21/01/2021

Jadikan yang Terdepan

September, Pakde Karwo Resmikan Lumbung Padi di Mojokerto

Gubernur Jatim Pakde Karwo ketika menerima kunjungan Komisaris Utama PT. Lumbung Padi Indonesia (LPI) Rachmat Gobel yang melaporkan kesiapan launching pabrik, di ruang kerjanya Jl Pahlawan no 110 Surabaya, Jum’at (8/8).
Gubernur Jatim Pakde Karwo ketika menerima kunjungan Komisaris Utama PT. Lumbung Padi Indonesia (LPI) Rachmat Gobel yang melaporkan kesiapan launching pabrik, di ruang kerjanya Jl Pahlawan no 110 Surabaya, Jum’at (8/8).

Surabaya, KabarGress.com – Awal September, menurut rencana Gubernur Jatim Pakde Karwo akan meresmikan pabrik Lumbung Padi Indonesia di Mojokerto. Kesiapan itu disampaikan Gubernur Jatim Pakde Karwo ketika menerima kunjungan Komisaris Utama PT. Lumbung Padi Indonesia (LPI) Rachmat Gobel yang melaporkan kesiapan launching pabrik, di ruang kerjanya Jl Pahlawan no 110 Surabaya, Jum’at (8/8).

Menurut Pakde Karwo, yang diminati masyarakat sekarang ini adalah beras dengan kualitas premium. Oleh karena itu pembangunan pabrik LPI ini sangat tepat karena mempunyai fasilitas pengolahan gabah hasil panen menjadi beras berkualitas premium tanpa zat tambahan.

“Pendirian pabrik ini memberikan stimulasi untuk melakukan inovasi teknologi outfarm. Tapi yang diambil dari petani untuk diproses di pabrik jangan gabah kering panen tapi gabah kering giling, karena kalau yang diambil gabah kering panen nantinya petani tidak mempunyai nilai tambah. Padahal yang penting adalah nilai tambah bagi masyarakat petani. Pemerintah nanti akan memberikan hibah kepada petani untuk membangun lantai jemur di depan rumah masing-masing,” harapnya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT. Lumbung Padi Indonesia ( LPI ) Rachmat Gobel mengatakan, pabrik LPI yang dibangun di atas lahan seluas 5,1 hektar di Jl Raya Mojosari Japanan, desa Jasem Kec Ngoro, Kab Mojokerto ini, mengembangkan teknologi dan manajemen pertanian dan beras modern terpadu. Sebuah fasilitas proses pengolahan pasca panen untuk mendorong peralihan pertanian tradisional (Subsistence farming) menjadi pertanian perusahaan (commercial farming). Tahap awal kapasitas produksinya 500 ton/hari atau 150 ribu ton gabah kering panen per tahun.

Penerapan inovasi yang menggunakan teknologi pertanian modern dari Satake Jepang ini, dapat meningkatkan mutu beras menjadi beras premium dan mengurangi kadar kehilangan/susut butiran (losses). “Inovasi teknologi pertanian modern ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mencapai program nasional swasembada & ketahanan pangan,” ujarnya.

Kebutuhan beras indonesia dipenuhi dari hasil pengolahan lahan pertanian padi seluas 11 juta ha dengan produksi 71 juta ton gabah kering giling atau 45 juta ton beras. Kecenderungan penurunan lahan pertanian mengakibatkan produksi padi belum mampu memenuhi kebutuhan beras yang terus meningkat bagi 275 juta penduduk Indonesia, sehingga ada kecenderungan untuk impor beras.

LPI merupakan perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) bekerjasama dengan Satake Corporation Japan (dalam mendukung sisi tekonologi secara menyeluruh, baik proses pengolahan padi maupun pengolahan beras yang akan dikembangkan di masa  datang. Seperti misalnya fasilitas pengolahan tepung beras, penyulingan minyak bekatul, pengolahan bekatul menjadi makanan siap saji, dan lain-lain. (Eri)