Pakde Karwo – Gus Ipul Gelar Halal Bihalal

Gubernur Soekarwo bersama Ibu Nina Soekarwo saat mendapatkan ucapan selamat Idul Fitri di acara Halal Bi Halal di Kantor Gubernur Jl. Pahlawan 110 Surabaya.

Gubernur Soekarwo bersama Ibu Nina Soekarwo saat mendapatkan ucapan selamat Idul Fitri di acara Halal Bi Halal di Kantor Gubernur Jl. Pahlawan 110 Surabaya.

Surabaya, KabarGress.Com – Gubernur Jatim Pakde Karwo dan Wagub Gus Ipul menggelar halal bihalal dengan jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), masyarakat, dan pegawai di lingkungan Pemprov Jatim. Acara tersebut diadakan di halaman kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Selasa (5/8).

Turut hadir sejumlah pejabat, seperti Kapolda, Pangdam V Brawijaya, Ketua DPRD Jatim, Konjen negara sahabat, dan sejumlah pejabat lainnya. Ada 24 Bupati dan Walikota yang turut hadir. Diantaranya Bupati Jombang Nyono Suhaerli, Bupati Sampang Fannan Hasib, Bupati Sodoarjo Syaiful illah dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Para undangan disuguhi dengan hidangan khas lebaran yakni opor ketupat, rawon, soto, dan bakso. Hidangan yang disediakan berada di tribun depan hingga ke bagian belakang parkiran Kantor Gubernur. Walaupun kondisi angin cukup kencang para tamu undangan terlihat tidak terganggu dan menikmati semua hidangan yang ada. Selain itu para tamu juga dihibur oleh Qosidah modern Dara Pujangga dari Sidoarjo.

Karena banyaknya pejabat, pegawai, dan masyarakat yang menyampaikan ucapan Lebaran kepada Gubernur dan Wagub, acara halal bihalal yang berlangsung mulai pukul 07.30 tersebut baru berakhir sekitar pukul 10.30.

Di bagian lain saat ditanya wartawan seusai acara Pakde Karwo menghimbau,agar masyarakat mengikuti anjuran Pemerintah Pusat terkait perkembangan Organisasi Islamic State Of Iraq and Syiria (ISIS). Apalagi oganisasi ini belakangan sering mengeluarkan ajakan WNI untuk mengembangkan ISIS di Indonesia. Kita patut menentang jika memang terbukti paham ideologi asal Timur Tengah itu dianggap bertentangan dengan Pancasila dan Ideologi Negara.

“Kami menghimbau, agar masyarakat Jatim khususnya mengikuti seruan Menkopolhukam dan Kapolri tentang adanya ajakan ISIS, telah menjadi konsensus konstitusi dan politik yang mengganggu ideologi negara menjadi musuh negara,” jelasnya.

Ia mengatakan, jika memang ISIS merupakan salah satu organisasi yang garisnya mengganggu keutuhan NKRI maka patut kita tolak. “Sikap saya, Kapolda Dan seluruh jajaran Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) Jatim, dan Pangdam sangat tegas, kalau memang ISIS mengancam dan mengganggu Pancasila, UUD 45 dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kita akan menolak,” tegasnya.

Dalam waktu dekat Pemprov beserta Forpimda akan melakukan pertemuan dengan ulama, kyai dan tokoh masyarakat untuk membahas isu ISIS. “Hari Kamis lusa kami akan bertemu para kyai dan tokoh masyarakat untuk mendengar sikap mereka terkait isu ini. Sudah banyak kyai yang menghubungi saya agar pemerintah segera melakukan langkah konkrit untuk perkembangan ini,” pungkasnya. (eri)

Leave a Reply


*