18/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Ibu Adalah Profesor Bagi Anak dan Keluarganya

Surabaya, KabarGress.com -Keberadaan seorang ibu dalam keluarga sangat penting dan dibutuhkan. Sebab, ibu adalah profesor bagi anak dan keluarganya. Ini disampaikan Bude Karwo sapaan lekat Nina Soekarwo istri Gubernur Jatim saat menerima Kepala Balai Intelegential Kesehatan Kemenkes RI, dr. Trisawahyuni Putri di ruang kerja Gubernur Jatim Jl. Gubernur Suryo, Surabaya, Jum’at (8/8).

Dikatakan, ibu diberi gelar sebagai professor bagi anak dan keluarganya karena keberadaannya sangat signifikan baik untuk keberhasilan anak-anak, suami atau keluarganya. Sebab, tugas ibu sangat berat selain menyiapkan segala kebutuhan semua keluarga, juga sebagai pendamping suami sekaligus menjadi guru dan pendidik yang baik bagi anak-anaknya di rumah. “Keberhasilan anak ataupun suami itu semua bergantung pada peran seorang ibu. Jadi tidak berlebihan kalau Prof. Faat memberikan gelar bahwa ibu adalah profesor bagi anak dan keluarganya,” jelasnya.

Maksud dan tujuan dr Trisa ke Jatim akan menggelar Lokakarya Intelegensi Kesehatan karena Jatim dijadikan Pilot Project untuk program ini pada September 2014 mendatang. “Kami menyambut baik program ini, sebab, kesehatan sangat penting bagi keberlangsungan kecerdasan atau tumbuh kembang anak secara menyeluruh,” tegasnya.

“Apalagi, Jatim dijadikan pilot project program ini akan kami sambut dan kebetulan di Jatim juga sudah ada program Posyandu Holistik. Di tempat tersebut sudah tersedia mulai dari kebutuhan pemeriksanaan gizi buruk, tumbuh kembang balita, kesehatan ibu hamil sampai pada lansia semua tertangani. Kalau sekarang dari Kemenkes mempunyai gagasan atau program baru yaitu penanganan intelegensial kesehatan bagi semua lapisan masyarakat itu sangat bagus dan kami mendukungnya,” tambahnya.

Sementara itu di tempat yang sama dr. Trisawahyuni Putri mengatakan, program Intelegennsia Kesehatan itu program untuk mencerdaskan secara menyeluruh bagi anak- anak bangsa. Mengapa dikatakan kecerdasan menyeluruh, karena selama ini cerdas tapi belum tentu sehat. Jadi, yang dimaksud disini adalah cerdas kesehatannya, cerdas otaknya dan sekaligus juga cerdas mental serta spiritualnya.

Karena tahapan pemeriksaan dilakukan mulai dari ibu hamil sampai melahirkan serta paskah melahirkan juga dilakukan pemeriksaan dan dikuti perkembangannya. “Sekarang ini banyak ditemukan bayi lahir sehat dan berat badannyapun memenuhi standart ukuran normal. Tetapi setelah berselang beberapa bulan maka berat bayi terus menurun dan bahkan sampai bisa dikatakan kurang gizi atau gizi buruk,” jelasnya.

Semua ini bisa terjadi, karena setelah tahu bayi lahir sehat dan berat badannya cukup memenuhi berat normal maka tidak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi. Padahal, yang nampak sehat dari luar belum tentu sehat pula kondisi yang ada dalam tubuhnya/organ lainnya.

Ditempat yang sama Prof. Faat, mengatakan, program yang baik dan bagus untuk mencerdaskan anak bangsa ini semoga saja bisa dapat dilaksanakan secepatnya. Harapannya agar masyarakat Indonesia utamanya generasi muda mendatang bisa sehat jasmani dan rohani serta intelektualnya tidak diragukan lagi. “Tetapi, yang perlu diingat bila sudah sehat maka yang perlu dan harus ditanamkan sejak dini bagi anak muda generasi mendatang adalah pendidikan karakter dan budi pekerti. Agar ke depan anak-anak Indonesia bisa bangga dengan budaya negara yang kita cintai ini,” tukasnya.

Ikut mendampingi dalam pertemuan tersebut, antara lain Kepala Dinas kesehatan Prov. Jatim, Prof Hasan, Prof. Faat, Ketua Pokja I dan IV Pkk. (Eri)