan Pertumbuhan Ekonomi MaduraSurabaya, KabarGress.com – Bandara Trunojoyo yang ada Kab. Sumenep akan menaikkan pertumbuhan ekonomi di empat Kabupaten di Pulau Madura. Apabila pertumbuhan ekonomi naik, maka tingkat kesejahteraan masyarakatnya turut naik. Demikian disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo ditemui setelah Rapat Paripurna mengenai Penetapan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur tentang Pembangunan dan Pemberdayaan Perfilman Jawa Timur di Gedung DPRD Jati, Surabaya, Kamis (14/8/2014).

Menurutnya, dengan adanya bandara di Sumenep, alur transportasi akan lebih mempersingkat waktu. Dengan demikian, turut mengungkit alur perdagangan di Madura. “Apabila ditempuh melalui dengan jalur darat, Sumenep ke Surabaya membutuhkan waktu sektiar 3-4 jam, akan tetapi dengan adanya bandara tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 35 menit. Dengan begitu bidang lain selain transportasi akan terungkit, yakni perdagangan dan ekonomi, “ tutur Pakde Karwo sapaan akrabnya.

Ia mengatakan, butuh kerja keras agar masyarakat Madura beralih dari model transportasi (moda) darat menjadi udara. Perlu adanya sosialisasi dan promosi kepada masyarakat mengenai kelebihan dengan menggunakan moda udara sehingga masyarakat akan lebih tertarik untuk menggunakan layanan tersebut.

Pakde Karwo mencontohkan, Bandara yang ada di Banyuwangi pada awal dibangunnya banyak yang meragukan. Akan tetapi setelah terbangun dan dilakukan sosialisasi serta promosi, banyak masyarakat Banyuwangi dan daerah lainnya menggunakan layanan moda ini.Hal  tersebut menunjukkan masyarakat membutuhkan transportasi yang lebih cepat karena padatnya kegiatan yang berbeda-beda. Yang menarik, dengan adanya bandara sektor pariwisata juga ikut terungkit.

“Banyak kegiatan bertaraf internasional diselenggarakan di Banyuwangi. Bukan tidak mungkin Madura akan lebih besar berkembang di bandingkan Banyuwangi melihat potensi wisata yang beraneka ragam disana,“ tegasnya.

Keoptimisan Pakde Karwo tersebut beralasan, selain jarak tempuh yang dipersingkat juga biaya yang dikeluarkan tidak terlalu mahal. Masih dihitung berapa besar biaya untuk menggunakan moda transportasi udara ini. Perkiraan awal sekitar Rp200 – 300 ribu. ”Pastinya, sudah ada satu maskapai penerbangan siap beroperasi yakni Trigana Air. Itu menunjukkan ada potensi besar dengan adanya penerbangan di Madura,” imbuhnya.

Untuk menjadikan Bandara Trunojoyo sebagai bandara komersial harus melalui proses cukup panjang dan penuh berliku. Selain mendapat dukungan penuh dari lembaga legislatif dalam anggaran pembangunannya, juga umur Bandara Sumenep sudah dibangun sejak tahun 1974 atau pada masa Bupati Sumenep, Soemaroem.

Rencananya Bandara Trunojoyo akan melayani rute Sumenep-Surabaya dua kali, serta satu kali ke Kalimantan. Sedangkan untuk rute Banjarmasin dan Bali masih dalam proses penggodokan. Selain itu, pesawat yang akan digunakan masih akan melakukan kajian, apakah berkapasitas 42 atau 72 orang. (Eri)

Leave a Reply


*