15/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Awas! Meski Lebih Baik dari Rata-rata Nasional, Ekonomi Jatim Melambat

M. Sairi Hasbullah
M. Sairi Hasbullah

Surabaya, KabarGress.Com – Kinerja ekonomi Jawa Timur pada triwulan II/2014 mengalami perlambatan yakni sebesar 5,94%. Padahal pada 2012, realisasi pertumbuhan ekonomi Jatim di triwulan II berhasil mencapai 7,3% dan pada 2013 berada di angka 6,9%. “Walaupun lebih baik dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya di kisaran 5,12%, namun realisasi ini jauh dari target yang dicanangkan dalam RPJMD 2014 yaitu minimal sebesar 6,56%, juga jauh lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menjadi salah satu indikasi kecenderungan menurunnya kinerja ekonomi Jatim di tahun ini,” demikian ungkap Kepala BPS Jatim, M. Sairi Hasbullah, di kantornya, Selasa (5/8/2014).

Menurut Sairi, rendahnya angka pertumbuhan yang dicapai tersebut lebih disebabkan kian mundurnya laju petumbuhan sektor pertanian atau agriculture di wilayah Jatim. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, pertumbuhan sektor pertanian di triwulan II/2014 jika dibanding tahun lalu pada triwulan yang sama mencapai 0,54%. Jika dibanding triwulan sebelumnya, pertumbuhannya justru mengalami kontraksi yang cukup dalam, yaitu sebesar 12,36%. “Sebenarnya ini adalah siklus biasa karena puncak panen raya terjadi di triwulan I, yaitu antara bulan Pebruari-Maret. Sektor pertanian ini memang mulai mengalami penyusutan. Kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Jatim kian melemah,” terangnya.

Disebutkan, kondisi ini bisa dilihat dari realisasi kontribusi sektor pertanian yang terus menyusut dari tahun ke tahun. Pada triwulan II/2012, pertumbuhan sektor pertanian mampu mencapai 4,68% dengan kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim sebesar 15,98%. Di tahun 2013, pertumbuhannya mengalami penurunan menjadi 1,42% dengan sumbangannya sebesar 15,36%. Di tahun ini, pertumbuhannya pada triwulan yang sama menjadi sangat tipis diangka 0,54% dan kontribusinya juga kian menyusut menjadi 14,93%.

Dampaknya, pertanian kian tergusur dan menjadi penyumbang terendah kedua dalam pertumbuhan perekonomian Jatim, yaitu hanya sebesar 0,07%. Sedangkan leading sektor atau sektor yang berkontribusi sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi Jatim di triwulan II/2014 adalah sektor perdagangan hotel dan restoran, sektor perdagangan dan sektor jasa-jasa. “Ketiga sektor inilah yang menjadi penggerak ekonomi Jatim. Dan ketiganya masih cukup kuat pertumbuhannya, industri pengolahan masih tumbuh 6,81%, perdagangan mampu tumbuh 7,37% dan jasa-jasa tumbuh 3,96%,” tukasnya. (ro)