03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pemkot Segera Bangun Penyeberangan Bawah Tanah

Ilustrasi penyeberangan bawah tanah
Ilustrasi penyeberangan bawah tanah

Surabaya, KabarGress.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana membangun sarana penyeberangan berupa terowongan bawah tanah (tunnel). Proyek yang hendak dibangun di Jalan Mayjend Sungkono ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan dan kepadatan arus lalu lintas yang ada di jalan protokol di Surabaya barat tersebut.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, saat ini pihaknya sudah menyiapkan anggaran pembangunan sekitar Rp60 miliar hingga Rp70 miliar. Rencananya, proyek ini akan digarap mulai tahun depan. Jika APBD Kota Surabaya digedok sebelum Nopember, maka proyek ini tidak perlu multiyears.
“Proyek ini tepatnya disekitar Taman Makam Pahlawan. Disitu kan antrian kendaraan sangat banyak. Nah, untuk mengurangi antrian, maka kami akan buat tunnel atau terowongan itu,” katanya.

Risma, panggilan Tri Rismaharini menjelaskan, untuk pembebasan lahan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak PT Jasa Marga (Persero) Tbk, selaku pemilik lahan. Perusahaan pelat merah yang berkecimpung di usaha pelayanan Jalan Tol itu, juga sudah memberi persetujuan pada pemkot untuk menggarap proyek tersebut di lahan miliknya.

“Selain menggarap proyek tunnel ini, proyek-proyek yang lain juga terus jalan. Misalnya, kami mulai membuka tender proyek pengerjaan proyek angkutan massal cepat (AMC) pada Oktober 2014. Kemudian proyek pembangunan Jembatan Kenjeran juga terus jalan,” terangnya.

Rencananya trem akan dikerjakan bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero). Untuk tahun pertama pengerjaan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah menyiapkan dana sebesar Rp400 miliar. Proyek AMC terdiri atas dua moda transportasi, yakni trem dan monorail.

Untuk trem akan menghubungkan Surabaya selatan hingga utara dan sebaliknya. Sedangkan monorail akan menghubungkan Surabaya timur ke barat dan sebaliknya. “Surabaya ini sangat menarik sebagai tempatĀ  untuk berinvestasi. Sehingga kami persiapkan infrastrukturnya terlebih dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Pemkot Surabaya juga tengah menggodok proyek electronic parking (e-parking). Dalam e-parking ini, pemilik kendaraan ketika hendak memarkir kendaraan, tidak perlu memberi uang tunai, tapi hanya dengan menggunakan voucher. Nantinya, ada alat parkir khusus tersendiri yang mampu mendeteksi voucher tersebut. Namun,hanya di jalan-jalan tertentu.

“Kalau voucher ini di palsu itu sulit. Kami cetak dengan sistem keamanan yang tinggi. Nantinya, bagi anak-anak sekolah, akan ada potongan harga ketika beli voucher ini,” kata Kepala Dinas Perhubunga (Dishub) Kota Surabaya, Eddi. (tur)