25/10/2020

Jadikan yang Terdepan

PKK Jatim Fokus Turunkan AKI

PKK Jatim Fokus Turunkan AKISurabaya, KabarGress.com -Permasalahan Angka Kematian Ibu (AKI) saat melahirkan masih menjadi fokus utama pemerintah, baik di tingkat nasional maupun di Jatim harus segera diatasi. Langkah nyata yang dilakukan TP PKK Prov. Jatim untuk menurunkan AKI dengan melakukan pendampingansecara terus menerus terhadap ibu melahirkan beresiko tinggi.  “PKK Jatim telah melakukan pendampingan terhadap 740 ibumelahirkan yang memiliki resiko tinggi dengan selamat,” ungkap Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Bude Karwo sapaan lekatnya saat membuka workshop Dukungan TP PKK Pada Program Lintas Sektor Terkait Dalam Penurunan Angka Kematian Ibu Bagi TP PKK Kab/Kota Se-Jatim Tahun 2014 di Binaloka Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Senin (11/8)..

Ia menjelaskan, tahun 2010, AKI di Jatim sebesar 104/100 ribu kelahiran hidup dan 101/100 ribu pada 2011.Sementara di tahun 2012 turun menjadi 97,43/100 ribu.

Pada 2013 jumlah AKI terus menurun menjadi 97,39/100 ribu kelahiran hidup. “Jatim sebenarnya sudah on the tracksesuai target. Saat ini sebanyak 97,39/100 ribu kelahiran hidup lebih rendah dibandingkan dengan target MDGs (Millenium Development Goals) yang mencapai 102/100 ribu kelahiran hidup,” terangnya.

Penurunan tersebut adalah hasil nyata dari pendampingan kader PKK di lapangan mulai dari tingkat kabupaten sampai ke tingkat dasa wisma. Kegiatan workshop kali ini merupakan bentuk komitmen yang dilakukan oleh TP PKK Prov. Jatim bersama TP PKK Kabupaten/Kota untuk terus berupaya menurunkan AKI di Jatim

Ia mencontohkan, kader PKK yang ada di daerah telahmelakukan pendampingan terhadap ibu yang akan melahirkandengan resiko tinggi disertai dengan data dari perangkat setempat. Namun, terdapat daerah yang menginginkan jumlah pendampingan untuk ditambah yang saat ini jumlahnya hanya 50 orang pendamping di setiap daerah.

Bentuk pendampingan yang dilakukan oleh PKK Jatim yakni mendampingi ibu yang akan melahirkan selama 10 bulan mulai dari sebelum melahirkan sampai dengan masa nifas selesai.

Ketua Pokja IV PKK Prov Jatim, Ulfa Harsono maksud kegiatan guna mensinergikan program kerja dengan sektor terkait antara TP PKK Prov Jatim dengan TP PKK Kabupaten/Kota. Secara khusus bertujuan untuk menginformasikan sekaligus meningkatkan koordinasi dan memberikan informasi kepada kader PKK untuk terus berupaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan MoU PHBS (Perilaku Hidup Bersi dan Sehat) antara Ketua TP PKK Prov. Jatim dengan Kepala Dinas Kesehatan Prov. Jatim serta Penandatanganan kesepakatan antara Ketua TP PKK Prov Jatim dengan TP PKK Kabupaten/Kota yang memiliki AKI tertinggi. (Eri)