29/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Selama Hari Lebaran Pendapatan KBS Rp1,5 Milyar

Surabaya, KabarGress.Com – Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) selama tujuh hari libur Lebaran (28 Juli – 3 Agustus) membukukan pendapatan sebesar Rp1,5 miliar. Capaian ini naik dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya tercatat sekitar Rp1,3 miliar.

Direktur Keuangan dan SDM PDTS KBS, Fuad Hassan mengungkapkan, pada hari ke-7 libur Lebaran, jumlah pengunjung mencapai 15.063 orang dengan pendapatan sebesar Rp225 juta. Pihaknya tak menyangka jika antusiasme masyarakat berkunjung ke KBS sangat tinggi.

Sehingga, jumlah pengunjung terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Meski ada sejumlah persoalan di kebun binatang yang ada di Jalan Setail Nomor 1 ini, namun masyarakat tetap dengan senang hati datang berkunjung. Pihaknya menduga, tingginya jumlah pengunjung di KBS disebabkan harga tiket yang relatif terjangkau, yakni sekitar Rp15.000 per orang.

“Kalau dari sisi pangsa pasar wisata, kami menyasar kalangan menengah bawah, bukan menengah atas. Sehingga, harga tiket sedapat mungkin bisa dijangkau masyarakat,” terangnya.

Fuad menambahkan, selain harga tiket yang relatif terjangkau, membludaknya pengunjung di kebun binatang peninggalan wartawan Belanda ini juga disebabkan program undian berhadiah sepeda motor. Hadiah ini akan diundi melalui tiket masuk pada 10 Agustus 2014.

“Mungkin hiburan-hiburan yang kami sajikan ini menarik bagi pengunjug. Kemudian kami juga lakukan sejumlah perbaikan dan penambahan fasilitas, makanya masyarakat sangat tertarik untuk datang di kebun binatang ini,” terangnya.

Wahana baru di Surabaya, seperti Surabaya Carnival Night Market (SCNM), kata dia, tidak menggerus pasar peminat wisata di KBS. Menurut dia, segmen dan juga jam buka kedua tempat wisata ini berbeda. SCNM buka mulai sore hingga tengah malam. Sedangkan KBS buka mulai pagi hingga sore.

“Dalam dekat kami akan lakukan evaluasi terkait program-program kami selama libur Lebaran ini. Apa saja yang masih kurang dan mana yang berhasil. Misalnya dengan doorprize dan undian berhadiah cukup diminati masyarakat, maka kegiatan ini akan kami gelar tiap tahun,” paparnya.

Terkait dengan izin Lembaga Konservasi (LK) KBS, Fuad mengungkapkan, masih ada ganjalan dari segi persyaratan sehingga Kementrian Kehutanan (Kemenhut) belum mengeluarkan izin tersebut. Sayangnya, dia tidak mengetahui persis jenis persyaratan yang dimaksud.

Namun yang pasti, dari pihaknya berharap agar setelah LK ini turun, tidak ada lagi persoalan-persoalan hukum. Saat ini ada dua perkumpulan di KBS yang mengklaim sebagai salah satu pemilik sah aset di kebun binatang yang berdiri tahun 1916 ini. “Kami ingin setelah LK turun, tidak ada lagi gugat-menggugat,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat ini konfirmasi soal izin LK KBS usai Halal bi halal dengan SKPD di Balai Kota Surabaya, Senin (4/8/2014) juga membenarkan jika LK belum juga turun dari Kemenhut. Padahal, seharusnya, berdasarkan jadwal dan alurnya, LK itu turun pada akhir Juli lalu.

Untuk itu, pihaknya akan mengirim surat untuk mendesak pada Kemenhut untuk segera memberi izin LK itu pada KBS. Saat ini, KBS hanya mengantongi izin Prinsip. Izin ini merupakan pintu masuk bagi KBS untuk dapat izin LK. “Ya kami mau nagih (Kemenhut). Ya temen-temen bantulah,” ujarnya. (tur)