02/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Diklat PIM, Sarana Efektif Awali Perubahan Birokrasi

Diklat PIM, Sarana Efektif Awali Perubahan BirokrasiSurabaya, KabarGress.com – Diklat Kepemimpinan (PIM) merupakan sarana yang efektif untuk mengawali dan membuat perubahan birokrasi. Hal ini karena dalam pelaksanaannya, diklat bukan hanya menawarkan perubahan pada kemasan saja, tetapi benar-benar substansial. Selain itu pendekatan belajarnya lebih aplikatif dan proses yang dekat dengan pengalamn tugas sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Sekdaprov Jatim Dr. H. Akhmad Sukardi, MM, saat membuka Diklat PIM Tingkat II Provinsi Jatim Angkatan XXXIV Th. 2014, di Bandiklat, Surabaya, Rabu (13/8/2014).

Ia mengatakan, perubahan pada birokrasi dan pelayanan publik menjadi hal yang tak terelakkan. “Proses perubahan jati diri birokrasi dari stereotype pegawai pemerintah yang memiliki kinerja dan kapasitas minimal menjadi jajaran baru yang profesional. Sebenarnya melambangkan proses perubahan jati diri,” ujarnya.

Insititusi pemerintah menurutnya, dituntut untuk menjalankan fungsinya secara efektif dan efisien serta responsif terhadap kebutuhan rakyat. Dengan demikian keberadaan jajaran birokrasi yang memiliki kapabilitas dan kualitas tinggi merupakan prasyarat mutlak terciptanya tata pemerintahn yang baik. “Melalui terwujudnya pemerintahan yang profesional, maka dinamika lingkungan apapun akan dapat disikapi dengan bijaksana, cermat dan tepat,” tambahnya.

Dijelaskannya, bahwa pejabat struktural eselon II memiliki peranan penting dalam menentukan kebijakan strategis instansi. Selain itu, pejabat eselon II juga harus memiliki kemampuan membangun relasi dengan sektor swasta dan masyarakat. “Mengingat kedudukan strategis tersebut, saya bisa sebut bahwa pada pejabat eselon II melekat peran agen perubahan yang utama, yang selanjutnya diikuti oleh pimpinan level di bawahnya dan seluruh staf,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bandiklat Provinsi Jatim Saiful Rachman mengatakan, pelaksanan Diklat Pim Tingkat II tersebut selama 91 hari kerja yaitu mulai 13 Agustus – 5 Desember 2014. Jumlah peserta sebanyak 60 orang yang berasal dari Pemerintah pusat, Kabupateb/Kota di Provinsi Jatim, dan Kabupaten/Kota di luar Provinsi Jatim.

Sedangkan tujuan diselenggarakan Diklat Pim tersebut adalah, untuk ikut mensukseskan peran birokrasi dalam menghadapi ASEAN Community 2015. “Jika kita ingin sukses dalam menghadapi AFTA 2015, maka harus ada perubahan dari sektor publik. Harapannya lembaga pemerintahan bisa menjadi institusi yang menjadi gambaran penyelenggaraan pemerintah yang baik,” urainya. (Eri)