03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

KBS Masih Pilihan Utama untuk Berlibur Pasca Lebaran

Surabaya, KabarGress.Com – Kebun Binatang Surabaya (KBS) rupanya tetap menjadi destinasi menarik untuk dikunjungi. Terbukti, hingga hari keempat pasca Lebaran, taman satwa kebanggaan warga kota Pahlawan ini tetap ramai dipadati pengunjung. Jumlah pengunjung tercatat sudah mencapai 40.099 orang.

Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Agus Supangat mengatakan, pada hari pertama Lebaran tahun ini, KBS telah dikunjungi sekitar 4.713 orang. Jumlah kunjungan ini menurun dibanding periode yang sama tahun lalu yakni 5.220 pengunjung. “Kami targetkan pada musim libur Lebaran tahun ini, pertumbuhan jumlah pengunjung bisa mencapai 10%. Tahun lalu, selama tujuh hari libur Lebaran, jumlah pengunjung mencapai 93.170 orang. Tahun ini kami targetkan sebanyak 102.000 orang,” katanya.

Selama libur Lebaran tahun ini, kebun binatang peninggalan wartawan Belanda ini menawarkan berbagai atraksi binatang. Kemudian ada juga atraksi kesenian tradisional seperti pertunjukan Reog Ponorogo. Tak hanya itu, KBS juga memberi tawaran undian berhadiah sepeda motor, yang akan diundi melalui tiket masuk pada 10 Agustus 2014.

Khusus untuk 9-10 Agustus 2014 ada pertunjukan tunggang gajah, pentas aneka satwa dan atraksi gajah. Selain itu masih ada peragaan pemberian makan komodo dan harimau benggala yang berlokasi di masing-masing kandang satwa. “Untuk tiket tidak ada kenaikan, tetap Rp15.000 per pengunjung,” tandas Agus.

Terkait wahana mainan baru di Surabaya, yakni Suroboyo Carnival Night Market (SCNM) yang juga menyedot ribuan pengunjung, Agus mengaku hal itu tidak berpengaruh pada kunjungan warga ke KBS. Sebaliknya, keberadaan wahana baru itu akan menambah destinasi wisata di Surabaya.

Warga semakin punya banyak pilihan untuk menghabiskan waktu liburannya. Tapi, antara SCNM dengan KBS tentu berbeda. Dimana SCNM menawarkan wahana permainan modern, sedangkan KBS lebih fokus pada wisata alam satwa.”Bisa jadi, warga Surabaya akan datang ke kedua destinasi wisata ini sekaligus. Misalnya, pagi ke KBS dan sore ke SCNM,” paparnya.

Disisi lain, PDTS KBS masih menghadapi persoalan pelik. Disamping usulan perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 tahun 2012 tentang PDTS KBS yang tak kunjung rampung, perusahaan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ini juga masih belum menerima izin Lembaga Konservasi (LK) dari Kementrian Kehutanan (Kemenhut).

Padahal, semua syarat dan kelengkapan agar LK tersebut keluar sudah dipenuhi semua oleh PDTS KBS. Hal ini membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini gerah juga. Pihaknya meminta agar izin LK segera turun. Sehingga pihaknya bisa mengelola KBS dengan lebih maksimal. “Saya akan coba surati Kemenhut kenapa izin LK kok belum turun-turun,” katanya. (tur)