Gubernur Jatim Fasilitasi Pertemuan Kapolrestabes dan Wartawan

Surabaya, KabarGress.com – Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo memfasilitasi pertemuan antara Kapolrestabes dengan para wartawan di gedung negara Grahadi Surabaya, Kamis (7/8). Hal ini dilakukan Gubernur yang lekat disapa Pakde Karwo ini berkaitan dengan kejadian perampasan dan penghapusan memori foto milik salah seorang wartawan harian Bhirawa, pada Rabu (6/8) siang. Pertemuan yang dipimpin langsung Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo, Kapolrestabes Surabaya dan Martono selaku sesepuh wartawan ini berlangsung tidak lebih dari satu jam, di Ruang Kerja Wagub Jatim Jl. Gubernur Suryo No. 7 Surabaya.

Meski pertemuan sangat singkat, namun berlangsung damai, penuh kekeluargaan dan toleransi serta saling memaafkan atas kekilafan yang terjadi di lapangan. Pakde Karwo  mengatakan, kalau ada gesekan sedikit, itu sudah biasa dan wajar dalam kehidupan. “Kita sebagai orang timur bisa duduk bersama untuk membicarakan persoalan pasti bisa diatasi dengan baik,” tuturnya.

Dikatakan, pers dan kepolisian adalah dua unsur yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain, dan masing-masing unsur saling membutuhkan. Kepolisian butuh wartawan agar bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat, begitu juga wartawan membutuhkan pihak kepolisian untuk memperoleh informasi atau data sebagai bahan penulisan di medianya.

“Hubungan baik yang telah dibangun sejak lama kedua belah pihak ini jangan sampai retak gara-gara sedikit kesalahpahaman yang tidak disengaja oleh kedua belah pihak. Semoga pertemuan ini, walaupun singkat tapi bisa membawa keberhasilan dan dapat memupuk persaudaraan serta mempererat hubungan pertemanan yang telah dibangun makin menjadi baik, dekat dan mesra,” tegas Pakde Karwo yang langsung disambut tawa para wartawan.

“Kami dari pihak kepolisian mohon maaf atas kejadian di lapangan kemarin. Karena peristiwa itu sebetulnya tidak kami inginkan dan tidak ada gambaran sama sekali kalau akan terjadi gesekan. Kejadian itu sama sekali tidak kami setting atau kami rencanakan, jadi murni kejadian yang tak terduga,” tegas Kapolrestabes Surabaya, Kompol Setija Junianta.

Kapolrestabes menjelaskan, kronologis kejadian di lapangan, pihaknya sedang melakukan pertemuan pimpinan demo Faf Adisiswo serta Sekretaris KPU Jatim Jonathan Judianto. “Dalam pertemuan, kami membahas agar semua bisa berjalan tertib, aman dan lancar. Setelah kami sepakat dan menghasilkan persetujuan pengunjuk rasa diberikan waktu satu jam untuk menyampikan aspirasinya. Namun, tiba-tiba di luar terjadi exsiden yang tidak kami inginkan dan bayangkan sebelumnya. Otomatis, saya langsung memutuskan keluar untuk mengamankan anggota saya dan minta Pak Faf supaya mengamankan anak buahnya. Dengan tujuan agar tidak bertambah panas dan kejadiannya bisa segera direda,” jelas Setija Kapolrestabes Surabaya.

Sebelum mediasi ditutup, perwakilan dari Koran Bhirawa mewakili media mengatakan, dari pers sudah bisa menerima permohonan maaf dari pihak kepolisian. Tetapi kejadian seperti ini jangan sampai diulangi lagi di kemuadian hari, karena bagaimanapun wartawan juga manusia dan mereka bekerja bukan hanya mencari sensasi atau mainan. Karena yang namanya wartawan harus mencari berita atau informasi secepat mungkin dan sehangat mungkin disertai gambar langsung dari tempat kejadian.

“Karena tuntutan itulah, maka teman-teman wartawan berusaha sekuat tenaga mengabadikan moment yang mereka anggap bisa menjadi berita atau informasi untuk masyarakat luas. Kalau sudah bekerja dan berusaha sekuat tenaga untuk memdapatkan gambar atau informasi terus serta merta dirampas dan ditambah lagi dengan diinjak kakinya sebelum ditarik kameranya itu namanya sudah tidak logis dan bisa dikatakan semena-mena,” jelasnya.

“Ya… tapi semua itu sudah kami putus sekarang dan sudah kami maafkan, dengan catatan kejadian seperti kemarin jangan sampai diulangi lagi. Karena perbuatan seperti itu sudah tidak patut dan tidak pantas dilakukan oleh pihak berwajib dalam hal ini kepolisian,” imbuhnya. (Eri)

Leave a Reply


*